HEADLINE

KAMIS, 23 MARET 2017

TEGAL --- Ikatan Mahasiswa Tegal (IMT) seluruh Indonesia korda Tegal, mengadakan silaturahim dan bedah buku Embrio Revolusi pada Kamis (23/3/2017) bertempat di Rumah Makan Ra'kapok, Kota Tegal. Kegiatan ini dibuat untuk menyatukan mahasiswa Tegal yang kuliah di luar kota sebagai bentuk konsolidasi. Harapan ke depan akan diadakan konsolidasi akbar Ikatan Mahasiswa Tegal se-Indonesia.
Suasana konsolidasi IMT.
Sekhul Hadi, selaku Ketua IMT korda Tegal mengatakan, bahwa selama ini masih belum ada konsolidasi yang massif dari anggota IMT. Dengan adanya IMT korda Tegal ini, diharapkan mampu menjadi wadah gerakan serta persatuan kawan mahasiswa Tegal untuk membangun Tegal menjadi lebih baik.

Dia juga mengatakan, bahwa IMT dari cabang Cirebon dan Yogya juga turut hadir dalam acara yang digelar hari ini.

"Semoga ini menjadi momentum perubahan. Karena acara kali ini kami mengundang semua elemen mahasiswa se-lingkup Kota Tegal, BEM UPS, BEM Poltek, STIMIK, dan lainnya," tuturnya.

Diharapkan, mahasiswa di Tegal juga akan lebih peka, agar mempunyai kontrol sosial yang tinggi di tengah mahasiswa yang semakin apatis dengan segala kondisi sosial yang terjadi. Pasalnya, banyak kejadian yang terjadi di internal kampus saja, namun mahasiswa tersebut apatis, tidak peduli dengan gerakan yang dibangun oleh para aktivis.

"Kami punya progres membawa IMT korda Tegal menjadi wadah diskusi keilmuan, gerakan sosial, dan juga menjadi agen perubahan yang mampu mencerahkan mahasiswa yang belum satu visi. Karena mahasiswa tidak saja kuliah pulang dan mencari IPK tinggi, tapi punya peran vital sebagai agent of change, agent of social control demi terwujudnya perubahan yang lebih baik," pungkas Sekhul.

Bias Nur Zaman, mahasiswa asal Tegal yang menjadi Wakil Ketua IMT Yogya yang studi di UIN Sunan Kalijaga juga sangat mengapresiasi kegiatan tersebut.

Sekhul Hadi, Ketua IMT korda Tegal.
"Kami sangat mengapresiasi kegiatan yang digelar oleh teman-teman IMT di Tegal. Semoga dengan adanya IMT korda Tegal selain menjadi wadah juga terus mampu bergerak mengontrol pemerintahan Kota Tegal," tutur Bias kepada Cendana News.
Jurnalis: Adi Purwanto / Editor: Satmoko / Foto: Adi Purwanto





KAMIS, 23 MARET 2017
SOLO --- Ratusan warga Solo, Jawa Tengah, yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Untuk Darurat Anggaran Republik Indonesia  (Garda RI), menggelar aksi turun jalan di Bundaran Gladak. Aksi turun jalan ini sebagai dukungan terhadap Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK) dalam menuntaskan kasus Elektronik Kartu Tanda Penduduk (e-KTP).

Aksi unjuk rasa mendukung KPK di Solo.


Koordintor Aksi, Kusumo Putro menyebutkan, saat ini muncul berbagai upaya untuk melemahkan KPK dalam menuntaskan kasus Mega Proyek, yang menelan anggaran Rp5,9 trilyun tersebut. Sebagai contoh disebutkan digulirkannya hak angket dan revisi Undang-Undang KPK, dianggap sebagai manuver dari kalangan eksekutif di Senayan.

“Mereka (anggota DPR) yang disebut KPK paling banyak menikmati uang korupsi dari proyek e-KTP. Kami sebagai rakyat mendukung KPK untuk berani menuntaskan kasus itu,” ujar Kusumo dalam aksi, Kamis (23/3/2017).

KPK kata Kusumo, diminta untuk tidak takut dengan berbagai upaya untuk yang tengah digencar dilakukan oleh sejumlah politisi di DPR RI. Bahkan, KPK didorong  berani mengungkap seluruh oknum anggota DPR yang terlibat kasus e-KTP. 

“Kami minta KPK tidak takut, karena rakyat mendukung. Segera tangkap dan penjarakan pelaku koruptor e-KTP,” tandas dia.

Warga Solo juga mendesak agar Presiden Joko Widodo dan DPR RI menghentikan revisi Undang-Undang KPK, karena dinilai sarat akan kepentingan politik. Upaya revisi  UU KPK dan hak angket  sebagai maneuver untuk menyelamatkan sejumlah tokoh politik yang masuk dalam aliran dana korupsi e-KTP.

“Presiden juga kami minta tegas mendukung penuh upaya pengusutan kasus e-KTP tanpa intervensi pihak manapun,” terangnya.

Tidak hanya oknum DPR, KPK  diminta objektif dalam proses hukum untuk menguak skandal  korupsi yang telah merugikan Negara sebesar Rp2,3 trilyun. Termasuk Koorporasi, 14 perorangan yang telah mengembalikan dana senilai Rp30 milliar serta konsorsium senilai Rp220 milliar. 

“KPK tidak boleh gentar, tidak boleh takut. Meski ada nama-nama besar yang harus diurus,” imbuhnya.

Sikap tegas Garda RI untuk menuntaskan kasus yang melibatkan skandal besar itu juga diwujudkan dalam spanduk dan poster yang dibawa. Dalam berbagai spanduk tertulis, hadiah bagi koruptor adalah hukuman mati. Masa  juga membawa keranda mayat sebagai simbol matinya hati nurani wakil rakyat, pejabat Negara yang ikut terlibat dalam skandal korupsi e-KTP.

“Kami sangat prihatin dengan apa yang dipertontokan para wakil rakyat yang duduk di Senayan. Sebagai wakil rakyat, seharusnya lebih memiliki hati nurani. Karena kasus ini langsung bersinggungan dengan rakyat, dampaknya rakyat kesusahan membuat KTP. Rakyat semakin sengsara, untuk membuat KTP harus terhenti karena dikorupsi,” ungkap mereka dalam aksi.

Aksi ratusan warga Solo ini turut mendapat kawalan dari aparat kepolisian. Aksi ini sempat membuat lalu lintas  di bundaran Gladak, Solo,  tersendat karena banyaknya massa.

Jurnalis: Harun Alrosid/Redaktur: Irvan Sjafari/Foto: Harun Alrosid 
KAMIS, 23 MARET 2017
SOLOK --- Jejak Pemberdayaan Yayasan Damandiri --- Seperti sebuah ungkapan, ciri orang yang sukses yakni orang yang hari ini kualitas hidupnya lebih baik daripada hari kemarin. Mungkin ungkapan ini juga bisa disematkan kepada Desis Sriyanti (33) yang berjualan di depan MTsN Koto Baru, Kabupaten Solok, Sumatera Barat.
Uni Des sedang membuat pesanan minuman.
Siapa yang menyangka, ibu dengan dua anak yang biasa disapa Uni Des ini, yang mulai berjualan sejak 2007 lalu, hanya memiliki tempat berjualan kaki lima sepanjang satu meter. Namun, jika dibandingkan dengan saat ini, tempat berjualannya sudah mencapai panjang tiga meter dengan berbagai ragam jenis jualan. Tidak hanya itu, ia juga memiliki tempat berjualan baru, tepatnya di sebelah tempat berjualan sekarang.

Usut punya usut, ternyata usaha Uni Des mulai meningkat setelah adanya penambahan modal yang didapatkannya dari dana pinjaman Program Tabur Puja (Tabungan dan Kredit Pundi Sejahtera) Posdaya Bina Karya binaan KPRI Kencana BKKBN Kabupaten Solok bekerja sama dengan Yayasan Damandiri. Tidak banyak, namun untuk pedagang kecil jumlah tersebut lebih dari cukup.

“Pinjaman awal saya di Tabur Puja sebesar Rp2 juta,” sebut Uni Des di tempat berjualan, mengawali pembicaraan dengan Tim Cendana News.

Meski sedikit, namun jika dimanajemen dengan baik juga memperhatikan skala prioritas dapat menghasilkan hal besar. Hal inilah yang dilakukan oleh Uni Des dalam empat kali periode peminjamannya.

Di awal pinjaman, dana digunakan untuk membeli alat pendingin (ice pack), pinjaman kedua membeli etalase untuk berdagang mie, pinjaman ketiga membeli dua blender untuk pembuatan minuman serbuk, dan yang keempat untuk modal penambahan bahan baku dagangan.

Semua alat itu digunakan untuk mendukung usaha yang dijalaninya, yakni menjual berbagai macam minuman serbuk, nasi goreng, mie goreng, hingga makanan ringan lainnya.

“Perlahan tapi pasti, dengan adanya perangkat tersebut, beberapa usaha dapat dilakukan,” sebutnya.

Dengan manajemen yang baik, dana yang didapatkan dari hasil penjualan, sebagian diputarkan lagi, sebagian untuk membayar angsuran setiap minggu dan juga untuk tabungan.

“Secara tidak sadar, tabungan saya di Tabur Puja sudah mencapai Rp1.500.000. Rencananya akan digunakan untuk biaya kurban saat Idul Adha nanti,” katanya sambil melayani pembeli yang kebanyakan pelajar MTsN yang tengah istirahat.

Berbicara tentang omzet, tiga tahun terakhir, dengan bertambahnya ragam jualan juga meningkatkan jumlah pendapatan. Sebelumnya, hanya mampu meraih Rp100 ribu per hari, namun saat ini rata-rata Rp300 ribu per hari.

“Karena sudah banyak stok bahan, saya bahkan pernah mendapatkan omzet dalam satu hari Rp1,5 juta, saat ada keramaian di sini,” terangnya.

Dengan meningkatnya omzet, kualitas ekonomi dan kehidupannya juga meningkat. Hasil usaha yang ditekuninya sudah dapat membantu perekonomian keluarga bersama suaminya yang berprofesi sebagai sopir. Beberapa barang yang dibutuhkan juga sudah mampu dibeli.
Pelajar MTsN tengah memesan minuman serbuk di warung Uni Des.
“Bermula dari modal yang dipinjamkan Tabur Puja, saat ini motor saya juga sudah dua, semua dilunasi dengah hasil berdagang,” sebutnya bangga.
Jurnalis: ME. Bijo Dirajo / Editor: Satmoko / Foto: ME. Bijo Dirajo



KAMIS, 23 MARET 2017

PADANG --- Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) Burhasman Bur, memastikan pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) dan Ujian Nasional Kertas Pensil (UNKP)  dimulai pada 3 April untuk tingkat SMK. Sementara untuk SMA dimulai pada tanggal 10 April 2017. Sedangkan untuk tingkat SLTP/Sederajat, gelombang pertama pada 2, 3, 4 dan 15 Mei, sementara gelombang dua 8, 9, 10 dan 16 Mei 2017. 
Kepala Dinas Pendidikan Sumbar,  Burhanasman Bur.
Ia mengakui, di Sumbar memang tidak semua sekolah yang melaksanakan UNBK. Sehingga dalam menunjang pelaksanaan ujian, juga banyak sekolah yang melangsungkan ujian dengan metode UNKP.

"Untuk sekolah yang menggelar UNKP, penyaluran pendistribusian soal ujian akan dilakukan pada H-3. Kecuali, Kabupaten Kepulauan Mentawai akan dilakukan pendistribusian lebih dulu," katanya, Kamis (23/3/2017).

Burhasman juga memastikan, hingga saat ini, seluruh sekolah sudah siap melaksanakan ujian nasional, seperti dari segi infrastruktur dan pembagian waktu dalam pelaksanaan ujian. Menurut Burhasman, agar pelaksanaan ujian nasional berlangsung lancar, dinas pendidikan telah mendapatkan dukungan dari pihak PLN dan Telkom, terkait listrik dan jaringan internet.

Ia memaparkan, untuk sekolah yang akan melaksanakan UNBK dan UNKP pada 2017 ini, khusus UNBK bagi SMP/MTS ada sebanyak 200 sekolah, SMA/MA 160 sekolah, dan SMK 145 sekolah, dengan jumlah keseluruhan 505 sekolah yang akan melaksanakan UNBK. Lalu, untuk peserta SMP/MTS 23.024 peserta, SMA/MA 22.726 peserta, dan SMK 18.975 peserta dengan total seluruhnya 64.725 peserta.

Sedangkan, untuk pelaksanaan UNKP,  sekolah yang melaksanakan SMP/MTS 1.040 sekolah, SMA/MA 337 sekolah, dan SMK 61 sekolah dengan jumlah seluruhnya 1.437 sekolah. Serta peserta, SMP/MTS 62.476 peserta, SMA/MA 30.328 peserta SMK 3.844 peserta yang totalnya 96.652.

"Jadi, memang peserta UNKP lebih banyak jika dibandingkan ujian yang dilaksanakan secara UNBK," katanya. Ia juga mengimbau kepada para siswa/siswi agar tidak merasa khawatir atau cemas terkait akan digelarnya UNBK dan UNKP terebut.
Jurnalis: Muhammad Noli Hendra / Editor: Satmoko /  Foto: Istimewa