TERKINI

Pertanian

Sosbud

Pendidikan

Transportasi

Olahraga

Wisata

Ragam

Poltek Malang Gelar Seminar Nasional Pengembangan Energi Alternatif

KAMIS, 25 AGUSTUS 2016

MALANG --- Untuk kesekian kalinya Politeknik Negeri (Poltek) Malang mengadakan Seminar Nasional Teknologi dan Aplikasi (SENTIA) di gedung Aula Pertamina selama dua hari 25-26 Agustus 2016. Seminar bertajuk 'Memperkokoh posisi Indonesia dalam era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) melalui pengembangan energi alternatif dan pemanfaatan teknologi informasi' ini di ikuti oleh dosen, mahasiswa dan staf BUMN di seluruh Indonesia.


"Kegiatan seminar ini merupakan kegiatan rutin Poltek Malang yang diselenggarakan setiap tahun, dan tahun ini adalah kali ke delapan acara tersebut di adakan," jelas ketua pelaksana, Indrazno kepada Cendana News, Kamis (25/8/2016).

Disebutkan, dalam seminar kali ini di hadiri dua orang nara sumber yaitu Kolonel Lek Dr. Arwin DW Sumari, ST, MT (Analis kebijakan rencana Kontijensi ekonomi-Deputi politik dan strategi), serta Ricki Elson (Teknokrat-pelopor mobil nasional).

Lebih lanjut Indrazno mengaku bahwa tema yang di angkat dalam seminar tersebut memang di fokuskan mengenai pengembangan energi alternatif.

"Dengan mengangangkat tema tersebut kami berkeyakinan bahwa jika kita bisa membuat sebanyak-banyaknya teknologi alternatif dan juga mampu melakukan riset teknologi yang bisa mendukung untuk memanfaatkan energi alternatif, kita bisa swadaya energi sehingga energi tidak terlalu mahal dan masyarakat juga bisa memanfaatkan tentunya untuk membangun bangsa dan negara,"ungkapnya.

Dalam seminar ini setiap peserta harus mengusulkan sebuah ide dalam bentuk paper.

"Sebelum paper diterima terlebih dulu dipreview, kemudian direvisi kembali oleh peserta sesuai dengan komentar yang ada pada preview untuk menambah kualitas paper dan barulah dipublish. Selanjutnya, peserta yang mengirimkan paper wajib datang untuk presentasi menjelaskan apa yang mereka tulis. Dari sekitar 166 paper yang kami terima, hanya 139 paper yang lolos seleksi,"pungkasnya.
[Agus Nurchaliq]

Misbakhun Sebut Wacana Rokok 50 Per bungkus Titipan Agenda Asing

KAMIS, 25 AGUSTUS 2016

JAKARTA --- Anggota Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menegaskan bahwa Wacana kenaikan harga Rokok 50 Ribu Per bungkus yang digulirkan oleh Kebijakan Pusat Kajian Ekonomi dan Kebijakan Kesehatan Fakultas Kesehatan Manusia Universitas Indonesia (UI) tersebut, dililiti oleh agenda asing untuk mengobrak abrik anak bangsa.


Dia menjelaskan wacana itu hanya meng-update kepentingan asing, agar LSM tersebut mengkampanyekan. Hal sangat berpengaruh kepada keberlangsungan petani tembakau.

"49 persen wilayah tembakau di Indonesia, ada di Jawa timur, Saya memperjuangkan ini untuk kepentingan konstitusi saya. Ini sah saya perjuangkan,"kata Misbhakun dalam Diskusi Dialektika Rokok dan Nasib Petani Tembakau, di Press Room Nusantara III, Senayan, Jakarta, Kamis (25/8/2016).

"Walaupun saya dimaki-maki memperjuangkan petani, tapi ini demi Hajat orang banyak, buruh, petani tembakau harus diperjuangkan. Mereka berhak hidup di wilayah Indonesia ini," sambungnya

Politisi Golkar ini menyampaikan bahwa anak bangsa hanya menggantungkan hidupnya di Petani, Jadi, ada riset yang mengatakan bahwa petani tembakau harus alih profesi.

"Tidak semudah itu petani mengalihkan profesi,"imbuhnya

Semestinya pemerintah melihat sampai saat ini, nilai tukar petani tembakau itu terbesar, artinya manfaat ekonomi ini yang dibutuhkan.

"Makanya di DPR saya menginisiasi RUU pertembakauan, dengan RUU tersebut kita ingin menaikkan kesejahteraan petani tembakau, petani cengkeh dan sebagainya termasuk industri, bahkan kita juga yang mengatur regulasi mengenai pendistribusian rokok itu sendiri,"paparnya

Jadi, Tuturnya, kita perlu hati hati terhadap tolak ukur Survei yang ada. Janganlah kebijakan Negara itu kemudian didasari oleh survei yang dibiayai oleh pihak asing, lantas dijadikan sebagai aspek penerimaan Negara.

Lebih jauh Misbakhun menyampikan ada sekitar 6,2 juta yang terlibat langsung dalam industri pertembakaun, jika harga rokok itu dinaikkan maka implikasinya luas.

Untuk itu, ia mengingatkan pemerintah, setiap kenaikkan cukai rokok, itu tidak identik dengan kenaikan penerimaan negara tapi malah lahirlah rokok rokok illegal.

"Jadi harus hati-hati, perlu kebijaksanaan dari pemerintah untuk menanggapi hasil survei tersebut,"pungkasnya.
[Adista Pattisahusiwa]

Kucing Persia dan Ribuan Burung Tanpa Dokumen Diamankan BKP Bakauheni

KAMIS, 25 AGUSTUS 2016

LAMPUNG --- Balai Karantina Pertanian (BKP) Kelas I Bandarlampung wilayah kerja Pelabuhan Bakauheni mengamankan dua ekor kucing Persia berikut 1.500 ekor burung tak dilindungi berbagai jenis. Satwa tersebut direnakan akan dikirimkan dari Pulau Sumatera menuju Pulau Jawa menggunakan moda transportasi bus penumpang. 


Menurut penyidik BKP Bakauheni, Buyung Hadiyanto, mendampingi penanggungjawab BKP Bakauheni Drh.Azhar, pengamanan satwa tanpa dokumen yang akan dilalulintaskan tersebut merupakan upaya mencegah pengiriman media pembawa serta satwa tanpa dokumen karantina.

Setelah tidak bisa menunjukkan dokumen berupa surat keterangan kesehatan hewan (SKKH), dokumen pengepul dari Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) satwa tersebut diamankan di kantor karantina Bakauheni dan diserahkan ke pihak BKSDA wilayah Bengkulu untuk penanganan lebih lanjut.

“Setelah kita amankan langsung kita berkoordinasi dengan pihak BKSDA dengan melakukan pelepasliaran terhadap ribuan ekor burung yang dikirimkan tanpa dokumen tersebut dan menyerahkan dua ekor kucing persia yang diamankan karantina,” ungkap Buyung Hadiyanto dalam keterangannya kepada Cendana News, Kamis (25/8/2016)

Upaya pengamanan tersebut merupakan tindakan kesekian kalinya oleh pihak BKP Bakauheni untuk mencegah pengiriman satwa tak dilindungi dan dikuatirkan menjadi media pembawa penyakit bersumber dari hewan khususnya burung.

Ia menuturkan pengamanan sebanyak 1.500 ekor burung tersebut dilakukan dalam kurun waktu dua hari sejak tanggal (24/8) hingga (25/8) dini hari dengan moda transportasi yang digunakan berupa bus penumpang DAMRI, bus Laju Prima dan Bus Telaga Indah yang berasal dari Pulau Sumatera tujuan beberapa wilayah di Pulau Jawa.

Secara rinci Buyung mengungkapkan kronologis pengamanan ribuan ekor burung berkicau dan kucing dari bus DAMRI diamankan sebanyak 750 ekor burung pleci dan sebanyak 150 ekor burung Kolibri yang berasal dari wilayah Curup Provinsi Bengkulu dan akan dibawa ke wilayah Tangerang Banten. Setelah itu karantina mengamankan sebanyak dua ekor kucing persia yang akan dikirim dari wilayah Palembang Sumatera Selatan tujuan Surabaya menggunakan bus Laju Prima bernomor polisi B 7944 XA.

Paska pengamanan tersebut BKP juga mengamankan burung pleci dan prenjak sebanyak 300 ekor dalam enam box keranjang buah berasal dari Pagaralam Sumatera Selatan yang akan dikirim ke Cikokol Tangerang menggunakan Bus Bus Telaga Indah bernomor polisi BG 7000 AJ. Setelah itu kembali BKP mengamankan sebanyak 200 ekor burung pleci kacamata yang dikirim dari Pagaralam Palembang yang akan dikirim ke terminal Bekasi dengan menggunakan Bus Sinar Dempo bernomor polisi BG 7021 LW.

“Pengiriman sebanyak empat kali satwa yang dilalulintaskan tersebut langsung diamankan karena semuanya dikirim menggunakan kendaraan tanpa adanya dokumen resmi karantina”terang Buyung Hadiyanto.

Proses selanjutnya jumlah keseluruhan burung sebanyak lebih kurang 1500 ekor tersebut ditahan dari masing masing dengan angkutan sarana bus penumpang antar provinsi yang diperiksa saat masuk ke Pelabuhan Bakauheni. Burung dan kucing tersebut diamankan di kantor Balai Karantina Pertanian Kelas I Pelabuhan Panjang dan akan dilepasliarkan.


Upaya pengamanan ribuan ekor satwa jenis burung dan dua ekor kucing persia tanpa dokumen tersebut menurut Buyung mengacu pada Undang Undang No 16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan. Selain menyalahi undang undang, tindakan pengamanan  dilakukan untuk menghindari upaya pengiriman komoditas pertanian dan satwa tanpa disertai dokumen resmi.
[Henk Widi]

Penjualan Emas Antam di Bali Naik 100 Persen

KAMIS, 25 AGUSTUS 2016

BALI --- Investasi emas menjadi pilihan sebagian masyarakat Bali dalam mengamankan asetnya. Tercatat dalam 10 bulan terakhir penjualan emas Antam meningkat hingga 100 persen. Harga emas sejak awal tahun juga cenderung mengalami peningkatan hingga double digit. Bahkan sejumlah bule pun tertarik untuk berkunjung ke stan pameran.


“Penjualan emas Antam dalam 10 bulan terakhir menunjukan peningkatan yang cukup tinggi bahkan hampir dua kali lipat. Jika pada November 2015 penjulan per bulan hanya 6-7 kilogram, maka sekarang per bulan bisa mencapai 11-12 kilogram,” ujar Marketing Representatif PT Antam Butik Emas Denpasar, Nursyahrini Dewi, Kamis (25/8/2016) di ajang Sanur Village Vestival 2016.

Menurutnya peningkatan penjualan emas ini tak lepas dari nilai emas dunia yang terus naik. Emas menjadi salah satu produk investasi yang makin menguntungkan. Masyarakat Bali makin memilih emas sebagai investasinya. “Saya terus terang merasa surprize melihat minat masyarakat Bali dalam berinvestasi emas,” sebutnya.

Dikatakan, investasi emas jauh lebih menguntungkan jika uang hanya disimpan di bank. Pertumbuhan harga emas jauh lebih tinggi dibandingkan bunga deposito. “Jika zaman nabi, satu kambing harganya hanya 1 dinar (4,2 gram) maka sekarang pun satu dinar bisa untuk membeli kambing. Artinya apa? Emas memiliki nilai yang tetap menguntungkan jika disimpan,” sebutnya.

Kendati demikian, pihaknya berpendapat masyarakat masih perlu diberikan edukasi mengenai investasi emas. Ajang Sanur Village Festival menjadi ajang yang sangat strategis dalam berpromosi produk investasi. Tahun ini merupakan kepesertaan yang kedua kali ikut dalam ajang ini. Puluhan ribu orang datang selama 5 hari pelaksanaan SVF. “Banyak pengunjung yang langsung melakukan pembelian emas saat berkunjung kesini,” imbuhnya.

Sebagai produser emas bersertifikat internasional, emas Antam memiliki kwalitas terbaik dengan harga yang kompetitif. Harga emas batangan berat 1 gram Rp607.000, berat 10 gram harga Rp5.730.000, berat 50 gram harga Rp28.450.000 dan berat 100 gram harganya Rp56.850.000. “ Kami siap membeli kembali emas dari para investor,” ujarnya.

Selain perusahaan Antam, Bank Indonesia juga menjadi peserta pameran SVF yang tiap tahun hadir. Ada juga Bank BRI, sejumlah instansi pemerintah khususnya sektor pariwisata serta UKM. Pelaksanaan SVF 2016 berlangsung selama 5 hari dari tanggal 24 hingga 28 Agustus mendatang.
[Bobby Andalan]

PNS Diminta Senantiasa Menjunjung Tinggi Profesionalitas dan Integritas

KAMIS, 25 AGUSTUS 2016

MATARAM --- Dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, Pegawai Negeri Sipil (PNS) diminta tetap menjunjung tinggi integritas dan sikap profesional, sehingga pelayanan diberikan bisa benar-benar dirasakan masyarakat.


Hal tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Korps Pegawai Republik Indonesia Nasional, Dr. Bima Haria Wibisana saat mengukuhkan Dewan Pengurus Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) NTB di Mataram, Kamis (25/8/2016).

Selain itu ia juga meminta kepada pegawai untuk senantiasa mampu bertransformasi serta berinovasi tidak hanya secara formal melainkan juga harus siap bertransformasi pola pikirnya, serta punya integritas yang tinggi dalam melayani masyarakat.

Dalam rangka mewujudkan Korpri yang professional, netral dan sejahtera serta siap bersaing menghadapi tantangan globalisasi, sebuah gebrakan baru di tubuh Korpri yang terwujud nyata dilaksanakan melalui program digitalisasi komunikasi dan layanan pegawai negeri.

"Pelayanan berbasis IT ini, diharapkan dapat membangun kembali semangat korps yang sempat mati suri selama 18 tahun belakangan ini,"sebutnya.

Wakil Gubernur NTB, Muhammad Amin pada kesempatan yang sama berharap Korpri harus mampu mendukung seluruh program pemerintah dan terus berkomitmen untuk meningkatkan kemampuan dan kompetensinya.

”Jangan ragu-ragu untuk bekerja, termasuk dalam mengeksekusi anggran. Jangan ada rasa takut dan ragu, selama menjalankan segala sesuatu sesuai aturan,” jelasnya.

Ia juga berpesan, sebagai pelayan masyarakat, anggota Korpri harus senantiasa bekerja dengan penuh integritas, serta terus berusaha meningkatkan pengetahuan didukung dengan penguasaan teknologi, sesuai bidang tugasnya, agar segala bentuk pelayanan yang diberikan dapat sesuai dengan harapan seluruh pihak.
[Turmuzi]

DBH Migas Tak Transparan, Kesejahteraan Masyarakat Sumenep Semakin Buram

KAMIS, 25 AGUSTUS 2016

SUMENEP --- Sejumlah aktivis mahasiswa Kabupaten Sumenep, Jawa Timur melakukan aksi unjukrasa di depan kantor pemerintah daerah setempat, Kamis (25/8/2016). Mereka menuntut adanya transparansi Dana Bagi Hasil (DBH) Minyak Gas (Migas) perusahaan yang beroperasi di daerah tersebut, karena jika tertutup akan dapat mengancam terhadap kesejahteraan masyarakat yang menjadi dampak eksplorasi dan eksploitasi.


Sejak dulu keberadaan Dana Bagi Hasil (DBH) Minyak dan Gas (Migas) memang kesannya sangat tertutup, sehingga masyarakat merasa kesulitan untuk mengetahui dana bagi hasil dari kerukan Minyak dan Gas (Migas) di daerah ujung timur Pulau Madura ini. Masih banyak masyarakat yang menjadi dampak dari perusahaan tersebut hidup dibawah garis kemiskinan.

“Kami melihat masih banyak warga yang menjadi dampak dari perusahaan itu hidupnya tidak layak, padahal kekayaan yang dikeruk dari daerah ini cukup banyak. Sehingga keberadaan Dana Bagi Hasil (DBH) Minyak dan Gas (Migas) larinya kemana, makanya harus transparan seberapa banyak dana bagi hasil tersebut diperoleh oleh daerah, jangan tertutp kayak ini, masyarakat punya hak untuh mengetahui,” kata Hazmi, kordinator aksi unjurasa, Kamis (25/8/2016).

Disebutkan, dengan banyaknya perusahaan Minyak dan Gas (Migas) yang beroperasi di daerah ini belum mampu memberikan kesejahteraan kepada masyarakat yang menjadi daerah dampak. Selain banyaknya kemiskinan, ketersediaan infrastruktur cukup minim, sehingga masyarakat selalu bertanya-tanya kemana saja dana bagi hasil tersebut. Ketika dibandingkan dengan kekayaan yang dikeruk sangat tidak sebanding dengan perubahan perekonomian masyarakat setempat.

“Ini sungguh tidak adil, banyak masyarakat yang tinggal di daerah dampak harus bekerja ke daerah lain, maupun luar negeri untuk mencukupi kebutuhan hidup keluarganya. Jadi apa dampak dari banyaknya perusahaan Migas di daerah ini, bukan menambah kesejahteraan, melainkan semakin menyengsarakan,” jelasnya.

Sedangkan kekayaan Minyak dan Gas (Migas) yang berada blok malio di perairan Desa Gili Raja yang dikelola PT Santos menghasilkan gas sebanyak 100.000 kaki kubik per hari, ditambah diperaian Kangean sebanyak 1500 barel minyak mentah per hari yang dikelola PT Kangean Energi Indonesia (KEI). Namun sayang kekayaan yang dikeruk itu rupanya masih belum bisa mampu mendongkrak perubahan terhadap kesejahteraan masyarakat.

Meskipun hanya bertiga dengan mengendarai becak dan membawa jerigen bertuliskan ‘Migas Memiskinkan Rakyat’, aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Melawan Korupsi (Gramsi) pantang menyerah untuk mendesak pemerintah agar memperjelas keberadaan dana bagi hasil tersebut, sebab yang akan menjadi korban adalah masyarakat yang tinggal di daerah dampak dimana perusahaan Minyak dan Gas Beroperasi.

Sementara, Heri Koentjoro Pribadi, Asisten Ekonomi dan Pembangunan, Pemerintah Kabupaten Sumenep, usai menemui para pendemo menghindar dari sejumlah wartawan yang hendak melakukan konfirmasi terkait demo mahasiswa tersebut dengan alasan terburu-buru sedang ada rapat.
[M. Fahrul]

2016, APBD Kota Balikpapan Defisit Diatas 500 Miliar

KAMIS, 25 AGUSTUS 2016

BALIKPAPAN ---  Pemerintah kota Balikpapan memperkirakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) kota Balikpapan tahun ini defisit diatas Rp.500 miliar. Angka tersebut melonjak dari perkiraan sebelumnya yang disebut-sebut hanya Rp.300 miliar.


Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Balikpapan, Sayid MN Fadli menuturkan, jika tidak ada bantuan provinsi, defisit anggaran daerah dapat mencapai Rp 700 miliar.

“Apabila tidak ada bantuan Pemerintah Provinsi Kaltim berarti defisit kita bisa mencapai Rp 700 miliar. Tapi masih terus kita komunikasikan,” sebutnya, Kamis (25/8/2016).

Dituangkan dalam Peraturan Presiden Nomor 66 Tahun 2016, tentang Bantuan Keuangan Daerah. Diperkirakan APBD Balikpapan terus tergerus karena dana bagi hasil, dana alokasi umum dan dana alokasi khusus terpangkas.

Sayid mengatakan, apabila kondisi defisit ini terjadi maka beberapa upaya akan dilakukan yang rencananya akan menunda pembayaran sejumlah proyek yang bersumber dari APBD Balikpapan 2016.

Sementara itu, Walikota Balikpapan, Rizal Effendi mengungkapkan, saat ini sedang menginventarisir proyek-proyek yang pembayaran yang akan ditunda. Meski diakuinya, kebijakkan tersebut akan menyulitkan pihak kontraktor.

Selain itu, pihaknya juga berkoordinasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), terkait rencana penundaan pembayaran sejumlah proyek tersebut, sehingga tak menjadi temuan.

“Sekarang masih dikonsultasikan ke BPK untuk memperjelas mekanisme dan aturannnya. Tapi proyek tetap jalan, karena kan kita memang mengalami defisit anggaran daerah,” tutupnya.
[Ferry Cahyanti]

70 Titik Parkir di Balikpapan Sumbang PAD Rp 1 Miliar

KAMIS, 25 AGUSTUS 2016

BALIKPAPAN --- Hingga semester I tahun 2016 ini sektor parkir menyumbang pendapatan asli daerah (PAD) mencapai lebih dari Rp1 Miliar. Jumlah tersebut dari 70 titik parkir di kota Balikpapan.


Kepala Dinas Perhubungan Kota Balikpapan, Sudirman Djayaleksana menjelaskan, jumlah retribusi dari parkir itu kecil bagi kas daerah, sehingga potensi retribusi parkir di badan jalan akan tetap dikelola, terutama melalui pola kemitraan atau bagi hasil dengan tukang parkir.

“Pengelolaannya modelnya bagi hasil, semakin besar pemasukan disitu maka bagi hasil juga semakin besar. Potensi retribusi parkir cukup besar dan sangat berkontribusi untuk PAD meski nilainya kecil,” ternganya Kamis, (25/8/2016).

Ia menjelaskan, pola kemitraan tersebut diketahui tidak akan merugikan tukang parkir yang selama ini mengelola area tersebut. Termasuk pihak-pihak terkait seperti pemilik toko.

“Bukan sistem gaji. Kita hanya melengkapi identitas atribut, pakaian. Nanti mereka yang memungut. Katakan 40 banding 60 persen,” ujarnya.

Selain itu, Sudirman menambahkan titik parkir baru juga masih dikaji lagi. Diantaranya ada tiga kajian yang dilakukan diantaranya parkir bahu jalan, kerjasama pihak ketiga maupun penerapan pajak parkir melalui Samsat.
[Ferry Cahyanti]

Pemotongan Dana Transfer Daerah Seharusnya Disesuaikan dengan Kondisi Setiap Daerah

KAMIS, 25 AGUSTUS 2016

MATARAM --- Kebijakan Kementerian Keuangan (Kemenku) yang melakukan pemangkasan terhadap dana transfer daerah dinilai tidak adil tanpa mempertibangkan dan memperhatikan kondisi masing-masing daerah termasuk potensi dimiliki.


"Kebijakan pemotongan dana transfer daerah terkesan tidak adil, karena tanpa mempertibangkan kondisi dan potensi dimilik masing-masing daerah" kata Wakil Gubernur NTB, Muhammad Amin di Mataram, Kamis (25/8/2016).

Dikata Amin, NTB misalkan, memiliki tambang emas yang dikelolan PT. Newmont Nusa Tenggara (NNT), banyak menyumbang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), mestinya itu jadi pertimbangan dalam melakukan pemangkansan anggaran, termasuk kondisi masyarakat setiap daerah.

Ia menjelaskan, bagaimanapun NTB sekarang ini sedang gencarnya melakukan percepatan pembangunan, khususnya sektor pariwisata, termasuk program pengentasan kemiskinan.

"Dengan kebijakan pemangkasan dana transfer daerah tersebut, jelas akan berdampak terhadap pembangunan yang ada" ungkapnya.

Lebih lanjut ia mengingatkan, semestinya pemerintah dalam setiap mengambil kebijakan harus dikonsultasikan dan melibatkan pemerintah daerah, karena bagaimanapun Pemda NTB maupun Pemda lain lebih tahu kondisi daerah masing dan ujung-ujungnya yang terkena imbas masyarakat juga.
(Turmuzi)

Kejuaraan Futsal SVF Mendukung Pariwisata Olahraga Sanur

KAMIS, 25 AGUSTUS 2016

BALI --- ‎Sebanyak 42 club dari industri Hotel se-Bali ambil bagian kejuaraan bergengsi SVF Futsal Turnamen. Mulai hari ini futsal sebagai bagian program baru SVF bekerjasama dengan Bali Hotel Association (BHA) diluncurkan. Digelar di lapangan futsal Pantai Matahari Terbit,  kejuaraan yang pertama kali digelar  di SVF ini mendapat sambutan meriah dari pemain serta publik penikmat futsal.


Ali Batjo Mustofa koordinator Turnamen Futsal SVF mengatakan kejuaraan akan berlangsung hingga 27 Agustus mendatang. Pada tahap awal, 12 club yang mewakili hotel mengikuti  babak penyisihan yang menganut sistem double knock out atau setiap tim hanya dua kali main dalam satu grup. Juara dan runner up akan masuk babak 16 besar yang akan dilaksanakan besok (26/8).

Lebih lanjut menurut Ali, mengingat batasan waktu turnamen ini belum dibuka secara umum, dan jumlahnyapun dibatasi. Panitia tidak menambah jumlah tim yang bertanding, meskipun pada hari terakhir pendaftaran selalu ada saja yang ingin mendaftar.


Futsal sebagai turunan cabang sepak bola memang diminati banyak orang terutama mereka yang memiliki kesibukan. Turnamen futsal yang diikuti antar karyawan hotel, setidaknya dapat mempererat persaudaraan antar karyawan hotel maupun mengisi waktu luang di tengah kesibukannya menjalankan pekerjaan di hotelnya, tambah Ali.

Ida Bagus Sidartha Ketua Umum SVF mengatakan program Sanur Village Festival selalu dikembangkan, dan tahun ini olahraga yang menjadi program unggulan baru SVF dapat dikembangkan sesuai kebutuhan masyarakat dan pariwisata. SVF dengan international triathlon telah mampu mendatangkan 1600 peserta, dan mereka semua datang memerlukan failitas akomodasi dan lainnya. Inilah peluang yang harus ditangkap sebagai bagian penting bahwa sport masuk program unggulan, lanjut Sidartha.


Melalui turnamen futsal SVF ke depan bisa dikembangkan menjadi turnamen secara umum, bila perlu diikuti oleh club-club terbaik yang mewakili daerah se-Bali. Ini sebuah peluang sekaligus tantangan bagi SVF untuk melihat animo peserta dari hotel saja yang begitu banyak, apalagi dibuka secara umum, kata Ali Batjo Mustofa.

Sidartha menambahkan, bukan hal yang tidak mungkin untuk dikembangkan, apalagi sesuai dengan rencana SVF ke depan untuk menempatkan olahraga sebagai atraksi yang dapat menjaring wisatawan dengan segmen dan branding baru bagi destinasi Sanur.
(Bobby Andalan)

Saksi Ahli Toksikologi Sebut Wayan Mirna Meninggal karena Kekurangan Oksigen

KAMIS, 25 AGUSTUS 2016

JAKARTA --- Pelaksanaan persidangan lanjutan ke 14 terkait kasus perkara "Kopi Sianida" dengan terdakwa Jessica Kumala Wongso kembali digelar untuk kesekian kalinya di Ruang Sidang Mr. Koesoemah Adtmaja 1, Gedung Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Jalan Bungur Besar Raya, Kemayoran Jakarta Pusat, Kamis siang (25/8/2016).

Jessica Kumala Wongso (baju putih) sedang di ruang persidangan PN Jakarta Pusat
Jaksa Penuntut Umum (JPU) kembali mengajukan beberapa saksi ahli, salah satunya adalah I Made Gelgel Wirasuta, yang belakangan diketahui sebagai Ahli Toksikologi Forensik. Sebelum bersaksi di pengadilan, Made Wirasuta terlebih dahulu disumpah sesuai dengan agama dan keyakinan yang bersangkutan.

Mede Wirasuta mengatakan "pada umumnya otak manusia atau makhluk hidup memang sangat membutuhkan oksigen dalam jumlah tertentu, kalau kurang dibawah batas normal yang ditentukan, maka orang tersebut akan mengalami pusing kepala, selain itu nafasnya juga akan terengah-engah karena tubuh berusaha keras untuk memenuhi pasokan oksigen" katanya saat bersaksi di ruang persidangan PN Jakarta Pusat, Kamis (25/8/2016).

"Menurut pendapat saya, kemungkinan I Wayan Mirna Salihin tersebut meninggal dunia diduga akibat kekurangan kadar oksigen dalam jumlah tertentu yang sangat dibutuhkan oleh I Wayan Mirna Salihin, penyebabnya karena diduga ada senyawa Potasium Sianida masuk kedalam dalam tubuh Wayan Mirna, itulah kesimpulan saya terkait salah satu penyebab kematian Wayan Mirna" katanya di ruang persidangan PN Jakarta Pusat, Kamis siang (25/8/2016).

I Made Gelgel Wirasuta (baju merah) saksi ahli Toksikologi Forensik di PN Jakarta Pusat
Made Wurasuta juga menjelaskan, bahwa senyawa yang sangat beracun seperti Potasium Sianida apabila masuk kedalam tubuh manusia atau makhluk hidup lainnya, dalam waktu cepat maka senyawa tersebut akan bereaksi dalam hitungan detik dan dipastikan bila tidak segera mendapatkan pertolongan medis, maka yang bersangkutan dipastikan akan meninggal dunia.

Potasium Sianida memang mempunyai sifat mengikat hemoglobin dalam darah, sehingga tubuh bisa dipastikan tidak dapat menerima pasokan oksigen, sehingga pernafasan tidak akan terjadi, karena sel akan bersifat asam, sedangkan Karbondioksida atau CO 2 dari hasil pembakaran akan berubah menjadi asam karbosilat, dengan demikian maka orang tersebut akan mengalami gagal nafas dan meninggal dunia.
(Eko Sulestyono)

Masyarakat Pertahankan Rumah Tradisional Panggung Meski Tergerus Zaman Modern

KAMIS, 25 AGUSTUS 2016

LAMPUNG --- Masyarakat di wilayah Kabupaten Lampung Barat Provinsi Lampung masih mempertahankan rumah-rumah tradisional berupa rumah panggung yaitu rumah yang terbuat dari kayu berkualitas bagus untuk pembangunan rumah berasitektur tradisional tersebut. Sebagian bahkan masih mempertahankan rumah tradisional terbuat dari kayu berkualitas tinggi diantaranya kayu jati meski sebagian besar masyarakat telah membangun rumah permanen dengan sistem bangunan modern.


Sebagian masyarakat Lampung Barat masih mempertahankan rumah kayu tradisional terbuat dari kayu kelas yang di bagian bawahnya sengaja dikosongkan sebagai tempat menyimpan ternak dan hasil panen. Berdasarkan data yang dihimpun Cendana News sebagian besar rumah-rumah tradisional tersebut telah berumur puluhan tahun bahkan ratusan tahun.

“Kalau di wilayah pedalaman banyak yang mempertahankan rumah tradisional dengan bahan kayu dan atap ijuk terbuat dari pohon aren dan sebagian semi permanen menggunakan atap seng”ungkap Abdulah (50)salah satu warga di pekon Way Tenong Kabupaten Lampung Barat saat berbincang kepada media Cendana News,Kamis (25/8/2016)

Ia mengakui sebagai warga asli Way Tenong dirinya merupakan generasi kesekian yang masih menempati rumah panggung terbuat dari kayu. Beberapa bagian menurutnya telah mendapat perbaikan terutama di bagian atap,lantai kayu,papan pemisah kamar,namun sebagian besar kayu penyangga masih asli seperti bangunan pertama saat dibangun. Selain sebagai warisan para orangtua secara turun temurun ia mengaku bangga masih mempunyai rumah tradisional dari kayu yang masih ada meski zaman sudah modern.


Meski sebagian masyarakat masih mempertahankan rumah panggung tradisional tersebut namun ada masyarakat yang mulai melakukan modifikasi dengan bangunan permanen. Faktor ketersediaan kayu berkualitas bagus diduga menjadi penyebab masyarakat akhirnya memodifikasi bangunan lama dengan bangunan menggunakan semen dan besi terutama pada bagian bawah bangunan.

Masyarakat yang masih mempertahankan bangunan tradisional terbuat dari kayu terbuat dari panggung tersebut hingga kini masih bisa ditemui di perkampungan-perkampungan di Kecamatan Belalau (Hujung, Kenali, Turgak, Luas), di Kecamatan Belalau (Kotabesi, Canggu, Pekon Balak, Negeri Ratu, Sukabumi) dan di Kecamatan Balik Bukit (Kota Agung, Empulau Ulu).

Sebagaimana di daerah lain, di Lampung rumah-rumah tradisional ini mempunyai beberapa bentuk yang disesuaikan dengan kedudukan dan status si pemilik, seperti Gedung Dalom sebutan Keraton/Istana bagi seorang Suttan/Sultan/Raja/Saibatin, Saibatin adalah pemilik Adat dan Masyarakat Adatnya, pemilik wilayah dan hak ulayatnya.

Di Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Brak Lampung, yang secara administratif masuk dalam wilayah Pemerintahan Kabupaten Lampung Barat, setiap rumah Pimpinan Jukku, Kebu, Sumbai, setiap rumah nya mempunyai nama yang diberikan langsung oleh Saibatin Raja Adat.


Selain itu di wilayah lain di Kabupaten Lampung Barat terutama di sekitar perbukitan Suoh yang mayoritas masyarakatnya berprofesi sebagai pekebun kopi masih mempertahankan rumah tradisional kayu panggung.

Sebagian masyarakat lain meski masih mempertahankan bentuk asli bangunan namun sebagian besar melakukan proses pembangunan dengan tetap mempertahankan ciri khas rumah asli Lampung nya, diantaranya di wilayah yang terletak di Pekon Canggu Kepaksian Pernong Sekala Brak Lampung Barat.

Pemandangan rumah rumah panggung di sepanjang jalan lintas Barat dari wilayah Provinsi Lampung menuju Provinsi Bengkulu juga menjadi pemandangan unik bagi pendatang yang melintas di wilayah tersebut. Salah satu warga, Umi, generasi kelima yang merawat rumah panggung di Way Tenong mengaku banyak pengendara yang menyempatkan mampir sejenak untuk mengabadikan keunikan rumah adat khas Lampung tersebut.

“Sebagian mampir untuk ambil foto rumah dan ada yang menggunakan untuk berselfie ria karena jarang melihat rumah panggung jenis ini” ungkap Umi.

Seringnya wisatawan atau masyarakat pengguna kendaraan yang berkunjung ke rumah panggung miliknya ia bahkan menjual hasil bumi yang diperoleh dari kebun diantaranya kopi,jagung rebus serta makanan tradisional lain. Kopi dari perkebunan rakyat dan diolah dengan cara tradisional dijual sebagai oleh oleh pengendara yang mampir.
(Henk Widi)

Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Tanam Pohon Pisang di Jalan Poros Kecamatan

KAMIS, 25 AGUSTUS 2016

SUMENEP --- Kekesalan masyarakat Desa Lebeng Barat, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur kian memuncak setelah sekian lama jalan poros kecamatan yang rusak parah tak kunjung di perbaiki. Sehingga masyarakat beramai-ramai melampiaskan kekecewaan dengan menanam pohon pisang ditengah jalan yang mengalami kerusakan cukup parah tersebut.

Sejumlah warga sedang menanam pohon pisang ditengah jalan yang rusak parah.
Kerusakan jalan akses ke beberapa kecamatan dari desa setempat telah meresahkan masayarakat, karena itu menjadi penghambat perekonomian warga. Karena masyarakat yang ada di desa tersebut tidak memiliki jalan alternatif lain ketika hendak bepergian maupun melakukan aktifitas perekonomian, sehingga warga yang melintas harus lebih berhati-hati agar tidak terjadi kecelakaan.

“Aksi tanam pohon pisang ini merupakan bentuk protes dan kekecewaan masyarakat yang selama ini jalan rusak parah tak kunjung diperbaiki. Karena jalan ini merupakan akses utama bagi masyarakat yang ada di desa ini, sehingga jika dibiarkan rusak parah, akses perekonomian warga terhambat,” kata Ansori (21), salah seorang warga setempat, Kamis (25/8/2016).


Disebutkan, bahwa kerusakan jalan tersebut diperkirakan sudah hampir selama sepuluh tahun, namun sayang sampai sekarang belum ada perhatian serius dari pihak terkait. Sehingga dari hari ke hari aspal jalan yang mengelupas semakin meluas, akibatnya bebatuan mulai bermunculan yang menyebabkab pengendara harus ekstra berhati-hati.

“Kami kecewa terhadap pemerintah yang tidak pernah memperhatikan kerusakan jalan ini, karena ini akses utama perekonomian masyarakat, sehingga selayaknya diperhatikan. Bahkan di jalan ini sudah sering terjadi kecelakaan akibat jalan yang aspalnya sudah mengelupas,” jelasnya.

Pihaknya selama ini merasa tidak lagi diperdulikan, sebab banyak jalan poros kecamatan yang ada di daerah setempat sudah diperbaiki, sehingga mereka semakin kecewa karena di desa tersebut tetap saja tak kunjung diperbaiki. Jalan yang mengalami kerusakan parah itu merupakan jalan penghubung dua kecamatan, yaitu Kecamatan Pasongsongan dan Kecamatan Guluk-guluk. 
(M. Fahrul)
Cendana TV