TERKINI

Pertanian

Sosbud

Pendidikan

Transportasi

Olahraga

Wisata

Ragam

Rauf Purnama Mengaku Bangga Bisa Mempersembahkan Sebuah Buku

RABU, 28 SEPTEMBER 2016

JAKARTA --- Raut wajah Rauf Purnama tampak terlihat sumringah dan berseri-seri karena berhasil meluncurkan satu buku dan juga sekaligus menggelar acara bedah buku dengan mengambil  judul "Pengalaman Mempersiapkan Pembangunan Industri".


Acara Peluncuran Buku yang juga sekaligus acara Bedah Buku tersebut dilaksanakan di Ruang Sasono Mulyo 1, Hotel Le Meridien, Jalan Panglima Sudirman, Jakarta Pusat, Rabu malam (28/9/2016). Hadir dalam acara tersebut Soehardjo Soebardi

Acara dibuka dengan sambutan dari Ibu Safrida Nasution yang merupakan istri dari almarhum Ramadhan Karta Hadimadja atau yang lebih dikenal dengan Ramadhan K.H atau yang belakangan dikenal sebagai seorang sastrawan kebanggaan Indonesia.

Sementara Rauf Purnama sendiri belakangan dikenal sebagai CEO PT. Kertas Nusantara, juga pernah menjabat sebagai Presiden Direktur PT. Petrokimia Gresik. Selain itu Rauf Purnama juga dikenal pernah menduduki jabatan penting yang bergerak dibidang Industri Kimia.

"Setelah sekian lama konsep tulisan dalam buku tersebut saya simpan sendiri, akhirnya pada malam ini dengan segala hormat maka perkenankan saya untuk mempersembahkan sebuah buku dan juga sekaligus acara bedah buku dengan judul "Pengalaman Mempersiapkan Pembangunan Industri" secara terbuka kepada yang terhormat para tamu undangan yang saya hormati dan saya sayangi" kata Rauf Purnama saat memberikan sambutan di Hotel Le Meridien, Jakarta Pusat, Rabu malam (28/9/2016).


Rauf Purnama mengatakan "cerita awal saya menuliskan buku ini sebenarnya atas ide dari almarhum Ramadhan K.H., yang dikenal sebagai salah satu sastrawan dan penulis buku, waktu itu beliau mendatangi saya dan menantang saya untuk menulis buku tersebut, waktu itu saya kaget dan merasa tertantang untuk membikin sebuah buku, namun tidak semudah yang saya bayangkan, ternyata menulis buku itu tidak mudah, salah satunya kerena harus mengumpulkan data-data yang diperlukan" katanya saat memberikan pidato sambutannya.
[Eko Sulestyono]

PON XIX, Tim Basket Putra Jabar Katongi Emas

RABU, 28 SEPTEMBER 2016

BANDUNG --- Tim basket putra Jawa Barat kantongi medali emas di PON XIX/2016. Manuputy Cassiopeia DKK unggul 62-49 dari tim Jawa Timur pada partai final di GOR C-tra Arena, Kota Bandung, Rabu (28/9/2016).


Kuarter pertama cukup seru, tuan rumah hanya unggul tipis 18-17. Begitu pula pada kuarter selanjutnya dimana papan skor mencatat 35-31. Pada kuarter ke tiga Jabar semakin mendominasi dengan skor 54-43. Hingga di akhir pertandingan Jatim tak kuasa membendung penampilan anak-anak asuh Ricki Gunawan.

"Saya senang, karena anak-anak bermain lepas tanpa beban. Yang paling penting main kolektif. Kuncinya kerjasama tim," ujar Ricki seusai laga.

Ia mengapresiasi semangat timnya pada partai pemungkas ini. Terlebih tembakan tiga angka yang dilancarkan oleh para pemainnya pun berbuah hasil.

"Ini pertandingan memang kompetitif, anak-anak main ngotot, mereka bisa tampil menekan dengan tembakan tiga poin," ucapnya.

Dikubu lawan, Pelatih tim basket putra Jatim Wellyanto Pribadi mengakui keunggulan tuan rumah karena banyak angka yang dihasilkan lewat proses tiga poin. Terlebih kondisi fisik anak-anak asuhnya pun sudah terkuras habis setelah melakoni partai semifinal.

"Lawan bagus, tiga poin mereka bagus. Sementara stamina kita anjlok," ujar Welly. 

Diketahui, penonton pada partai final basket putra ini sangat membludak. Bahkan beberapa harus rela hanya menyaksikan pertandingan via layar televisi yang disediakan panitia di luar venue. Termasuk pula beberapa awak media yang hendak meliput pun terpaksa berada di luar venue, lantaran tak diperkenankan masuk. 

Salah satu penonton, Raffa Maurizqia merasa kecewa tak bisa menyaksikan laga pemungkas ini secara langsung.

"Padahal sudah empat jam saya datang lebih dulu tetap saja tidak kebagian nonton," ucapnya.

Selain itu, beberapa penonton juga mengeluhkan harga parkir kendaraan yang kelewatan mahal. Bagaimana tidak, beberapa penonton ada yang membayar parkir hingga Rp 10.000.

"Saya pakai motor ke sini, parkir tadi bayar di muka 10 ribu," ungkap Yandi (22), salah seorang penonton asal Jalan Laswi, Kota Bandung. 
[Rianto Nudiansyah]

Bantu Petani Gula, Pemdes Karangkemiri Berkeinginan Bentuk Koperasi

RABU, 28 SEPTEMBER 2016

BANYUMAS --- Berdayakan petani gula kristal, Pemdes Karangkemiri, Pekuncen, Banyumas berkeinginan untuk membentuk koperasi desa yang menampung dan kemudian dipasarkan, hanya saja semua tergantung dari para penderes. Langkah yang dapat dilakukan Pemdes diantaranya pemberian modal pinjaman kepada penderes.


"Untuk melakukan pemberdayaan kita masih mengalami kesulitan, karena mereka masih ketergantungan pada pedagang dari luar desa, kebanyakan karena terikat pada pinjaman,"jelas Bambang Sutikna, Kepala Desa Karngkemiri kepada Cendana News, Rabu (28/9/2016).

Kendala para penderes selama ini dalam hal pemasaran yang disebabkan karena tidak ada barkotnya, sehingga para penderes mengalami kesulitan dalam pemasaran. Selain itu juga untuk persoalan harga tidak ada patokannya.

"Lain halnya di daerah Semedo disana hanya ada inagro yang mengepul, kalau disini banyak tengkulak yang masuk sehingga harganyapun bervariasi," tutup Bambang.
[Yusfi Wawan Sepriyadi]

LAPAN Catat Empat Kali Sampah Antariksa Jatuh di Wilayah Indonesia

RABU, 28 SEPTEMBER 2016

SUMENEP --- Jatuhnya sampah antariksa yang menggegerkan warga Pulau Gili Raja dan Pulau Gili Genting, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur merupakan yang keempat kali terjadi di Negara Indonesia. Hal itu diketahui berdasarkan catatan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) yang telah terjadi di beberapa daerah sejak beberapa tahun silam.


Kejadian jatuhnya sampah antariksa tersebut bukan hanya di satu daerah saja, melainkan diantara beberapa daerah tersebut berbeda provinsi, namun sayang untuk memastikan tempat dan kapan jatuhnya sampah antariksa itu belum ada metode yang cukup akurat untuk melakukan prediksi. Sebenarnya di luar angkasa cukup banyak benda semacam itu yang merupakan sisa-sisa roket serta peluncur satelit.

“Jadi menurut catatan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) dan ada barang sisanya yang kami simpan tiga sebelumnya, diantaranya pada tahun1981 kejadian di Gorontalo, yaitu ada pecahan roket, kemudian tahun 1988 di Lampung dan 2003 di Bengkulu. Sedangkan ke empat kalinya yaitu di daerah ini,” kata kata Rhorom Priyatikanto, Peneliti Pusat Sains Antariksa Lembaga Penerbangan Dan Antariksa Nasional (LAPAN), saat berkunjung ke Kabupaten Sumenep, Rabu (28/9/2016).

Disebutkan, selama ini jatuhnya sampah antariksa itu memang jarang terjadi di tempat pemukiman warga, sehingga sampah-sampah luar angkasa tersebut seringkali jatuh dilaut yang tidak mudah diketahui. Itupun dari beberapa tahun silam benda sama yang jatuh ke pemukiman penduduk masih terhitung sedikit dibandingkan dengan banyaknya sampah antariksa yang ada.


“Benda antariksa yang jatuh itu relatif jarang, kemudian profabilitasnya kena daerah berpenghuni kurang dari 40 persen bahkan barangkali kurang dari 30 persen. Karena dilihat dari permukaan bumi sebagian besar lautan, sehingga tidak lagi perlu khawatir,” jelasnya.

Maka dari itu, jatuhnya sampah antariksa yang terjadi di daerah ujung timur Pulau Madura ini merupakan yang ke empat. Itupun dengan jarak waktu cukup dari kejadian sebelumnya yang ada di Negara Indonesia. 
[M. Fahrul]

2017, Pembangunan Bandara Baru di Bali Utara Dimulai

RABU, 28 SEPTEMBER 2016

BALI --- Jika tak ada aral melintang, tahun depan Bali memiliki satu lagi bandara bertaraf internasional yang terletak di kawasan Buleleng. Made Mangku perwakilan dari PT Bibu Bandara Internasional Bali Utara menjelaskan, jika seluruh persyaratan mulai dari AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan)‎ kelar sesuai jadwal, maka pembangunan bandara yang menelan dana Rp50 triliun itu bisa berjalan.


Made Mangku mengaku telah mempresentasikan kepada Gubernur Made Mangku Pastika mengenai Bandara di Bali Utara. ‎Rencana pembangunan, feasibility study (FS), sisi teknis hingga dukungan dana triliunan rupiah dari pihak investor asal Kanada telah dipresentasikan.

Made Mangku sendiri mengaku telah mendapat lampu hijau dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mulai izin trafik hingga penentuan lokasi yang menelan lahan seluas 150 hektar itu.

"Sesuai perencanaan, pembangunan power plan luasnya mencapai 150 hektar," kata Mangku saat memberi keterangan resmi di Denpasar, Rabu (28/9/2016).

Secara garis besar, ada beberapa tahapan perencanaan pembangunan bandara tersebut yang dimulai power plan, aero city yang menghabiskan lahan hingga 600 hektar.

Nantinya, di lokasi aero city akan ada sekolah, Bandara, rumah sakit dan mal dan segala hal berkaitan dengan rekreasi.

"Tahap kedua, pembangunan run way yang terpisah antara keberangkatan dan kedatangan, juga dibangun terminal domestik dan internasional," sambung Mangku.

Selain itu, dalam perencanaan akan ada terminal tersendiri untuk kargo. Jadi, ada semacam blog khusus untuk terminal kargo.

"Tahap keempat yakni pembangunan dermaga marina yang berdampingan dengan airport," sebut Mangku yang juga pegiat lingkungan itu.

Diakuinya, belum kelarnya persyaratan sesuai aturan yang harus diikuti membuat rencana pembangunan bandara tersebut terkesan lama.

"Ya, kami harus ikuti proses termasuk dalam penentuan lokasi, tidak segampang itu Kemenhub memberikan izin karena ini pembangunan dalam skala cukup besar," tandas Mangku.

Apalagi, trafik penerbangan di laut utara Pulau Jawa terbilang padat atau krodit.

"Syukurlah, minggu lalu kami sudah mendapatkan koridor 11 dan 14. Artinya, jika ada penerbangan dari barat kita dapatkan izin terbang dari selatan Jawa, kemudian setelah di tengah jalan rute yakni di daerah Pasuruan baru bisa bergerak ke arah Buleleng (Bali Utara)," tuturnya.

Dalam perkembangannya, karena pihak PT Bibu diminta mengajukan izin baru ke Pemerintah Provinsi Bali untuk memastikan bahwa pembangunan Bandara itu tidak akan memakai atau menggunakan jalan darat.

"Kami sudah ajukan izin ke Pemprov Bali. Mudah-mudahan dengan komitmen pembangunan ini untuk kepentingan Bali ke depan, izin bisa secepatnya turun, sehingga tahapan perencanaan selanjutnya bisa dilanjutkan," harapnya.

Di pihak lain, Mangku juga memastikan seluruh pembangunan bandara akan lebih banyak di laut, sehingga akan dilakukan reklamasi, di mana pengerjaanya oleh group PT Bibu.

"Kami tegaskan reklamasi ini tidak akan membebaskan tanah masyarakat," tandasnya.

Disinggung soal lokasi, pihaknya sudah mengajukan tujuh titik berlokasi di Buleleng Timur lebih tepatnya di Kecamatam Kubutambahan. Setelah di Kemenhub, akhirnya dari tujuh lokasi yang diajukan itu diperkecil lagi menjadi tiga titik.

Sebagai bukti keseriusan pembangunan bandara itu, Mangku mengutip penjelasan dari investor asal Kanada disebut-sebut pembangunan Bandara itu menelan dana hingga Rp50 Triliun lebih.

"100 persen investor siap dan investasi seluruhnya RP50 triliun untuk infrastruktur dan lainnya. Pembangunan Bandara itu diperkirakan membutuhkan waktu pengerjaan maksimal 15 tahun," demikian Made Mangku.
[Bobby Andalan]

HUT TNI ke-71, Titiek Soeharto : Bangsa yang Besar adalah Bangsa yang Bisa Menghargai Pendahulunya

RABU, 28 SEPTEMBER 2016

KABAR CENDANA---Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) TNI ke 71 Astana Giri Bangun bertabur bintang. Panglima TNI, Kepala Staf Angkatan, dan Pangdam se-Indonesia ziarah di Astana Giribangun. Hadir dalam acara ini Siti Hediati Hariyadi atau yang lebih dikenal dengan Titiek Soeharto, sebagai salah satu wakil dari putra Presiden RI ke-2, HM. Soeharto. 



Dalam sambutannya, Titiek Soeharto menyampaikan bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai pahlawannya dan bangsa yang besar adalah bangsa yang bisa menghargai pendahulunya. 

"Semoga para panglima yang hadir berziarah di Astana Giribangun dapat memetik pelajaran dari perjuangan para pendahulu, khususnya perjuangan dan kepemimpinan Jenderal Besar TNI. HM. Soeharto," demikian Titiek Soeharto menyampaikan. 

Berikut Foto Selengkapnya Ziarah ke Astana Giribangun dalam Memperingati HUT TNI ke-71 

Pada kesempatan ini juga Titiek Soeharto menyampaikan harapan masyarakat Indonesia tentang peran TNI dalam membantu terciptanya swasembada pangan nasional. Salah satu hal yang menurut Titiek Soeharto, harus dilakukan TNI untuk mendukung terciptanya swasembada pangan nasional. adalah memberdayakan TNI dalam optimaliasi lahan pertanian melalui Kementerian terkait. 

Titiek Soeharto menambahkan TNI Manunggal yang menjadi slogan selama ini, harus benar-benar direalisasikan. TNI Manunggal yang diartikan sebagai TNI milik rakyat, dan rakyat milik TNI harus kembali digali lebih dalam nilai-nilai yang ada dalam slogan tersebut. 

Dalam Slogan tersebut, TNI dan rakyat harus saling memiliki dan melindungi. Keberadaan TNI di tengah-tengah masyarakat yang harus kembali dikuatkan. Demikian Titiek Soeharto menyampaikan. 

BACA JUGA :



Tri Rismaharini Sebut Penerapan Sistem E-Government Menghemat Anggaran

RABU, 28 SEPTEMBER 2016

SURABAYA --- Walikota Surabaya, Tri Rismaharini menyebutkan, perubahan sistem hardcopy kepada pelayanan elektronik yang diterapkan pemerintah dapat menekan pengeluaran. Dana penghematan tersebut dapat digunakan untuk menambah anggaran membantu masyarakat.


Sebagai contoh sederhana, Risma menjelaskan, kalau dahulu sebelum ada pelayanan elektronik semua perizinan masih menggunakan hardcopy. Untuk Izin Mendirikan Bangunan (IMB) saja, dahulu masih menggunakan kertas yang harganya lumayan mahal. Tapi sekarang, karena pemerintah kota Surabaya sudah menerapkan pelayanan elektronik, maka para arsitek yang ingin mengurus perizinan mendirikan bangunan cukup mengirim sofefilenya saja ke pemerintah kota.

“Dari penghematan kertas saja, bisa menghemat anggaran Rp. 20 miliyar lebih,” kata saat menghadiri acara penandatanganan Nota Kesepakatan Bersama dalam Implementasi E-Government Pemerintah Kota Surabaya dan Perizinan Terpadu Berbasis Elektronik di Balai Kota Surabaya, Rabu (28/9/2016).

Walikota yang lebih akrab disapa Risma ini menceritakan dalam sambutannya, sejarah pemanfaatan pelayanan secara elektronik untuk wilayah Surabaya dimulai sejak tahun 2003 dengan pembuatan E-procurement. Dengan memanfaatkan pelayanan ini, pemerintah kota dapat menghemat ratusan miliyar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Dari penghematan-penghematan yang ada, oleh pemerintah kota sebagian digunakan untuk membantu masyarakat Surabaya seperti Lansia, orang miskin, anak yatim, dan orang cacat yang seluruhnya berjumlah kurang lebih 40 ribu orang dalam menyediakan makanan setiap hari. Selain itu, ibu hamil hingga melahirkan sampai usia anaknya 2 tahun juga menjadi tanggungan pemerintah Kota Surabaya. Kemudian untuk pelayanan kesehatan dan pendidikan juga digratiskan.

“Jadi kalau menggunakan pelayanan elektronik selain bisa menghemat anggaran, juga bisa lebih transparan. Siapapun bisa memantau, ” tegasnya.
[Nanang WP]

Tiga Tabung yang Jatuh di Sumenep Merupakan Tangki Gas Helium Pendingin Roket

RABU, 28 SEPTEMBER 2016

SUMENEP --- Adanya tiga tabung besar yang jatuh di wilayah Pulau Gili Raja dan Gili Genting, Kecamatan Gili Genting, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, merupakan tangki gas helium pendingin roket. Hal itu diketahui setelah tim ilmuan dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) melakukan pengecekan terhadap benda asing yang sempat menggegerkan warga.

Tim LAPAN sedang memeriksa tiga gas helium roket yang jatuh di Kabupaten Sumenep
Tangki helium yang jatuh di ujung timur Pulau Madura ini disinyalir milik roket falcon 9 yang diluncurkan dari Amerika pada tanggal 14 Agustus 2016 lalu. Itupun diperkuat dengan hasil pantauan yang memang berkesesuaian dengan lintasan roket falcon 9 tersebut, tetapi benda seperti drum dengan bungkusan hitam yang jatuh itu bukanlah tabung bahan bakar.

“Ini adalah tiga tangki yang ditemukan di beberapa titik di Pulau Gili Raja dan Gili Genting berdasarkan lintasan yang kami pantau bersesuaian dengan satu roket, yaitu roket falcon 9 yang diluncurkan dari Amerika sekitar satu bulan yang lalu” kata Rhorom Priyatikanto, Peneliti Pusat Sains Antariksa Lembaga Penerbangan Dan Antariksa Nasional (LAPAN), saat berkunjung ke Kabupaten Sumenep, Rabu (28/9/2016).

Disebutkan, bahwa benda yang jatuh menimpa kandang sapi milik warga merupakan tangki gas helium pendingin roket yang dibebat dengan lapisan serat karbon agar gas yang sangat ringan tersebut tidak bocor. Namun tangki yang jatuh di daerah ini bukan tangki utama yang ada di roket, sehingga tidak mengandung unsur radioaktif.

“Sebenarnya di luar angkasa sana cukup banyak sekali benda-benda semacam ini yang disebut sampah antariksa, maka dengan hambatan udara perlahan-lahan benda tersebut akan jatuh kembali bumi. Maka dari itu memang perlu dipantau, tapi kapan dan dimana masih sulit diprediksi” jelasnya.

Sementara untuk kejadian kali ini yang berhasil diamankan ada benda, diantaranya tiga benda tangki dan satu bagian yang diperkirakan sistem kontrol dari roket tersebut. Itupun benda yang sama biasanya banyak jatuh ke laut, sehingga sangat jarang ditemukan yang jatuh ke pemukiman warga. (M. Fahrul)

Indonesia dan Jepang Jalin Kerjasama Siber Pertahanan Pengenal Wajah

RABU, 28 SEPTEMBER 2016

BALI --- Dari hasil pantauan Indonesia Security Incident Response Team On Internet Infrastructure (ID-SIRTII) terhadap lalu lintas informasi (traffic) koneksi internet menemukan setidaknya 90 juta serangan telah terjadi di siber Indonesia.


Data dari ID-SIRTII untuk periode Januari hingga Juni 2016 menunjukkan serangan terjadi lebih dari 89 juta kali hingga akhir Juni 2016.

"Intensitas serangan bisa mencapai dua juta sehari tapi trennya terus menurun," kata Ketua ID-SIRTII, Rudi Lumanto, di ajang Konferensi Internasional Keamanan Siber CodeBali di Legian Kuta Bali, Rabu (28/9/2016).

Untuk mampu mendeteksi perilaku arus lali lintas yang terjadi di dunia siber, pemerintah juga kini makin berbenah dengan menambah sejumlah sensor berteknologi tinggi.

"Saat ini kami juga mulai mengganti sensor buatan luar negeri dengan sensor-sensor buatan dalam negeri. Selain juga terkait masalah keamanan, penggunaan sensor dalam negeri juga karena kualitas sensor buatan anak bangsa tidak kalah canggih dan mampu bersaing dengan produk impor," ujar Rudi.

Sensor yang digunakan adalah alat yang mampu menarik data traffic di dunia internet dan data yang diperolehnya dapat diolah untuk mengidentifikasi berbagai perilaku dan motif para peselancar di dunia maya.

Pada ajang CodeBali 2016 juga diserahkan hasil riset kerjasama antara pemerintah Republik Indonesia yang diwakili ID-SIRTII dengan pihak swasta dari Jepang NEC.

Perwakilan NEC, Kozo Matsuo menyerahkan langsung hasil riset tersebut kepada Direktur Jenderal Aplikasi dan Informatika Kementerian Kominfo Miriam Fatima Barata.

NEC pada ajang CodeBali 2016 ini juga memperlihatkan sejumlah teknologi yang telah siap digunakan seperti teknologi pertahanan pengenal wajah (face recognition).

"Teknologi pengenal wajah NEC telah digunakan di bandara Changi Singapura, bandara John F Kennedy di New York Amerika Serikat, Bandara di Brasil dan Jepang," kata Asisten GM Business Development PT NEC Indonesia, Arif Subekti di stand pameran CodeBali 2016.
[Bobby Andalan]

Musim Pancaroba, Pakar Ajak Masyarakat Waspadai Ancaman Banjir dan Tanah Longsor

RABU, 28 SEPTEMBER 2016

YOGYAKARTA --- Musim pancaroba dengan curah hujan tinggi yang mulai kerap terjadi beberapa hari ini harus diwaspadai. Beragam ancaman banjir bandang dan tanah longsor bisa terjadi sewaktu-waktu, baik di saat terjadi hujan maupun setelah hujan.


Ancaman banjir bandang dan tanah longsor ada di setiap daerah di Indonesia. Tidak kecuali di Yogyakarta. Kendati bukan banjir bandang, namun potensi banjir dengan arus yang cepat di sungai-sungai yang membelah Kota Yogyakarta bisa terjadi.

"Selain Sungai Code yang setiap tahun meluap dan menimbulkan banjir, beberapa sungai lain perlu diwaspadai yaitu Sungai Oya dan Opak di Bantul dan Sungai Progo di Kulonprogo," ujar Pakar Geologi Universitas Gajah Mada Yogyakarta, Wahyu Wilopo, Rabu (28/9/2016).

Wahyu mengatakan, tipikal banjir di Yogyakarta memang bukan banjir bandang. Namun, banjir dengan arus yang sangat deras, sehingga tetap harus diwaspadai. Terutama di kawasan yang dekat dengan pertemuan antara dua sungai seperti di Imogiri, Bantul.

Sementara itu di Gunungkidul, Wahyu mengingatkan seringnya terjadi sinkhole atau lubang tanah yang terbentuk tiba-tiba karena lapisan bawah tanah yang melemah dan tidak kuat menahan tekanan yang terjadi di permukaan tanah. Sinkhole, kata Wahyu, seringkali terjadi di musim hujan yang bisa menyebabkan tanah ambles dan longsor.

"Fenomena sinkhole ini agak sulit diidentifikasi, karena ternyata fenomena itu tidak hanya terjadi di sebuah lembah, namun juga bisa memotong gunung," jelasnya.

Wahyu mengungkapkan, sekarang ini potensi bencana semakin meningkat setiap tahunnya. Sementara, tidak mungkin merelokasi semua warga yang tinggal di daerah rawan. Selain sulit dilakukan, juga justru bisa menimbulkan persoalan baru baik sosial, lingkungan dan budaya. Karenanya, Wahyu mengimbau agar warga yang tinggal di daerah rawan bencana lebih mengenali tanda-tanda bencana sehingga bisa mengungsi sebelum bencana terjadi.

Terkait banjir bandang dan tanah longsor, Wahyu menjelaskan, jika potensi banjir bandang dan longsor bisa dilihat antara lain adanya tanda-tanda gerakan tanah di bagian atas seperti keretakan tanah, kemiringan lereng, pohon, bangunan dan sebagainya. Selain itu, munculnya mata air keruh usai hujan juga merupakan tanda-tanda terjadi longsor.

Selama ini, kata Wahyu, masyarakat sering keliru bertindak saat terjadi longsor dengan terburu-buru membersihkan longsoran tanah. Seharusnya, kata Wahyu, sebelum membersihkan longsoran tanah harus dipastikan kemungkinan longsor susulan.

"Setelah terjadi longsor, yang segera harus ditata adalah daerah atas atau lerengnya. Sedangkan tanah longsoran yang ada di bawah justru menjadi penahan," jelasnya.

Selain mengenali tanda-tanda alam, Wahyu juga mengungkapkan perlunya penataan ruang dan pembuatan drainase atau saluran air. Pasalnya, hampir 95 Persen peristiwa longsor itu disebabkan oleh air.

"Padahal, meski curah hujan setinggi apa pun, kalau bisa menata air tidak mungkin terjadi banjir atau longsor, kecuali disertai gempa," pungkasnya.
[Koko Triarko] 

Peringati 71 Tahun TNI, Kodam Udayana Gelar Lomba Kesenian

RABU, 28 SEPTEMBER 2016

BALI --- Melestarikan kesenian Tradisional Indonesia, Kodam IX/Udayana dalam momen yang bersejarah peringatan ke-71 Hari TNI menggelar lomba kesenian antara lain paduan suara, baca puisi, tarian dan cipta lagu perjuangan.


Tujuan kegiatan membangkitkan rasa cinta terhadap budaya daerah dan nasional sehingga terbangun rasa cinta tanah air dan semangat nasionalisma yang dijiwai oleh kemanunggalan TNI-Rakyat.

Pangdam IX/Udayana dalam sambutannya dibacakan Aster Kasdam IX/Udayana menyampaikan lomba kesenian seperti ini mempunyai nilai yang sangat penting untuk melestarikan dan mengembangkan seni dan budaya di Tanah Air.

"Juga menggugah semangat putra putri bangsa khususnya generasi muda dalam meningkatkan rasa cinta tanah air, nasionalisme dan kesadaran bela negara," kata Pangdam, Rabu (28/9/2016).

Diharapkan, ruang kreasi tersebut dapat dimanfaatkan secara sungguh-sungguh dengan penuh penjiwaan sehingga dapat menampilkan karya seni yang berkualitas sesuai dengan jenis lomba yang diikuti.

Hasil lomba pada hari pertama yang dilaksanakan di Aula Makodam IX/Udayana untuk Korem 162/Wira Bhakti antara lain, Juara I Paduan Suara, Kodim 1606/Lombok Barat dari SMAN 7 Mataram yang didukung oleh 12 orang  penyanyi dengan judul lagu Indonesia Pusaka dan Bagimu Negeri.

Untuk wilayah Korem 163/Wira Satya, Juara I Lomba Baca Puisi, Kodim 1616/Gianyar atas nama, Ni Komang Diah Restu Swari dengan judul puisi Gugur, Juara I Lomba Cipta Lagu Perjuangan, Kodim 1623/Karangasem, atas nama Ni Komang Candrani Dewi dengan judul lagu Salam Perjuangan, Juara I Lomba Paduan Suara,

Selanjutnya, Kodim 1609/Buleleng didukung 25 orang penyanyi dengan judul lagu, Tanah Airku dan Pada Pahlawan  sedangkan untuk lomba tari Kodim 1611/Badung, atas nama I Putu Parama Kesawa A.P dan I Kadek Karunia Artha dengan jenis tari Baris Tunggal.

Untuk di wilayah Korem 161/ Wira Sakti lomba tingkat Korem sedang berlangsung dan selanjutnya untuk juara I di masing-masing wilayah Korem akan di lombakan di tingkat Kodam pada tanggal 30 September mendatang. Pada Kesempatan tersebut hadir Kasdam IX/Udayana, Brigjen TNI Stephanus Tri Mulyono, Danrem 163/Wira Satya dan para pejabat teras Kodam IX/Udayana lainnya.
[Bobby Andalan]

KOSTRAD, Keutuhan NKRI dan Terwujudnya Perdamaian Dunia

RABU, 28 SEPTEMBER 2016

JAKARTA --- Museum Dharma Bhakti Kostrad menyimpan sejarah perjalanan, pengabdian dan peran serta Kostrad sebagai salah satu pilar TNI dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Diantaranya adalah Misi kemanusiaan, Operasi militer, bahkan sampai Misi perdamaian di bawah bendera Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB).

kiri atas : prajurit Kostrad mengevakuasi seorang balita dalam bencana banjir Petamburan, Jakarta 2013; kanan atas : Kapten Fardin Wardana (mengangkat tangan) coba mencegah baku tembak antara Tentara Lebanon dan Tentara Israel di wilayah Blue Line Pos 8-33 tahun 2010; kiri bawah : base camp Mayidundu tempat berkumpulnya Batalyon Konga Indonesia di Kongo, tahun 2010; kanan bawah : sejenak foto bersama antara personil Konga Indonesia dengan personil tentara Kongo, tahun 2010

Tugas Operasi Kemanusiaan Kostrad

Wilayah indonesia yang terdiri dari ribuan pulau berpotensi tinggi terhadap bencana alam seperti gempa bumi, tsunami, letusan gunung berapi, tanah longsor, dan banjir, karena letak geografis Indonesia yang dilalui oleh tiga lempengan bumi. Dengan posisi Indonesia yang demikian, maka tidak ada wilayah di NKRI ini yang aman terhadap gempa dan bencana lainnya.

Kesiapan satuan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam penanggulangan bencana perlu ditunjang dengan peralatan yang memadai dan personil yang profesional. Pasukan Kostrad telah membuktikan keberhasilannya dalam berbagai tugas Operasi tempur, dan juga selalu mendapat tempat di hati rakyat karena keberhasilan serta dedikasi tinggi dalam berbagai tugas operasi kemanusiaan seperti bantuan terhadap korban tsunami Aceh, pembuatan rumah penduduk di Poso, evakuasi korban pesawat Sukhoi di Gunung Salak maupun pesawat Cessna di Majalengka, bantuan kemanusiaan terhadap korban gempa bumi Yogyakarta, Ciamis, Padang, dan Mentawai.

Begitu pula peran Kostrad untuk bantuan kemanusiaan terhadap korban letusan Gunung Merapi di Yogyakarta yang menyita perhatian publik begitu besar, korban banjir di wilayah Jakarta, dan peristiwa kebakaran hutan di Riau. Semua dilakukan Kostrad dengan pedoman sebuah pengabdian luhur bagi rakyat, bangsa, dan negara.

Sebuah diorama menarik turut ditempatkan di Museum Dharma Bhakti Kostrad yang mengisahkan 5 (lima) prajurit Yonzipur 10/2 Kostrad yang tergabung dalam TMMD Tanggap Darurat ke-74 Tsunami Aceh melakukan evakuasi jenazah pada tahun 2005. Mereka adalah : Pratu Dede Hidayat, Pratu Sopian, Pratu I Nyoman Mawan, Serda Agus Trimawan, dan Sertu Samijan.


Latihan Tempur Dalam dan Luar negeri Kostrad

Kostrad terdiri dari 2 Divif, 6 Brigade Infanteri, 2 Resimen Armed, yang dilengkapi dengan Satbanpur dan Satbanmin. Dalam tugasnya, Kostrad menjadi bagian utama dalam PPRC TNI (Pasukan Pemukul Reaksi Cepat Tentara Nasional Indonesia) yang selalu siap bergerak untuk penindakan awal "Trouble Spot" di wilayah Nusantara. Kostrad memiliki kapasitas dan kemampuan untuk melaksanakan operasi dengan berdiri sendiri atau membantu Komando Operasi lainnya.

Tanggal 4 Agustus 2001 merupakan hari bersejarah bagi Kostrad karena sejak saat itu Kostrad memiliki sebuah Pasukan Khusus Tempur dengan diresmikannya Pasukan Elit baru bernama Peleton Pengintai Tempur (Ton Taipur) yang memiliki kemampuan khusus dalam berbagai operasi baik di darat, lau, maupun di udara.

Untuk menjaga kesiapan prajurit sekaligus memperdalam ilmu tempur kemiliteran maka Kostrad aktif dalam berbagai program latihan militer bersama dengan negara-negara lain diantaranya Malaysia, Singapura, Brunei, Mongolia, India, Australia, dan Amerika Serikat.


kiri atas : suasana menurunkan pasukan dari helikopter dalam latihan gabungan; kanan atas : Yonif 509/9/2 Kostrad dalam latgab TNI di Situbondo 2013; kiri bawah : manuver Tank oleh Yonkav 8/2 Kostrad dalam latgab TNI di Situbondo 2013; kanan bawah : Yonif L 305 dalam Operasi Pamtas di Kalimantan barat 2012

Tugas Operasi Dalam Negeri Kostrad

Khusus untuk operasi militer dalam negeri yang dilakukan maka Kostrad terlibat dalam beberapa operasi besar seperti :

1. Operasi Trikora

Konferensi Meja Bundar (KMB) yang berlangsung di Den Haag Belanda membahas masalah penyelesaian Irian Barat namun Belanda mengingkari kesepakatan. Sehingga pada 19 Desember 1961 di Alun-alun Lor Yogyakarta, Presiden RI Soekarno menyerukan Operasi Trikora (Tri Komando Rakyat) yang berisi : Gagalkan pembentukan negara boneka Papua buatan Belanda kolonial; Kibarkan Merah Putih di Irian Barat Tanah air Indonesia; dan Bersiaplah untuk mobilisasi umum guna mempertahankan kemerdekaan dan kesatuan Tanah Air bangsa.

Diorama menarik dipamerkan di Museum Dharma Bhakti Kostrad mengenai keterlibatan Kompi-B pimpinan Mayor M.Sanif dari Batalyon 328 Kostrad untuk melakukan infiltrasi dengan tujuan menambah kekuatan pasukan dan perlengkapan logistik untuk daerah Droping Zone Kaimanan serta Merauke.

Saat Mayor M.Sanif menaiki pesawat Hercules yang akan menerbangkan dirinya bersama pasukannya itu, Jenderal Mursid sempat berkata : " Kamu sebagai perwakilan Siliwangi akan diberangkatkan untuk menunaikan tugas suci. Kamu berangkat memiliki satu karcis untuk berangkat saja, selamat jalan, Tuhan bersama kita."


2. Operasi Dwikora

Konfrontasi antara Indonesia dengan Persekutuan Tanah Melayu berawal dari niat Perdana Menteri (PM) Tengku Abdul Rahman yang didukung penuh oleh Inggris untuk membentuk Federasi Malaysia yang wilayahnya meliputi Semenanjung Malaka. Niat tersebut ditentang keras oleh Indonesia dan Filipina, namun akhirnya Filipina menarik diri dari konflik ketika melihat Indonesia dan Persekutuan Tanah Melayu/Malaysia semakin terbakar api konflik.

Perundingan antara Indonesia dengan Malaysia menemui jalan buntu, sehingga Indonesia dengan tegas memilih menempuh jalan operasi militer guna menggagalkan pembentukan Federasi Malaysia. Pada apel besar sukarelawan tanggal 3 Mei 1964 di Jakarta, Presiden RI Soekarno menyerukan Operasi Dwikora (Dwi Komando Rakyat) yang berisi : Perhebat ketahanan Revolusi Indonesia dan Bantu perjuangan revolusioner rakyat Malaya, Singapura, Sabah, Serawak, dan Brunei.

3. Operasi Seroja

Menjelang akhir tahun 1975, Pemerintah Portugis meninggalkan daerah jajahannya di Timor Portugis, sehingga suasana kacau balau karena terjadi persaingan antar kelompok dan partai-partai politik untuk saling berebut kekuasaan. 

Pada 28 November 1975, Fretilin secara sepihak memproklamasikan berdirinya Negara Republik Demokratik Timor-Timur. Guna mencegah terjadinya kondisi yang tidak diharapkan maka Pemerintah Indonesia melakukan pembahasan mengenai masa depan dan keamanan di Timor Portugis yang akhirnya berujung pada keputusan Operasi militer besar-besaran bernama Operasi Seroja pada 7 Desember 1975.



4. Operasi Mengatasi GPK (Gerakan Pengacau Keamanan) Aceh

Dalam upaya memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) maka Gerakan Pengacau Keamanan (GPK) Aceh mendeklarasikan Negara Aceh Merdeka di Kecamatan Tiro pada 1976. Sejak saat itu mereka mulai melakukan tindak kekerasan yang mengganggu keamanan masyarakat.

Dalam upaya mempengaruhi rakyat, mereka menyebarkan pamflet berisi hasutan agar rakyat membenci Pemerintah RI dan mendukung Gerakan Aceh Merdeka (GAM) serta mengibarkan bendera GAM.

ABRI melakukan respon dengan Operasi Sandi Yudha menerjunkan Pasukan khusus yang tergabung dalam Tim Nanggala XVI dengan menitikberatkan Operasi intelijen pendekatan teritorial yaitu mengerahkan rakyat berpartisipasi menghancurkan GAM. Operasi militer ini berhasil menghancurkan GAM pada bulan Maret 1982. 

Namun GAM berhasil melakukan konsolidasi lagi tahun 1982-1989 dengan memanfaatkan kesenjangan sosial masyarakat Aceh saat itu. Oleh karena itu walaupun GAM seolah-olah hilang dari panggung politik selama 6 (enam) tahun namun pada 1989-2004 GAM muncul kembali dengan melakukan serangkaian penyerangan terhadap pos-pos aparat keamanan dan pembunuhan terhadap penduduk setempat.

Operasi penumpasan GAM terbilang cukup panjang, namun TNI mendapatkan suntikan moril positif dengan keberhasilan Tim Khusus Tempur Kostrad yang tergabung dalam Tim II/C Satgas Yonif Linud 330 dalam sebuah misi penyusuran, pengintaian, dan pengejaran yang akhirnya berhasil mengeliminasi Panglima GAM, Tengku Abdullah Syafe'i.

Dalam operasi pengejaran yang dilakukan Tim II-A pimpinan Serka I Ketut Muliastra dengan dibantu Tim II-B pimpinan Sertu I. Ketut Sutara berhasil menewaskan 7 orang anggota GAM dimana satu diantaranya adalah Panglima GAM Tengku Abdullah Syafe'i.

Berikut tujuh korban anggota GAM yang tewas dalam kontak senjata tersebut : Tengku Abdullah Syafe'i (usia 50thn, Panglima GAM), Daud Hasim (usia 60thn, GAM), Muhamad Isak (usia 32thn, GAM), Usman Abdullah (usia 25thn, GAM), Fatimah istri Tengku Abdullah (usia 53thn, GAM), serta dua orang anggota GAM lainnya tanpa identitas.


Tugas Operasi Luar Negeri Kostrad

Dalam Pembukaan Undang Undang Dasar (UUD) Negara Republik Indonesia tahun 1945 disebutkan bahwa bangsa Indonesia ikut serta melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial dalam rangka memperkuat cita-cita perdamaian dan solidaritas internasional.

Berkaitan dengan hal tersebut maka Indonesia ikut berpartisipasi secara aktif memecahkan perselisihan antar bangsa dan negara di dunia dengan jalan damai. Tentara Nasional Indonesia (TNI) khususnya Kostrad diberi kehormatan sebagai duta bangsa Indonesia untuk mengirimkan pasukan perdamaian dunia dan bantuan kemanusiaan dalam pelaksanaan tugas-tugas internasional dibawah naungan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB). Untuk tugas ini, Kostrad tergabung dalam Satgas Gabungan yang dinamakan Satgas Kontingan Garuda atau Satgas Konga. 

Peran dan tugas Kostrad dalam pasukan PBB antara lain melaksanakan Operasi Pengawasan Gencatan Senjata, Operasi Demobilisasi dan Perlucutan Senjata, Operasi Perlindungan Keamanan dan Keselamatan, Operasi Pengawasan Polisional, dan Operasi Bantuan Kemanusiaan antara lain di negara Kamboja, Filipina, Iran, China, Lebanon, Bosnia, Kongo, dan Somalia.

Diorama kembali dipamerkan untuk menggambarkan bagaimana peran serta Kostrad dalam misi perdamaian dunia khususnya dalam bantuan kemanusiaan untuk kesehatan dan pengobatan. Melalui diorama tersebut coba diperlihatkan bagaimana Serma Ismail dan Serka Azwar yang tergabung dalam Satgas Konga XX D (Kontingan Garuda Ke-20 D) Kompi Zeni dengan didampingi Lettu Alpha Qabuka (Tentara Kongo) sedang mengadakan pengobatan massal terhadap Suku Pygmies Wilayah Beni Brigade Ituri Provinsi Ituri, Kongo, Afrika tengah di tahun 2010.

kiri : diorama 5 (lima) prajurit Yonzipur 10/2 Kostrad yang tergabung dalam TMMD Tanggap Darurat Ke-74 Tsunami Aceh melakukan evakuasi jenazah pada tahun 2005. Mereka adalah : Pratu Dede Hidayat, Pratu Sopian, Pratu I Nyoman Mawan, Serda Agus Trimawan, dan Sertu Samijan.; kanan : diorama diorama pemberangkatan Batalyon 328 Kostrad dalam Operasi Trikora

Akhirnya, semua yang dilakukan Kostrad baik operasi militer maupun operasi kemanusiaan di dalam dan luar negeri adalah sebuah pengabdian luhur anak-anak bangsa Indonesia, bukan saja bagi bangsa dan negara Republik Indonesia, melainkan juga untuk masyarakat internasional.

Bagi Kostrad bukan tugas apa yang akan dilakukan, akan tetapi bagaimana tugas tersebut dapat dilakukan dengan sebaik-baiknya demi bangsa dan negara tercinta yakni Republik Indonesia. Dan semuanya seakan terbayar lunas dengan melihat bagaimana Kostrad yang terus bertumbuh hingga saat ini serta terus menjadi salah satu kekuatan tempur terdepan di tubuh Tentara Nasional Indonesia.

Sumber : Museum Dharma Bhakti Kostrad, Mabes Kostrad Jakarta

[Miechell Koagouw]

Penjabat Bupati Flotim Berjanji Berikan Kapal Ikan Bagi Korban Penyanderaan

RABU, 28 SEPTEMBER 2016

LARANTUKA --- Penjabat Bupati Flores Timur (Flotim), Emanuel Kara atas nama pemerintah kabupaten berjanji akan memberikan bantuan kapal penangkap ikan bagi ketiga korban penyanderaan kelompok Abu Sayaf asal desa Laton Liwo.


Pernyataan Emanuel Kara ini disampaikan saat acara serah ketiga korban penyanderaan dari pemerintah kabupaten Flores timur kepada keluarga korban dan jamuan makan malam di rumah jabatan bupati Flotim, Selasa (27/9/2016) malam.

“Pemerintah akan berikan bantuan kapal ikan bagi ketiga saudara kita korban penyanderaan Abu Sayaf agar mereka bisa memanfaatkannya untuk mencari nafkah,” ujarnya.

Bantuan kapal penangkap ikan diberikan karena sesuai dengan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki ketiga korban penyanderaan ini. Selama di Malaysia hingga ditangkap, ketiganya bekerja di kapal ikan milik perusahaan Malaysia.

“Bantuan kami berikan sesuai keterampilan mereka dan kami berharap dengan adanya bantuan ini mereka tidak akan merantau ke Malaysia lagi,” terangnya.

Emanuel juga meminta maaf apabila selama Emanuel Arakian Maran, Theodorus Kopong Koten dan Laurensius Lagadoni Koten ditahan, Pemda Flotim tidak memberikan bantuan bagi keluarga korban sesuai dengan apa yang diharapkan.

“Saya sebagai pejabat bupati mengimbau agar memanfaatkan potensi yang ada sehingga tidak perlu merantau. Lebih baik jadi tuan di negeri sendiri daripada jadi budak di negeri orang,” pintanya.

Sementara itu, Emanuel membantah ada uang tebusan. Setahunya, pemerintah Indonesia tidak memberikan uang tebusan dan hanya melakukan negosiasi saja.

Selain itu paparnya, pihak perusahaan tempat ketiga korban penyanderaan bekerja akan membayar gaji dan hak-hak selama mereka disandera sebagai bukti bahwa perusahaan juga tidak lepas tangan atas kejadian yang menimpa karyawannya.

“Saya berharap agar warga Flotim lainnya yang bekerja di perairan Malaysia agar lebih berhati-hati dan waspada agar tidak disandera kelompok teroris Abu Sayaf,”imbaunya.
[Ebed De Rosary]

Cendana TV