Melihat Prestasi Tim Robot Universitas Brawijaya

220
Tim Robot UB
MALANG — Tim Robot Universitas Brawijaya (UB) merupakan salah satu peserta pameran yang ikut mengisi stan dalam acara Creator Fest (CF) di gedung Samantha Krida. Tim Robot UB dalam acara CF kali ini memamerkan tiga buah robot andalan mereka dalam mengikuti kontes. Tidak hanya sekedar memamerkan, Tim ini juga memberikan penjelasan mengenai cara kerja ketiga robot tersebut kepada para pengunjung.
Andi Kurnia salah satu anggota Tim Robot UB ini menjelaskan bahwa ketiga robot tersebut sering mereka ikutkan dalam kompetisi Robot.
Robot pertama yaitu Robot Atom yang pernah menjadi juara harapan satu Kontes Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI) tingkat regional tahun 2014. Menurutnya, selain memiliki kemampuan dasar seperti berjalan, menggiring, menahan dan menendang bola, robot ini juga mampu mendeteksi bentuk dan warna bola. Selain itu, robot ini juga memiliki kemampuan mapping atau memetakan dimana daerahnya sendiri dan daerah lawan. 
” Jadi robot ini tidak hanya sekedar bermain, tetapi juga mampu mengetahui dimana gawangnya dan dimana gawang lawan, sehingga tidak salah memasukkan bola. Robot ini juga sudah dilengkapi dengan wifi untuk mengaktifkannya,” katanya di Malang, Selasa (17/11/2015).
Robot yang kedua yaitu robot Agra yang pernah menyabet beberapa penghargaan yaitu juara dua Kontes Robot Seni Indonesia (KRSI) tingkat regional 2013, juara satu KRSI 2014, juara dua KRSI tingkat regional 2015 dan juara dua KRSI tingkat Nasional 2015. Selain itu, Robot Agra juga mendapat penghargaan best design KRSI tingkat Regional 2014 dan best design KRSI tingkat Nasional 2015. Dengan menggunakan sensor suara, robot ini secara otomatis akan bergerak dan menari jika diperdengarkan sebuah lagu dan akan otomatis berhenti jika lagu tersebut berhenti. 
Robot yang ketiga yaitu robot pemadam api yang berhasil menyabet juara tiga dalam ajang Kontes Robot Pemadam Api Indonesia (KRPAI) tingkat regional 2015. Dalam memadamkan api, robot ini dilengkapi dengan sensor panas dan sensor suhu untuk mendeteksi titik api serta kipas untuk memadamkan api. 
“Jadi robot ini jika memasuki ruangan tetapi tidak menemukan titik api maka robot ini akan keluar, tetapi kalau terdapat titik api maka robot ini akan mendeteksi untuk kemudian dipadamkan,”ungkapnya.
Disini mereka memilih menggunakan kipas untuk memadamkan api karena lebih fleksibel dan lebih ringan jika dibandingkan dengan menggunakan air. Apabila kita menggunakan air, otomatis kita harus menampung air dan itu bisa menambah beban sehingga gerakan robot akan lebih lambat.
Sementara itu menurut Andi, Tim Robot UB sendiri diisi oleh 50 orang anggota yang dibagi menjadi lima sub divisi yaitu KRAI, KRPAI, KRSI, KRSBI dan Managerial.
JURNALIS : AGUS NURCHALIQ

Jurnalis Cendana News wilayah Jawa Timur/Malang. Gabung dengan Cendana News Maret 2015. 

Akun twitter : @shugabst2
Baca Juga
Lihat juga...