Deklarasikan Tekad Laskar Ampera Arief Rachman Hakim Angkatan 66 Tolak KGB

867
SELASA, 29 MARET 2016
Jurnalis : Miechell Koagouw / Editor : ME. Bijo Dirajo /  Sumber Foto: Miechell Koagouw

JAKARTA — Dialog interaktif Kudeta G30S/PKI Dalam Perspektif Supersemar yang diadakan DPP Laskar Ampera Arief Rachman Hakim Angkatan 66  menggali kembali sejarah perjuangan angkatan 66 sekaligus menggugah generasi muda negeri ini agar menyadari apa yang sedang dihadapi di jaman reformasi seperti sekarang ini.
Mayjen TNI (purn) Kivlan Zen menunjukkan Tabloid Historia dalam acara Dialog Interaktif di Graha 66 Jakarta, diapit Drs.Firdaus Wajdi (kiri) dan DR.dr.Sorimuda Fohan SPOG (kanan, kemeja putih)
Peristiwa G30S/PKI tahun 1965 bukan sekedar kekisruhan, akan tetapi sebuah usaha kudeta dan tindakan makar terhadap Negara Republik Indonesia yang dilakukan oleh PKI (Partai Komunis Indonesia) untuk mengkhianati Pancasila.
Hal tersebut adalah ungkapan nyata seorang pelaku sejarah angkatan 66, Sorimuda Fohan, yang memimpin ribuan demonstran dari elemen mahasiswa dan pelajar saat mereka berjalan melintasi sungai kecil sepanjang Cikini dan Raden Saleh kembali menuju sentra komando Jalan Salemba 6 demi menghindari rencana penembakan massal yang akan dilakukan satuan Pelopor dan Cakrabirawa.
Korban akhirnya jatuh seorang Arief Rachman Hakim, sebagai Pahlawan Amanat Penderitaan Rakyat dari elemen mahasiswa kala itu. Anak dari seorang ibu tunggal bernama Hakimah, tewas tertembus peluru demi memperjuangkan tiga tuntutan rakyat kala itu, yakni : Turunkan harga, Bubarkan PKI, dan bubarkan Parlemen yang saat itu sudah terkontaminasi oleh faham Nasakom (Nasionalis, Agama, Komunis) yang notabene adalah pengikut PKI.
Berdasarkan fakta sejarah tersebut, maka sudah sewajarnya tindakan Komnas HAM yang menyudutkan pemerintah RI untuk meminta maaf kepada PKI berikut penerbitan massal majalah ‘Historia’ di toko-toko buku seluruh Indonesia, yang mengangkat kisah pemberontakan dan pembantaian yang dilakukan PKI adalah sebuah sejarah ‘kepahlawanan’, melukai perjuangan angkatan 66 sebagai pelaku sejarah sekaligus memutarbalikkan bukti sejarah perjuangan angkatan 66.
Pembunuhan kaum alim ulama yang dilakukan oleh PKI, pembunuhan sadis kepada Tujuh Jendral TNI AD di lobang buaya, pemaculan kepala para anggota TNI AD yang tertangkap oleh PKI, sepertinya hal-hal tersebut disembunyikan oleh orang-orang pengusung Komunisme Gaya Baru (KGB) saat ini demi memperjuangkan kembalinya faham komunis di bumi Indonesia.
Pelaku sejarah angkatan 66, DR.dr.Sorimuda Fohan SPOG, dalam pemaparan sejarah gerakan mahasiswa angkatan 66 pada acara dialog interaktif di Graha 66 Jakarta
Saatnya angkatan 66 bangkit untuk menyangkal pemutarbalikan fakta sejarah tersebut dalam sebuah aksi nyata dan bukan lagi sebatas retorika belaka. Oleh karena itu, Dialog Interaktif yang diadakan DPP Laskar Ampera Angkatan 66 menghasilkan deklarasi bersama antara lain :
1. Menolak Keras! Rencana pencabutan TAP MPR/MPRS No.25/1966 tentang larangan Partai Komunis Indonesia
2. Menolak Keras! Pencabutan UU No.27/1999 tentang makar dan larangan penyebaran ajaran komunisme/marxisme dan leninisme
3. Melakukan interupsi Keras terhadap Komnas HAM sebagai pihak yang telah melukai sekaligus mengkersilkan perjuangan dan pengorbanan rakyat di tahun 1966
Mayjend TNI (purn) Kivlan Zen beserta seluruh elemen komponen angkatan 66 mengajak anak-anak muda bangsa agar tidak terpengaruh dengan propaganda KGB yang terus berusaha merusak tatanan negeri ini.
“Mereka berbicara tentang teori hak asasi, akan tetapi kita bicara dengan data dan fakta sejarah! dan mereka selalu menghindari pertemuan langsung dengan kita, maka sekarang saatnya kita yang datang menghampiri mereka agar mata mereka terbuka akan sejarah tentang kebrutalan PKI bukannya ‘kepahlawanan’ omong kosong seperti yang mereka propagandakan,” papar Kivlan Zen mengakhiri pendeklarasian tekad angkatan 66 di Graha 66 Taman Ismail Marzuki Jakarta.
Acara dialog dipandu oleh Abdul Muis sebagai moderator, dengan nara sumber :
1. Mayjend TNI (purn) Kivlan Zen, mantan Kepala Staf Kostrad TNI AD
2. Drs.Firdaus Wajdi, pelaku sejarah Tritura angkatan 66
3. DR.dr.Sorimuda Fohan SPOG, pelaku sejarah angkatan 66, mantan ketua senat mahasiswa Fakultas kedokteran UI yang membacakan tuntutan mahasiswa kala itu di hadapan Kolonel Sarwo Edi Wibowo
Turut hadir para undangan :
1. Marsekal Muda Amirullah, Sekjen Gerakan Bela Negara
2. Drs. Sutrimo, perwakilan dari Kemenhan RI
3. Irjen Pol Carlo Tewu, perwakilan dari Kemenpolhukam RI
4. Perwakilan elemen mahasiswa seluruh Jakarta
5. Aktivis KAPPI Palembang
6. Seluruh DPW Laskar Ampera angkatan 66 dari seluruh Indonesia
Baca Juga
Lihat juga...