SABTU, 13 AGUSTUS 2016

ACEH --- Sedikitnya 10 prajurit TNI di jajaran Korem 011/Lilawangsa, Lhokseumawe, Aceh, terancam bakal di pecat. Kesembilan prajurit tersebut oleh hakim pengadilan militer didakwa telah melakukan sejumah pelanggaan kedinasan hingga melarikan diri dari satuan.


Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa, Kolonel Inf Dedy Agus Purwanto, mengatakan, sembilan dari 10 prajurit yang melakukan pelanggaran tersebut telah menjalani persidangan militer. Sidang dilakukan di pengadilan Militer dan Oditurat Militer I-01/Banda Aceh.

Ia menilai, kesepuluh prajuritnya tersebut pantas menerima hukuman berat akibat pelanggaran yang mereka lakukan. 

“Pertama disersi dalam masa damai yang artinya dalam keadaan tidak perang dia melarikan diri dari dinas militer dari kesatuannya, yang kedua menyalahgunakan pemakaian narkotika,” katanya, Sabtu (13/8/2016).

Ia menambahkan, selama ini pihaknya sudah melakukan pengawasan kepada seluruh anggota khususnya yang berada di jajaran Korem 011/Lilawangsa. Selain itu, pihaknya juga sudah membuat pakta intregritas yang ditangani oleh masing-masing prajurit dan istri.

Dalam perjanjian tersebut, lanjutnya tertuang poin untuk tidak memakai dan mengedarkan narkoba. Katanya, jika masih ada prajurit yang berani mencoba dan ditemukan masih melakukan hal tersebut maka akan diberikan sanksi berupa pemecatan.

“Keputusan itu sesuai dengan kebijakan Panglima TNI yang menyatakan bahwa setiap pelanggaran yang berkaitan dengan disersi, asusila apa lagi dengan KBT (keluarga besar TNI) dan penyalahgunaan narkoba,  baik sebagai pemakai maupun pengedar akan diberhentikan dengan tidak hormat dari dinas militer,” pungkas Dedy Agus Purwanto.(Zulfikar Husein)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: