SENIN, 15 AGUSTUS 2016

ACEH --- Sebelas tahun usia perdamaian Aceh, Komunitas Demokrasi Aceh Utara (KDAU) menilai, masyarakat Aceh masih lemah dalam pendidikan dan pembangunan. Pasalnya selama ini, KDAU menilai kedua hal tersebut belum menjadi prioritas pemerintah daerah.


“Sampai saat ini kita masih sangat lemah dalam urusan pembangunan dan pendidikan. Kedua hal ini masih belum menjadi priorotas Pemerintah Aceh,” ujar Intan Hayyu, aktivis KDAU, kepada Cendana News, Senin (15/8/2016).

Menurut Intan, dua hal tersebut menjadi tolok ukur kemajuan suatu daerah. Katanya, suatu daerah akan terus tertinggal jika pembangunan dan pendidikan masih belum baik. “Daerah itu akan terus tertinggal,” katanya.

Seharusnya, menurut Intan, 11 tahun Aceh hidup dalam keadaan damai, kedua hal tersebut menjadi prioritas utama pemerintah daerah dalam melaksanakan pembangunan. Katanya, bukan sebaliknya, lebih mengutamakan kepentingan pribadi dan elit semata.

Ia sendiri menyebutkan pemerintah belum memprioritaskan pembangunan dan pendidikan karena selama ini, pemerintah seolah asal-asalan dalam kedua hal tersebut. 

“Contohnya saja pembuatan jalan yang asal-aslan, tidak adanya program pendidikan yang bermutu, tidak ada lowongan kerja baru dan sebagainya, itu menunjukkan bahwa kedua hal itu tidak diprioritaskan oleh pemerintah kita,” jelasnya.

Ia berharap, kedepan Pemerintah Aceh, lebih memprioritaskan pembangunan dan pendidikan utnuk membjuat Aceh mampu bersaing dengan daerah lain. Menurutnya, kedua hal tersebut adalah satu-satunya cara terbaik untuk membuat Aceh sejajar dengan daerah-daerah lai yang sudah lebih dulu maju.(Zulfikar Husein)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: