JUMAT, 26 AGUSTUS 2016

SOLO --- Sebanyak 12.600 warga miskin tidak produktif di Jawa Tengah akan diberikan santunan sebesar Rp 250 ribu per bulan oleh Pemerintah Provinsi. Pemberian santuan ini diberikan karena belasan ribu warga miskin tidak produktif itu tidak tercover oleh jaminan kesehatan maupun jaminan sosial. Hal ini diungkapkan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, saat penanaman bawang putih di Tawangmangu, Karanganyar beberapa hari lalu. 


Menurut Ganjar, pemberian santunan sebesar Rp250 ribu per bulan bagi warga miskin tidak produktif karena dinilai sangat perlu. 

“Santunan ini diberikan kepada warga miskin khususnya penyandang cacat atau difable, yang tidak bisa bekerja dan tidak ter-cover oleh jaminan kesehatan,” kata Ganjar kepada awak media.

Program yang dikenalkan oleh Gubernur sebagai program Jateng Sejahtera ini akan diberlakukan pada bulan September 2016 nanti. Belasan ribu warga miskin yang menjadi sasaran program Jateng Sejahtera karena mereka tidak mampu membayar angsuran BPJS dan kesulitan membeli bahan pokok makanan sehari-hari. 

“Dari data dari kita setidaknya ada 12.600 sekian warga miskin tidak produktif ini yang tidak ter-cover jaminan kesehatan maupun jaminan sosial. Mereka adalah kaum difabel yang tidak bisa bekerja,” terangnya.


Untuk melancarkan program Jateng Sejahtera ini, setidaknya Pemprov Jateng membutuhkan dana Rp 9 milliar. Program Jateng Sejahtera ini akan memberikan santunan sebesar Rp 250 ribu per KK per bulan. 

“Ini sebagai ganti untuk mendapatkan jaminan kesehatan serta jaminan untuk makan. Kita usahakan mulai bulan depan santunan ini diberikan kepada warga miskin,” tandas Ganjar.
[Harun Alrosid]
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: