MINGGU, 21 AGUSTUS 2016

JAKARTA --- Lamanya menunggu antrean hingga beberapa tahun kedepan agar bisa segera menunaikan Rukun Islam yang ke-5, Haji dituding menjadi faktor penyebab utama 117 orang Warga Negara Indonesia (WNI) dari berbagai daerah, nekat mencoba pergi dengan menggunakan paspor negara lain, yaitu Filipina.


Mereka rupanya mencoba "keberuntungan" dengan cara memanfaatkan sisa kuota atau jatah haji negara Filipina yang sebelumnya telah ditetapkan oleh Pemerintah Arab Saudi. Namun sayangnya impian mereka untuk bisa naik haji ke Arab Saudi melalui Filipina pupus sudah, karena saat menjelang  keberangkatan, mereka tertahan oleh pihak imigrasi Pemerintah Filipina.

Pihak imigrasi Filipina berdalih bahwa mereka bukanlah warga negara Filipina, kemudian paspor Filipina yang digunakan oleh 117 WNI untuk naik haji tersebut diduga "aspal" asli tapi palsu. Mereka diamankan oleh pihak imigrasi Filipina ketika hendak berangkat naik pesawat Philipine Airlines (PAL) dengan nomor penerbangan PR 8969 di Bandara Internasional Ninoy Aquino (NAIA) Manila City, Filipina, pada Jumat dini hari (19/8/2016).

Selain mengamankan 117 WNI, pihak imigrasi Filipina juga mengamankan 5 orang warga Filipina yang diduga sebagai sindikat, dari hasil pemeriksaan mereka mengakui bahwa ke 117 WNI nekat tersebut menggunakan paspor Filipina untuk berangkat naik haji, alasannya jatah atau kuota keberangkatan haji Pemerintah Indonesia yang sudah ditetapkan sebelumnya oleh Pemerintah Aran Saudi sudah habis dalam beberapa tahun kedepan.

Retno Lestari Priansari Marsudi, Menteri Luar Negeri (Menlu) Republik Indonesia mengatakan "terkait dengan kasus 117 WNI yang penggunaan paspor palsu dan tinggal sementara secara ilegal di negara Filipina sedang kita dalami, mereka sudah didampingi oleh pertugas perwakilan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) kita yang ada di Manila, Filipina" katanya kepada wartawan di Jakarta, Minggu (21/8/2016).

"Saya belum tahu bagaimana nasib ke 117 WNI nantinya, yang jelas sampai saat ini mereka masih ditahan oleh pihak imigrasi Filipina, artinya apakah nantinya mereka akan gagal menunaikan ibadah naik haji ke Arab Saudi, karena biasanya kemungkinan besar mereka akan segera dideportasi atau dipulangkan oleh Pemerintah Filipina ke Indonesia, kita lihat saja nanti bagaimana perkembangannya," demikian penjelasan Menteri Luar Negeri, Retno Lestari Priansari Marsudi.
[Eko Sulestyono]
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: