KAMIS, 25 AGUSTUS 2016

BALIKPAPAN ---  Pemerintah kota Balikpapan memperkirakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) kota Balikpapan tahun ini defisit diatas Rp.500 miliar. Angka tersebut melonjak dari perkiraan sebelumnya yang disebut-sebut hanya Rp.300 miliar.


Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Balikpapan, Sayid MN Fadli menuturkan, jika tidak ada bantuan provinsi, defisit anggaran daerah dapat mencapai Rp 700 miliar.

“Apabila tidak ada bantuan Pemerintah Provinsi Kaltim berarti defisit kita bisa mencapai Rp 700 miliar. Tapi masih terus kita komunikasikan,” sebutnya, Kamis (25/8/2016).

Dituangkan dalam Peraturan Presiden Nomor 66 Tahun 2016, tentang Bantuan Keuangan Daerah. Diperkirakan APBD Balikpapan terus tergerus karena dana bagi hasil, dana alokasi umum dan dana alokasi khusus terpangkas.

Sayid mengatakan, apabila kondisi defisit ini terjadi maka beberapa upaya akan dilakukan yang rencananya akan menunda pembayaran sejumlah proyek yang bersumber dari APBD Balikpapan 2016.

Sementara itu, Walikota Balikpapan, Rizal Effendi mengungkapkan, saat ini sedang menginventarisir proyek-proyek yang pembayaran yang akan ditunda. Meski diakuinya, kebijakkan tersebut akan menyulitkan pihak kontraktor.

Selain itu, pihaknya juga berkoordinasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), terkait rencana penundaan pembayaran sejumlah proyek tersebut, sehingga tak menjadi temuan.

“Sekarang masih dikonsultasikan ke BPK untuk memperjelas mekanisme dan aturannnya. Tapi proyek tetap jalan, karena kan kita memang mengalami defisit anggaran daerah,” tutupnya.
[Ferry Cahyanti]
Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: