MINGGU, 14 AGUSTUS 2016

BALI --- Berbagai cara dilakukan untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-71. Salah satunya adalah pameran mobil kuno yang diselenggarakan Perhimpunan Penggemar Mobil Kuno Indonesia‎ (PPMKI) Provinsi Bali. Organisasi yang mengoleksi mobil langka itu memamerkan 71 mobil tua. Selain mobil tua, terdapat juga 58 motor klasik yang dipamerkan komunitas Bali Classic Motor Show (BCMS).


Di antara puluhan ‎mobil tersebut, terdapat tiga unit mobil kepresidenan di masa pemerintahan Presiden Soekarno. Ketua PPMKI Provinsi Bali, dr Mahayasa menuturkan, organisasinya memilih 71 unit mobil langka untuk dipamerkan sesuai tahun Kemerdekaan Indonesia. "Angka 71 itu sesuai hari Kemerdekaan Indonesia. ‎Acara ini dibuka hari ini hingga 21 Agustus mendatang," kata Mahayasa, Minggu 14 Agustus 2016.

‎Menurutnya, mobil-mobil yang dipamerkan tak hanya antik, namun juga memiliki nilai historis yang tinggi. 

"Yang kita pamerkan ini tidak hanya antik, tapi juga punya nilai historis tinggi," ucapnya.

‎Katanya, semua mobil yang dipajang bernilai sejarah lantaran berasal dari era 1930-an atau menjelang perang dunia pertama hingga era tahun 1960-an menjelang krisis minyak dunia. 


Menariknya, ada tiga ‎mobil yang dipamerkan adalah mobil kepresiden RI Bung Karno yang didatangkan dari luar Bali.‎ Mobil-mobil itu dulunya digunakan oleh para pendiri bangsa, para pahlawan, para orang tua , saat berjuang melawan penjajah. Mobil itu baru dipamerkan setelah 71 tahun tersimpan di garasi kolektor.

"Mobil-mobil ini secara tidak langsung ikut berjasa dalam memperjuangkan kemerdekaan, karena menjadi alat transportasi pada masa itu.Saat bertempur melawan penjajah, ada yang terpaksa dikubur di dalam tanah agar tidak dirampas," tuturnya.

Adapaun mobil-mobil yang heroik di masa lalu yang dipamerkan dalam acara ini di antaranya adalah Ford A 1913, Dodge Brothers 1920, trio Hudson, Essex dan Vauxhall yang juga mewakili era pre war dan Plymouth 1948 mantan Ibu Negara Fatmawati. Chevrolet Belair 1955, 1956 dan 1957, yang jadi favorit para penggemar mobil klasik di seluruh dunia.

Sebagian besar yang dipamerkan ini belum pernah tampil di muka publik dan baru sekali ini unjuk diri di tengah-tengah masyarakat. 

"Jadi, kesempatan untuk melihat lebih dekat sama langkanya dengan kesempatan para kolektor saat menemukannya," pungkasnya.‎(Bobby Andalan)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: