SELASA, 30 AGUSTUS 2016

JAKARTA --- Pelaksanaan peraturan dan sanksi tegas terkait dengan pemberlakuan plat nomor ganjil dan genap yang efektif mulai diberlakukan sejak hari ini, Selasa (30/8/2016), di beberapa kawasan ruas jalan-jalan protokol di Ibukota Jakarta telah menimbulkan beragam reaksi, baik pro dan kontra di tengah warga masyarakat, terutama pengguna dan pemilik kendaraan bermotor pribadi.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau yang akrab dipanggil Ahok
Pantauan Cendana News, sejak tadi  pagi mulai pukul 07:00 WIB hingga pukul 10:00 WIB, petugas kepolisian setidaknya telah merazia dan menilang sebanyak 70 mobil berplat ganjil yang kebetulan sedang melintas di seputar kawasan Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Padahal nanti sore mulai pukul 16:00 WIB hingga pukul 20:00 WIB, peraturan plat nomor ganjil dan genap kembali diberlakukan.

Kebanyakan warga masyarakat yang mobilnya ditilang dan dirazia melakukan protes keras dan tidak bisa menerima begitu saja karena mereka "mau tidak mau" harus membayar uang denda minimal sedikitnya 100 ribu Rupiah di Kantor Samsat terdekat. Bahkan mereka awalnya kebanyakan tidak mau menandatangani surat tilang yang dibuat oleh aparat kepolsian setempat.

Para pengemudi dan pemilik kendaraan bermotor yang kena razia kebanyakan mengaku kesal, karena menurut pendapat mereka harusnya terlebih dahulu mendapatkan surat teguran, jangan langsung ditilang dan disuruh membayar denda sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Mereka merasa dirugikan dengan adanya peraturan dan ketentuan yang sangat tidak berpihak kepada warga masyarakat.

Sementara itu, pihak kepolisian berdalih dan beralasan bahwa puluhan kendaraan bermotor yang ditilang dan dirazia tersebut karena plat nomor angka belakangnya ganjil, padahal hari ini tanggalnya genap, yaitu tanggal 30 Agustus 2016. Berarti yang boleh melintas hanya kendaraan yang pelat nomor genap, sedangkan tanggal 31 Agustus 2016 besok hari Rabu, giliran plat nomor kendaraan ganjil yang diperbolehkan melintas.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan "wajar apabila kemudian ada tanggapan atau reaksi pro dan kontra dari warga masyarakat terkait pemberlakuan sanksi peraturan penggunaan pelat nomor ganjil dan genap kendaraan bermotor yang melintas pada jam-jam tertentu di beberapa jalan-jalan protokol di Ibukota Jakarta, namun saya masih belum menerima laporan lengkap terkait evaluasi pelaksanaan peraturan tersebut" kata Gubernur yang akrab dipanggil Ahok tersebut di Gedung Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Selasa siang (30/8/2016).
(Eko Sulestyono)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: