SENIN, 8 AGUSTUS 2016

MALANG --- Dilatarbelakangi keinginannya untuk dapat menciptakan kemandirian pangan bagi keluarga, Riza Rahman Hakim, S.Pi, M.Sc salah satu dosen perikanan di Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menuangkannya dalam sebuah konsep yang unik yaitu 'One house one pond' (satu rumah satu kolam) yang ia terapkan melalui  budidaya ikan lele sistem Biona di lahan perkotaan.


Riza menuturkan, melalui konsepnya tersebut ia berhasil mendapatkan beasiswa untuk belajar mengenai perikanan selama kurang lebih dua minggu di Belanda pada bulan Maret yang lalu. Menurutnya, untuk mendapatkan beasiswa tersebut, selain penilaian mengenai Curicullum Vitae (CV) yang paling penting adalah produk apa yang dikembangkan sekarang.

"Dari seluruh dunia, yang diambil hanya 25 orang dari 10 negara,"jelasnya di Malang, Senin (8/8/2016).

Ia mengatakan, tujuan dari konsep 'One house one pond' (OHOP) ini sebenarnya adalah untuk menciptakan kemandirian pangan bagi keluarga, karena ikan hasil budidayanya tidak hanya bisa di konsumsi sendiri tetapi juga bisa di manfaatkan untuk berwirausaha. Selain itu juga bertujuan untuk mencukupi kebutuhan protein hewani dengan harga yang murah.

"Jika dibandingkan dengan daging sapi, kambing dan daging ayam, lebih murah ikan lele sebagai sumber protein hewani,"ucapnya.

Menurutnya, selama ini hanya sayuran yang biasa dibudidayakan di rumah, tapi kalau ikan masih belum banyak orang yang belum mengetahui. Namun begitu, setelah ia banyak mengisi materi dan mempromosikan konsep OHOP dengan budidaya ikan lele di berbagai kota, sekarang sudah banyak masyarakat yang mulai mengetahui dan menerapkannya.

"OHOP konsepnya satu rumah satu kolam, tetapi budidayanya nanti bisa macam-macam. Untuk sementara ini yang berhasil dibudidayakan adalah ikan lele, tetapi sekarang saya juga sudah merambah ke ikan Patin,"akunya.
[Agus Nurchaliq]
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: