JUMAT, 26 AGUSTUS 2016

SUMENEP --- Rusaknya alat rekam kartu tanda penduduk elektronik (E-ktp) di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur membuat puluhan ribu warga belum terlayani dalam pembuatan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Antisipasinya, dinas terkait mengeluarkan surat keterangan sementara pengganti Kartu Tanda Penduduk (KTP) untuk digunakan sesuai kebutuhan mereka masing-masing.


“Sejak tiga bulan lalu sekitar 30.000 orang yang sudah melakukan perekaman E-ktp, namun sekitar 20.000 masih belum selesai akibat tidak ada blangkonya. Makanya kami berencana mendatangi Kementerian Dalam Negeri untuk meminta tambahan blangko KTP,” kata Imam Subakti, Kepala Bidang Pelayanan Dokumentasi Kependudukan, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Sumenep, Jumat (26/8/2016).

Disebutkan, bahwa banyak kartu tanda penduduk yang belum juga disebabkan oleh sejumlah server alat rekam E-KTP di beberapa kecamatan daerah ini mengalami kerusakan. Akibatnya pembuatan Kartu Tanda Penduduk (KTP) terhambat, sehingga masyarakat selalu mengeluh karena kartu tanda penduduknya tak kunjung selesai.

“Makanya hari Senin saya akan pergi ke Jakarta untuk meminta blangko, supaya pada bulan September bisa selesai dan bisa menerima KTP elektronik. Sedangkan yang belum selesai sementara saya berikan surat keterangan penggangi KTP. Jadi sampai hari ini peralatan yang rusak itu ada enam server di kecamatan di daerah ini,” jelasnya.

Sedangkan perekaman E-KTP di daerah ini sudah mencapai 80 persen dari total keseluruhan sebanyak 27 kecamatan yang tersebar di wilayah daratan maupun kepulauan. 


Sementara itu, salah seorang pemohon Kartu Tanda Penduduk (KTP) di Kabupaten Sumenep, Aisyah berharap pemerintah segera mengatasi masalah kekurangan blangko Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan segera mengganti alat rekam yang kondisinya rusak. 

"Supaya pembuatan kartu tanda penduduk tersebut tidak menyulitkan bagi masyarakat, karena itu sangat dibutuhkan,” papar Aisyah. 
[M. Fahrul]
Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: