SENIN, 29 AGUSTUS 2016

BALIKPAPAN --- Menekan harga bahan pokok di kota Balikpapan, Pemerintah berupaya mengaktifkan kembali Pelabuhan Somber menjadi pelabuhan niaga. Rencana tersebut didukung oleh kalangan pengusaha logistik di kota ini. Diantaranya datang dari Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Kaltim.


Menurut Ketua Alfi Kaltim, Faisal Tola, untuk mengaktifkan kembali pelabuhan Somber tentunya diperlukan kesiapan infrastruktur dan fasilitas pergudangan yang sesuai dengan kebutuhan logistik. Selain itu, persoalan jam operasional pergudangan juga mempengaruhi harga jual bahan pokok yang ditetapkan oleh penjual.

"Sekarang tidak ada tarif mahal, tapi Balikpapan ini ada jalanan yang tidak bagus kondisinya. Jadi truk yang seharusnya bisa angkut sekali saja, jadi harus dua kali, tarif pun otomatis naik karena biaya angkutnya juga nambah karena harus dua kali handling," ungkapnya dalam acara Focus Group Diskusi dengan Pelabuhan lokomotif ekonomi Balikpapan yang diselenggarakan Forum Jurnalis Ekonomi Balikpapan, Senin (29/8/2016).

Sementara itu, Ketua Kadin Balikpapan Yaser Arafat mengungkapkan apabila pelabuhan somber beroperasi diperlukan pendataan yang jelas, untuk diketahui berapa jumlah komoditas yang dipasok ke Balikpapan.

"Tidak hanya mendatang barang yang masuk, perlu adanya pengawasan yang ketat agar harga bisa ditekan," ujarnya saat menjadi narasumber FGD.

Yaser menambahkan perlu adanya peran pemerintah yang ekstra karena ini terkait kebutuhan harga yang berdampak ke masyarakat.
[Ferry Cahyanti]
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: