MINGGU, 28 AGUSTUS 2016

SOLO --- Kasus narkoba di Indonesia menjadi perhatian khusus bagi Menteri Sosial RI, Khofifah Indar Parawansa. Pasalnya, peredaran narkoba ini telah banyak melibatkan anak-anak yang masih berumur belasan tahun. Bahkan, anak-anak yang masih remaja menjadi korban dari Drug Trafficking (Perdagangan Obat-Obatan).


Hal ini diungkapkan Menteri Sosial Khofifah usai menutup Konferensi Pekerja Sosial se-Asean di Solo, pada Jumat Malam (26/8) lalu. Khofifah bahkan meminta semua pihak untuk mewaspadai perdagangan obat-obatan yang terkait erat dengan kejahatan perdagangan dalam anak-anak.

”Anak-anak yang masih berusia 13, 14, 15 tahun  sekarang menjadi sasaran sebagai drug trafficking, yang awalnya korban dari  trafficking in children. Mereka yang awalnya korban perdagangan anak sekarang menjadi yang menjual narkoba," tandas Khofifah kepada awak media, Jumat malam (26/8/16). 

Menurut Khofifah, keterlibatan anak yang masih berusia belasan tahun dalam kasus peredaran narkoba telah banyak ditemukan. Tidak hanya diberbagai negara maju, di Indonesia juga telah banyak adanya anak-anak yang dijadikan sasaran untuk memasarkan narkoba. Tak hanya perdagangan obat-obatan, usia remaja saat ini juga menjadi sasaran untuk penyebaran paham radikalisme di Indonesia.


"Seperti kasus bom bunuh diri di Turki, ternyata pelakunya adalah anak-anak yang masih berusia 15 tahun. Artinya di usia yang masih anak-anak rupanya harus diwaspadai jangan sampai mereka terkena doktrin-doktrin radikalisme. Sebab, penyebaran doktrin-doktrin radiaklisme ini justru diberikan kepada mereka yang masih usia 13 sampai 15 tahun," imbuhnya.

Oleh karena itu, Khofifah mengajak masyarakat untuk mewaspadai fenomena kejahatan yang melibatkan anak-anak.  Hal inilah yang menjadi pokok pembahasan dan menjadi Pekerjaan Rumah bagi Indonesia dalam Konferensi Pekerja Sosial se-Asean. 

“Kita bersama-sama mengawasi anak-anak kita agar tidak menjadi korban dari drug trafficking maupun penyebaran paham radikalisme,” pungkasnya. 
(Harun Alrosid)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: