RABU, 10 AGUSTUS 2016

JAKARTA --- Wacana Program Full Day School (sekolah sehari penuh) yang dilontarkan Mendikbud, Muhadjir Effendy menimbulkan polemik di masyarakat. Menanggapi hal ini, Anggota Komisi X DPR RI, Anang Hermansyah menilai, program tersebut, semestinya dikaji lebih mendalam. Setiap ide dan gagasan harus berdasar pada peta persoalan pendidikan di Indonesia.


"Secara filosofis dan praksis, gagasan tersebut bermasalah,"sebut Anang melalui keterangan tertulis di Senayan Jakarta, Rabu (10/8/2016).

Anang menilai, ide full day school justru menunjukkan ketidakpahaman demografi pendidikan di Indonesia. 

"Menteri tidak paham kompleksitas masalah pendidikan kita seperti soal kesenjangan yang luar biasa antar daerah di Indonesia,"sebutnya.

Dikatakan, kesenjangan pendidikan mulai soal fasilitas infrastruktur, fasilitas penunjang hingga sumber daya tenaga pengajar menjadi salah satu sulitnya gagasan full day school terwujud.

Anang menyarankan kepada Mendikbud agar lebih baik menindaklanjuti soal Kurikulum 2013 (K-13) di era Anies Baswedan yang tak tuntas.

"Visi misi Presiden Jokowi melalui Nawacita di bidang pendidikan diakomodasi melalui K-13, bukan Full Day school," tegasnya

Lebih Lanjut Ia menambahkan, agar Mendikbud yang baru  lebih memiliki perhatian yang serius terhadap Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) mulai soal infrastruktur dan SDM hingga 10.985 desa yang belum memiliki SD.
[Adista Pattisahusiwa]
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: