KAMIS, 25 AGUSTUS 2016

JAKARTA --- Ali Nurdin S.H., tim kuasa hukum sekaligus pengacara Fandi Utomo, Anggota Komisi 2 DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat mengaku lega dan puas dengan keputusan Majelis Hakim yang memenangkan kliennya (Fandi Utomo) dalam persidangan gugatan terkait dengan hasil keputusan perolehan suara pada pemilihan anggota legislatif untuk Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Timur 1.

Ali Nurdin S.H., tim kuasa hukum sekaligus pengacara Fandi Utomo
Dengan adanya keputusan tersebut maka pihak Fandi Utomo mengaku sangat bergembira karena berarti sudah ada kepastian hukum terkait dengan putusan SBY yang sudah dibuat lama tepatnya pada tanggal 8 November 2014 untuk tidak melaksanakan putusan dari Mahkamah Partai (MP).

Tidak dilaksanakannya putusan Mahkamah Partai tersebut karena memang sebelumnya banyak persoalan, mulai dari proses pembentukan Mahkamah Partai, proses pemeriksaannya maupun kewenangan mengadili Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) yang merupakan memang kewenangan daripada Mahkamah Konstitusi (MK).

"Kami sangat mengapresiasi keputusan Majelis Hakim yang akhirnya memenangkan klien kami (Fandi Utomo) terkait dengan adanya  gugatan yang dilayangkan oleh pihak tergugat yaitu Ibu Lucy Kurniasari, dimana dalam persidangan tadi Majelis Hakim menyebut bahwa persoalan yang diajukan oleh pihak penggugat tersebut sepenuhnya merupakan persoalan internal Partai Demokrat" kata Ali Nurdin S.H., seusai persidangan di PN Jakarta Pusat, Kamis siang (25/8/2016)

Fandi Utomo, Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat
Ali Nurdin mengatakan "terkait dengan putusan Nomor 62 di Makmakah Partai Demokrat yang kemudian tidak dilaksanakan oleh Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Demokrat dalam hal ini Pak SBY ternyata hal itu dibenarkan oleh Majelis Hakim bahwa itu bukan kewenangan dari PN Jakarta Pusat, sehingga tidak dilaksanakannya putusan Mahkamah Partai Demokrat oleh DPP Partai Demokrat tersebut bukanlah suatu tindakan yang melawan hukum" katanya kepada wartawan di PN Jakarta Pusat.

Dengan adanya keputusan dari Majelis Hakim PN Jakarta Pusat, maka dengan demikian Fandi Utomo tetap bertugas seperti biasa sebagai Anggota Komisi 2 DPR RI. Sementara itu Lucy Kurniasari, mantan Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat 2009-2014 sebagai pihak penggugat tidak berkomentar apa-apa dan langsung bergegas meninggalkan ruangan persidangan PN Jakarta Pusat.
(Eko Sulestyono)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: