JUMAT, 5 AGUSTUS 2016

LAMPUNG --- Kemacetan akibat volume kendaraan yang banyak melintas di sepanjang Jalan Lintas Sumatera khususnya di ujung Selatan Pulau Sumatera di wilayah Bakauheni, Direktorat Jenderal (Dirjen) Bina Marga dan Perumahan Rakyat wilayah provinsi Lampung akan melakukan pelebaran ruas jalan tersebut. 


Proses pelebaran jalan yang akan dilakukan dalam waktu dekat ini menurut Sekretaris Kecamatan Bakauheni, Zaidan, masih dalam tahap sosialisasi kepada aparat desa se-Kecamatan Bakauheni. Setelah seluruh aparat desa Bakauheni mendapat sosialisasi tersebut tahap selanjutnya masyarakat yang selama ini tinggal di tanah yang oleh masyarakat disebut dengan "tanah BM" yang akan dilebarkan.

Zaidan mengungkapkan, sosialisasi penting dilakukan agar jauh-jauh hari masyarakat yang tinggal di wilayah terdampak pelebaran jalan bisa mempersiapkan diri seperti halnya pembebasan tanah untuk pembangunan jalan tol Sumatera. Selama ini ia mengakui bahwa sebagian besar tanah Bina Marga yang memiliki lebar sepanjang 30 meter dengan total 10 meter sudah digunakan untuk Jalinsum, sebagian ruas jalan tersebut digunakan masyarakat sebagai lokasi tempat tinggal.

"Sebagian masyarakat yang tinggal di tanah Bina Marga sudah tahu soal status kepemilikan tanah meski mereka tahu tapi tetap membangun tempat tinggal di lokasi tanah BM dan kita lakukan sosialisasi terkait rencana pelebaran jalan yang akan dilakukan Dirjen Bina Marga,"ungkap Zaidan saat dikonfirmasi Cendana News, Jumat (5/8/2016).

Ia berharap dengan sosialisasi tahap awal kepada aparat desa, selanjutnya akan disampaikan kepada masyarakat agar masyarakat mengetahui rencana pemerintah dan mendukungnya. Ia mengungkapkan sembari melakukan proses sosialisasi, ia mengharapkan pihak aparat desa segera melakukan pendataan terkait warga yang tinggal di lokasi tanah BM meliputi pendataan luasan lahan serta luas bangunan yang akan terkena dampak pelebaran.

Secara tekhnis, ungkapnya, pihak Bina Marga akan melakukan proses pemasangan patok untuk memberi tanda batas wilayah jalan yang selama ini sebagian patok sudah hilang bahkan sudah masuk ke dalam bangunan milik warga. Patok akan dipasang sepanjang 15 meter dari as kiri dan kanan jalan sepanjang Jalan Lintas Sumatera. Proses pemasangan patok menurut Zaidan baru akan dilakukan pada (14/8) mendatang sehingga sosialisasi dilakukan jauh-jauh hari.

"Kita lakukan sosialisasi agar masyarakat tidak kaget dengan adanya proses pematokan dan mengetahui lokasi tempat tinggal yang selama ini dibangun sehingga saat ada proses penggusuran maka status kepemilikan tanah bisa diketahui,"ungkap Zaidan.

Kepala Desa Bakauheni, Syahroni mengungkapkan, menyambut positif langkah yang dilakukan oleh pemerintah tersebut terutama dalam upaya menertibkan sepadan jalan yang selama ini menjadi penyebab kemacetan saat arus kendaraan pada masa liburan. Akibatnya masyarakat yang akan melakukan aktifitas terganggu dengan hanya ada satu akses utama warga di Jalan Lintas Sumatera.

Selain itu, khusus di Kecamatan Bakauheni, bekerjasama dengan Polsek Penengahan, Koramil 421/03 Penengahan, Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Lampung Selatan telah dilakukan himbauan kepada para pedagang pengguna tanah Bina Marga agar melakukan relokasi. Relokasi yang akan dilakukan selama ini masih dalam tahap pemberitahuan lisan dan pada saat proses pelebaran jalan oleh Dirjen Bina Marga pemberitahuan akan dilakukan secara tertulis.

"Saat ini proses pembangunan jalan dengan sistem rigid dan pembuatan selokan sedang dilakukan sehingga sebagian pedagang telah dengan sukarela meninggalkan lokasi lama yang mengganggu, namun pihak desa akan meggandeng pihak ketiga untuk membuat lokasi baru untuk berjualan,"ungkap Syahroni.

Sebagian besar pedagang yang mendapat himbauan merupakan pedagang yang berjualan di lokasi tanah Bina Marga bahkan Jalinsum khususnya di ruas Jalan Lintas Timur menjadi sangat sempit pada saat hari pasaran. Selain tidak adanya lokasi parkir, pembeli dan penjual yang menggunakan badan jalan sebagai lokasi parkir mengakibatkan penyempitan jalan.


Syahroni sebagai aparat desa mengaku menyambut positif sosialisasi pada tahap awal sekaligus banyak pihak mendukung upaya pelebaran oleh Dirjen Bina Marga Provinsi Lampung. Langkah tersebut sekaligus menjadi perhatian kepada masyarakat yang tinggal di sepanjang jalan yang akan dilebarkan agar tidak mendirikan bangunan baru. 

Selama ini pembuatan bangunan baru didominasi oleh para pedagang yang melakukan penjualan oleh-oleh serta makanan tradisional yang ada di sepanjang Jalan Lintas Sumatera menuju Pelabuhan Bakauheni. Akibatnya saat arus liburan badan jalan digunakan sebagai lokasi parkir dan berimbas pada penyempitan badan jalan.
[Henk Widi]
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: