KAMIS, 11 AGUSTUS 2016

MANADO --- Seorang ayah dari korban tabrak lari oleh oknum polisi mencari keadilan dengan berkeliling Indonesia sambil berjalan kaki. Indra Azwan, ayah dari almarhum Rifki Andika, saat tiba di kota Manado menyebutkan, langkah yang dilakukan ini sebagai wujud untuk memperjuangkan nasib kasus tabrak lari yang menimpa putranya yang dilakukan oleh oknum polisi di kota Malang Jawa Timur. 


Indra menjelaskan, kejadian itu terjadi pada tahun 1993 silam dimana anaknya yang baru itu berumur 12 tahun ditabrak oleh oknum polisi. Sejak kejadian kasusnya baru mulai disidik oleh petugas militer tahun 2004 atau 11 tahun kemudian sejak kasus itu terjadi, padahal anaknya sudah meninggal. 

Diceritakan Indra, karena kasus ini sudah daluwarsa di pengadilan militer sehingga oknum polisi bebas dari jeratan hukum. Hal tersebut menambah penderitaan Indra dan keluarganya .

"Kasus ini sudah saya laporkan ke Kapolri waktu itu hingga ke presiden, namun 4 Kapolri dan 1 Presiden tidak bisa menyelesaikan kasus ini malah saya diberi uang dengan maksud sebagai penyuapan, agar saya tidak meneruskan kasus ini,"tegas Indra pada Cendana News saat menghampiri sejumlah redaksi media yang didampingi oleh aktifis LBH di Manado, Kamis (11/8/2016).

Indra menambahkan, memang hukum di Indonesia masih belum adil bagi orang lemah dan warga kecil, sehingga selalu dipermainkan. Aksi berkeliling Indonesia dengan berjalan kaki sebagai wujud prihatin keadilan di negara ini belum berjalan dengan baik.

"Manado merupakan kota ke 12 yang saya singgah, dan menjadi Provinsi ke 7 Indonesia, setelah sebelumnya dari Jakarta Jawa, Kendari, Makassar, Palu dan Gorontalo, nanti setelah dari Manado saya akan ke Ternate dan Ambon, hingga ke Provinsi Papua.  semoga dengan aksi ini saya bisa menggugah masyarakat Indonesia untuk berani melaporkan siapa saja yang bersalah sekalipun dia aparat atau pejabat publik,"katanya.
[Ishak Kusrant] 
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: