SENIN, 22 AGUSTUS 2016

JAKARTA --- Membahas penanganan aksi terorisme, Kementerian Politik Hukum dan Keamanan menggelar rapat koordinasi dengan berbagai pihak. Rapat yang digelar tertutup tersebut dilaksanakan di kantor Kemenkopolhukam, Senin (22/8/2016).


Menkopolhukam, Wiranto mengatakan rapat koordinasi terkait dengan penanggulangan dan penanganan aksi terorisme akan membahas banyak hal, antara lain soal penanganan pembebasan sandera 10 WNI Warga Negara Indonesia (WNI) yang dilakukan oleh kelompok teroris Abu Sayyaf di Negara Filipina.

"Termasuk pencegahan antisipasi teror dari sisa-sisa anak buah kelompok Santoso," katanya seusai memimpin rapat koordinasi di kantornya, Senin (22/8/2016).

Dalam rapat tersebut hadir beberapa pejabat tinggi negara, antara lain Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H. Laoly, Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Lestari Priansari Marsudi, Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Hanif Dhakiri, Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) Rudiantara dan Kepala Pusat Pelaporan Analisa Transaksi Keuangan (PPATK) Muhammad Yusuf.

Acara tersebut juga dihadiri oleh pejabat tinggi dari TNI dan Polri, antara lain Panglima TNI Jendral TNI Gatot Nurmantyo, Kapolri Jendral Polisi Tito Karnavian, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komisaris Jendral (Komjen)  Polisi Suhardi Alius, Kepala Badan Intelejen Negara (BIN) Sutiyoso, Menteri Pertahanan (Menhan) Jendral TNI (Pur) Ryamizard Ryacudu.
[Eko Sulestyono]
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: