MINGGU, 14 AGUSTUS 2016

MANADO --- Bahowo yang terletak di Kelurahan Tongkaina, Kecamatan Bunaken, Manado, kini menjadi perhatian pemerintah, karena sudah menjadi pusat pembibitan Mangrove di Sulawesi Utara (Sulut). 

bibit mangrove
Aktifis lingkungan Manengkel Solidaritas Sonny Tadsijawa yang di temui di Bahowo mengatakan, kegiatan pembibitan mangrove yang baru di mulai pada bulan Mei 2016 lalu kini menjadi incaran pemerintah baik di daerah maupun pusat, karena kawasan Bahowo sudah menjadi kawasan desa ekowisata yang ada di Sulut. Hal yang paling menonjol dari Bahowo karena kawasan itu akan di jadikan sebagai mangrove park, dan sudah di mulai saat ini dengan menata kawasan itu sebagai pusat pembibitan Mangrove.

"Saat ini sudah ada 2000 bibit yang dihasilkan di Bahowo dan ada 500 bibit juga yang sudah di tanam oleh kelompok masyarat Bahowo yang Ketuanya adalah Nova Loho", katanya Minggu (14/8/2016).

kelompok Manengkel Solidaritas dan Masyarakat menanam mangrove
Dikatakan Om Sonny yang akrab dengan awak media, mangrove park ini nantinya akan di buatkan jembatan penghubung yang bisa dilalui turis atau wisatawan, sehingga kawasan hutan mangrove akan menjadi daerah wisata terkenal di Manado.

"Kawasan mangrove di Bahowo di kerjakan oleh Manengkel Solidaritas berkat kerjasama dengan pemerintah setempat yang mendapat dukungan dari PT Tirta Investama (AQUA) dan NGO Burung Indonesia, saat ini bibit yang di hasilkan masyarakat dijual dengan harga Rp 2000 per bibit, dan jika ini terus dikembangkan maka pendapatan masyarakat di Bahowo akan meningkat", ungkapnya.(Ishak Kusrant)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: