JUMAT, 5 AGUSTUS 2016

BATU --- Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropis (Balijestro) kembali melaunching dan memperkenalkan tujuh varietas unggul tanaman Jeruk kepada masyarakat. Hal tersebut disampaikan Agus Sugiatno wakil ketua panitia BITE (Balitjestro Innovation Technology Expo) kepada Cendana News, Jumat (5/8/2016).


"Kemarin 4 Agustus 2016, Balijestro resmi melaunching 7 varietas unggul tanaman Jeruk baru," jelasnya. 

Tujuh varietas tersebut merupakan hasil eksplorasi kita. Karena ada beberapa keunggulan sehingga kami daftarkan sebagai varietas unggul.

Disebutkan ketujuh varietas unggulan jeruk baru tersebut yaitu Jeruk varietas JRM 2012 (jeruk keprok), Varietas Krisma Agrihorti (jeruk keprok), Varietas Monita Agrihorti (jeruk kerok), Varietas Sitaya Agrihorti (jeruk siam), Varietas Nimas Agrihorti (jeruk nipis manis), Varietas Sari Agrihorti (jeruk sambal) dan Varietas Puri Agrihorti (jeruk purut).

Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa dari ketujuh varietas unggul tersebut memiliki keunggulan masing-masing contohnya saja Jeruk varietas Sitaya Agrihorti yang merupakan kelompok jenis Jeruk siam.

"Kalau di kios buah ada yang namanya Jeruk Santang dari Cina, nah Jeruk Sitaya ini ukuran dan rasanya sama dengan Jeruk Santang. Bedanya, Jeruk Sitaya warnanya masih ada hijau-hijaunya dan tidak sekuning Jeruk Santang,"ungkapnya.


Jeruk Sitaya juga memiliki keunggulan yaitu rajin berbuah sampai seolah-olah tidak mengenal produksi. Buah Jeruk kebanyakan biasanya berproduksi bulan Mei dan puncaknya bulan Juli-September. Tapi kalau Jeruk Sitaya meskipun sedikit namun tetap rutin berbuah dan cocok dijadikan sebagai tanaman buah dalam pot (Tabulampot) serta dapat di tanam di dataran rendah, sedang maupun dataran tinggi, urainya.

Menurutnya, secara umum untuk menanam tanaman Jeruk yang penting untuk diperhatikan adalah tanaman Jeruk tidak ternaungi sehingga tercukupi sinar mataharinya. Karena jika ternaungi, menyebabkan masa vegetatifnya menjadi lama.

"Tahun ini kami baru me-launching varietasnya, tahun depan baru kita sediakan indukannya,"pungkasnya.
[Agus Nurchaliq]
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: