SABTU, 20 AGUSTUS 2016

JAKARTA --- Dengan adanya kebijakan pemangkasan besar-besaran anggaran belanja yang dilakukan oleh Pemerintah Indonesia pada semester II tahun 2016, maka Bank Indonesia memprediksi kemungkinan pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang tahun 2016 akan sedikit mengalami penurunan, terutama pada Triwulan III dan Triwulan IV tahun 2016.

Gubernur Bank Indonesia Agus D.W. Martowardojo (tiga dari kiri) saat sebelum jumpa pers
Bank Indonesia juga memperkirakan  bahwa proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia akan menjadi lebih rendah dari sebelumnya karena terkait dengan adanya pemangkasan anggaran belanja Pemerintah, salah satunya berdasarkan asumsi bahwa nantinya hal tersebut akan mempengaruhi sektor penerimaan pajak yang juga otomatis akan jauh lebih rendah dari yang ditargetkan.

Beberapa waktu yang lalu Pemerintah Indonesia memutuskan untuk memangkas anggaran besar-besaran pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Perubahan 2016 sebesar 133,8 triliun Rupiah. Dengan perincian anggaran kementrian dipangkas sebesar 65 triliun Rupiah sedangkan anggaran ke daerah dipangkas sebesar 68,8 triliun Rupiah.

Salah satu alasan mengapa Pemerintah Indonesia memutuskan untuk melakukan penghematan anggaran belanja APBN-P 2016 adalah karena Pemerintah Indonesia memprediksi bahwa penerimaan pajak yang ditargetkan sebesar 1.546 triliun Rupiah sepanjang tahun 2016 diperkirakan akan meleset, sehingga diperkirakan akan berkurang sebesar 219 triliun Rupiah.

Gubernur Bank Indonesia Agus Dermawan Wintarto Martowardojo mengatakan "Bank Indonesia memperkirakan bahwa pertumbuhan perekonomian di Indonesia hingga akhir tahun 2016 diperkirakan sebesar 5%, atau bisa dikatakan sedikit mengalami penurunan jika dibandingkan dengan kondisi perekonomian Indonesia pada Triwulan II tahun 2016 yaitu sebesar 5,18 %" katanya saat jumpa pers di Kantor Pusat Bank Indonesia Jakarta, Jumat malam (19/8/2016).

"Dengan adanya beberapa kebijakan yang diambil oleh Pemerintah, maka Bank Indonesia memprediksi bahwa pertumbuhan perekonomian di Indonesia hingga akhir tahun 2016 berada pada kisaran 4,9 % hingga kisaran 5,3 %, padahal sebelumnya Bank Indonesia memperkirakan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga akhir tahun 2016 mampu mencapai 5 % hingga 5,4 %" demikian dikatakan Gubernur Bank Indonesia Agus D.W. Martowardojo kepada wartawan di kantornya.(Eko Sulestyono)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: