JUMAT, 26 AGUSTUS 2016

YOGYAKARTA --- Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Hediati Soeharto mengingatkan kepada para petani untuk memaksimalkan penggunaan berbagai bantuan alat dan mesin pertanian yang telah diterima. Selain agar tidak sia-sia, juga agar target swasembada pangan yang telah dicanangkan oleh Pemerintah bisa tercapai.


Hal demikian diungkapkan Titiek Soeharto dalam kunjungan kerjanya di Waduk Sermo, Kulonprogo, Jumat (26/8/2016), dalam rangka penyerahan simbolis bantuan traktor sebanyak 30 unit dan 13 unit pompa air kepada para petani di Kulonprogo.

Turut hadir dalam penyerahan bantuan alat dan mesin pertanian itu, mantan Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo, Kepala Dinas Pertanian dan Kelautan Kulonprogo, Bambang Tri Budi Harsono, serta sejumlah perwakilan anggota DPRD dan muspika setempat.

Dalam kesempatan itu, Titiek Soeharto mengingatkan, agar para petani bisa memanfaaatkan berbagai bantuan Pemerintah. Petani, katanya, harus bisa mensyukuri berbagai bantuan yang telah diterimanya dengan cara bekerja semaksimal mungkin.


Sementara itu, menanggapi keluhan sejumlah petani perihal dibatasinya pembelian solar sebagai bahan bakar traktor yang dianggap menyulitkan bagi petani, Titiek Soeharto menjelaskan, jika pembatasan pembelian solar itu bertujuan untuk mencegah penyalah-gunaan solar yang dibeli dengan dirigen.

"Pemerintah membuat aturan itu pasti ada maksudnya," jelas Titiek.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kulonprogo, Bambang Tri Budi Harsono menambahkan, dengan adanya bantuan traktor sebanyak 30 unit, saat ini ada sebanyak 888 unit traktor di Kulonprogo. Jumlah tersebut memang masih dirasa kurang jika dihitung dari kebutuhan ideal dengan luas lahan pertanian di Kulonprogo sebesar 10.300 Hektar. Ada pun kebutuhan ideal traktor di Kulonprogo, menurut Bambang, adalah sebanyak 1.030 unit.

Penyerahan bantuan alsintan di komplek Waduk Sermo, juga dimanfaatkan oleh Titiek Soeharto dengan menebar benih ikan nila sebanyak 20.000 ekor. Titiek mengatakan, Waduk Sermo memiliki nilai historis tersendiri, karena merupakan salah satu keberhasilan pembangunan di era Presiden Soeharto.

Seperti diketahui, Waduk Sermo di Desa Hargowilis, Kokap, Kulonprogo, selesai dibangun dan diresmikan oleh Presiden Soeharto pada 20 November 1996. Waduk tersebut dibangun dengan membendung Sungai Ngrancah.

Selain digunakan sebagai irigasi pertanian, air Waduk Sermo kini juga dimanfaatkan sebagai sumber air bersih oleh Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Kabupaten Kulonprogo yang mampu menyuplai kebutuhan air bersih di Kota Wates, Kulonprogo.


Dalam perkembangannya, kini Waduk Sermo juga menjadi salah satu obyek wisata yang menarik. Tak kurang dari 50 orang pengunjung datang berwisata di Waduk Sermo setiap harinya. Wisata keliling waduk dengan menaiki perahu motor menjadi daya tarik utama, selain berbagai tempat di sekitar waduk yang sejak setahun terakhir ini dimanfaatkan sebagai obyek berfoto yang indah dan menarik. Di komplek Waduk Sermo, pun terdapat taman yang dilengkapi sejumkah gazebo atau rumah panggung, dan di kawasan itu Titiek Soeharto pun menanam pohon kepel.

"Semoga Waduk Sermo ini bisa langggeng dan terus bermanfaat bagi masyarakat luas," pungkas Titiek. 
[Koko Triarko] 
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: