KAMIS, 11 AGUSTUS 2016

YOGYAKARTA --- Belasan guru dari negara-negara Asia Tenggara memperkenalkan metode pembelajaran matematika QITEP di Sekolah Menengah Pertama dan Menengah Atas Muhammadiyah Boarding School (MBS) Yogyakarta, Kamis (11/8/2019). Program kerjasama negara-negara Asia Tenggara melalui Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan RI tersebut merupakan upaya meningkatkan kualitas guru matematika.


Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan menjalin kerjasama di bidang pendidikan dengan Negara-negara se Asia Tenggara yang tergabung dalam Shouth East Asean Minister of Education Organization (SEAMEO). 

Kerjasama yang bertujuan meningkatkan kualitas guru dan cara atau metode pembelajaran matematika yang dikemas dalam diklat Regional Center for Quality Improvment of Teachers and Education Personnel (QITEP) In Mathematics itu, dalam pelaksanaannya di tingkat daerah dilakukan melalui Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK), yang merupakan salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Kepala Sekolah MBS, Agus Yuliyanto mengatakan, kunjungan delegasi guru-guru matematika se Asia Tenggara di sekolahnya merupakan kegiatan pengenalan metode pembelajaran matematika yang diadopsi dari berbagai lembaga pendidikan di negara-negara Asia Tenggara, yang telah dikaji melalui program QITEP. 

MBS sendiri merupakan salah satu sekolah yang mengirimkan gurunya dalam program kerjasama peningkatan kualitas guru tersebut melalui P4TK, yang pada akhirnya juga bertujuan untuk meningkatkan kemampuan para siswa peserta didik di bidang ilmu matematika.

Menurut Agus, program kerjasama tersebut memilih bidang pelajaran matematika, karena Pemerintah menganggap matematika sebagai ilmu dasar. Jika penguasaan matematika sangat baik, maka diharapkan kemampuan siswa di bidang pelajaran lainnya juga akan baik. Sementara dalam kunjungan guru-guru matematika se Asia Tenggara di MBS, antara lain diwakili sejumlah guru matematika dari Laos, Malasyia, Vietnam, Australia, Kamboja dan Afrika. Sedangkan jumlah negara-negara anggota SEAMEO terdiri dari 25 negara.

Salah satu keunggulan metode pembelajaran matematika hasil kajian QITEP, kata Agus, adalah penyampaiannya yang dilakukan dalam bahasa Inggris dan dengan cara yang menyenangkan dan tidak monoton. Agus berharap, pola pengajaran itu mampu meningkatkan kualitas pola pengajaran matematika yang selama ini masih dianggap sulit.


Sementara itu, salah satu siswi MBS Kelas IX, Mafaaza Qurrata Afidah Jamal, mengaku senang dengan adanya kunjungan guru-guru dari negara Asean. Apalgi, pola pembelajaran matematika yang diperkenalkan ternyata dirasa menyenangkan dan tidak monoton. 

"Biasanya kita hanya dijelaskan kemudian diberi soal. Tapi, dengan metode QITEP ini pembelajaran dilakukan berkelompok, dengan alat bantu atau properti berwarna-warni sehingga menyenangkan," pungkasnya.
[Koko Triarko] 
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: