RABU, 31 AGUSTUS 2016

SOLO --- Keinginan untuk menyempurnakan ibadah bisa dilakukan siapa saja. Seperti yang dilakukan Daliman dan Lasiyem. Pasangan suami-istri tukang tambal ban ini berkesempatan menunaikan haji ke tanah suci setelah belasan tahun menabung.


Siapa sangka, jika Daliman (64), yang sehari-hari keberja sebagai tukang tambal ban ini menjadi salah satu jamaah haji asal Indonesia yang akan berangkat ke Arab Saudi. Warga Dukuh Ngemplak, Desa Donohudan, Kecamatan Ngemplak, Babupaten Boyolali, juga tak menyangka cita-citanya dapat teralisir pada tahun ini.

“Awalnya hanya keinginan saja, karena setiap tahun melihat orang yang akan berhaji lewat depan rumah. Dari situ timbullah keinginan kapan bisa juga menunaikan ibadah haji,” ucap Daliman kepada Cendana News, Rabu (31/8/2016).

Keinginan warga yang tinggal hanya sekitar 200 meter sebelah barat Asrama Haji Donohudan, Boyolali, menjadi kuat tatkala menjumpai para calon jamaah haji setiap tahunnya. Dari sinilah muncul tekad untuk bisa menunaikan haji. 

“Saya akhirnya menabung dari sedikit demi sedikit. Alhamdulilah pada 2011 lalu bisa daftar haji,” ungkapnya.

Daliman yang hanya berpenghasilan kisaran Rp 50 ribu hingga Rp 70 ribu per hari ini dengan telaten menabung setiap harinya. Hampir 15 tahun lebih ia menabung, dan hasilnya ia rasakan di tahun 2016 ini. “Saya nabung itu baru dapat Rp 32 juta, sementara untuk mendaftar berdua dengan  istri saya harus setor Rp 50 juta,” critanya.

Sisa kekurangan inipun dipenuhinya dengan menjual sepeda motor miliknya dan mengambil uang untuk modal membeli onderdil. Meski harus menjual sepeda motor, pasangan inipun mengaku sangat bersyukur hingga dapat menjalankan ibadah ke tanah suci.  

“Rasanya senang sekali berkesempatan menunaikan ibadah haji. Mudah-mudahan nanti semuanya diberi kelancaran hingga kembali ke kampung asal,” imbuhnya.


Daliman dan Lasiyem tergabung dalam kloter 56 Kabupaten Boyolali, yang akan diberangkatkan pada tanggal 01 September. 
[Harun Alrosid]
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: