KAMIS, 25 AGUSTUS 2016

SOLO --- Sebanyak enam jemaah haji asal Embarkasi Haji Donohudan, Boyolali, Jawa Tengah, batal diberangkatkan. Hal ini lantaran enam jamaah haji tersebut masuk dalam resiko tinggi, sehingga keberangkatannya ditunda.


Hal ini dikatakan Humas Embarkasi Haji Donohudan Agus Widakdo yang menyebutkan keberangkatan haji dari bandara Adi Soemarmo, Solo dengan tujuaan Jeddah Saudi Arabia saat ini sudah memasuki gelombang ke dua. 

“Ada enam jemaah haji yang tertunda keberangkatannya karena masuk criteria resiko tinggi (risti). Untuk sementara kita rujuk ke rumah sakit DR Moewardi, Solo,” ujarnya kepada awak media, Kamis siang (25/8/16).


Disebutkan lebih lanjut, enam jamaah haji yang tertunda keberangkatannya ini berasal dari daerah Sleman, Yogyakarta, dan Kebumen, Jawa Tengah. Diantaranya, Sri Jujiati, Sumitro,  Mardiyo, Sriyati, Ngadinah,  dan Warsino.

Menurutnya, untuk keberangkatan enam yang saat ini masih dirawat di RS Dr Moewardi Solo, pihaknya belum bisa memastikan. Sebab, pihaknya masih menunggu perkembangan kondisi jemaah dari rumah sakit.


“Mereka yang beresiko tinggi ini diantaranya sakit hipertensi dan gangguan pernafasan. Kita masih menunggu bagaimana perkembangnya,” imbuhnya. 

Disebutkan Agus, hingga kloter 35 ini, jumlah jamaah haji yang sudah diberangkatkan melalui Embarkasi Donohudan mencapai 12.538 jamaah. Sementara data yang masuk di Embarkasi Donohudan, jumlah haji yang meninggal dunia di Arab Saudi ada dua orang, yakni Djoemadjo Kromo asal Wonogiri  dan  Siti Maryam Ismail asal Tegal.
(Harun Alrosid)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: