KAMIS, 25 AGUSTUS 2016

MATARAM --- Memelihara binatang bukan sekedar kesenangan, tapi karena kepedulian. Bagi sebagian orang dan masyarakat pada umumnya, keberadaan binatang seperti anjing dan kucing dalam kehidupan, seringkali diposisikan sebatas binatang peliharaan penjaga keamanan rumah, diberi makan dan dibiarkan begitu saja tanpa pernah mau memperdulikan.


Lebih ekstrim lagi, sebagian masyarakat memandang anjing sebagai binatang menjijikan, kotor, bau dan seringkali dijadikan sebagai binatang perburuan untuk dibunuh dan dimusnahkan, akibatnya kehidupan anjing menjadi terlantar dan sesantiasa dalam ancaman.

Kalaupun ada kelompok atau komunitas masyarakat yang suka memeliharan binatang seperti anjing dan kucing, kebanyakan dilakukan lebih karena karena dorongan kesukaan dan hobi, sehingga anjing dan kucing peliharaan juga dipilih berdasarkan kesukaan.

Ada juga masyarakat suka memelihara binatang peliharaan anjing dan kucing lebih terdorong karena motivasi ekonomi, memperjual belikan binatang untuk mendapatkan keutungan.

"Sedikit sekali masyarakat yang benar-benar mau peduli dan mencintai binatang seperti anjing dan kucing atas panggilan hati nurani dan memposisikannya sebagai sesama mahluk ciptaan tuhan yang mesti harus dilindungi dan dicintai" kata I Nyoman Harnika, pecinta binatang asal Kelurahan Punie, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) kepada Cendana News, Kamis (25/8/2016).


Atas dasar itulah, Nyoman mengaku merasa terpanggil untuk menyelamatkan binatang anjing dan kucing yang banyak dibuang dan ditelantarkan masyarakat di jalanan, tempat sampah dan selokan, memungut, membawa pulang kemudian merawat, memberi makan dan memeliharanya sampai besar.

Bagi Nyoman kecintaan terhadap binatang anjing dan kucing dilakukan bukan semata - mata karena kesukaan, hobi semata atau motivasi ekonomi, seperti kebanyakan dilakukan orang, termasuk tidak memilik - milih, tapi lebih karena panggilan hati nurani untuk menolong binatang sebagai sesama mahluk tuhan.

"Bagi saya, mereka (binatang) juga sama dengan kita sebagai mahluk ciptaan Tuhan, hanya berbeda wujud dan rupa saja, sehingga sudah seharusnya binatang juga mendapat perlindungan dan kasih sayang" tutur Nyoman.

Ia menceritakan, kecintaan terhadap binatang anjing dan kucing pada dirinya sudah berlangsung sejak kecil, mengenang bagaiman pernah menangisi anak anjing yang dibuang kedinginan di selokan sewaktu masih tinggal di Kelurahan Pagesangan Kota Mataram, memungut kemudian membawanya pulang untuk dirawat dan dibesarkan.


Dan sejak saat itu pula Nyoman dalam setiap kesempatan dijalan dan dimanapun, setiap menemukan anjing atau kucing yang diterlantarkan dibawa pulang. Tercatat jumlah binatang anjing yang telah diselamatkan dan dipelihara sampai sekarang jumlahnya telah mencapai puluhan.

"Kalau anjing jumlahnya ada 33 ekor, sementara kucing ada 32, semuanya merupakan anjing dan kucing lokal yang terlantar" ungkapnya.

Yang menarik dari keseluruhan anjing dan kucing pliharaan Nyoman, masing - masing anjing memiliki nama unik dan mengandung makna tersendiri.

Cukli misalkan nama yang diberikan kepada anjing, karena dipungut senin kliwon, Dana. nama tersebut diberikan kepada anjing karena ditemukan di pusat perbelanjaan, kompleks pertokoan KFC Erlangga Mataram, Rinam berarti belanja, Moli karena dipungut bulan April 2016.

Ada juga anji diberi nama Ncun, karena diberikan orang Cina, ada nama Cikon, Delasi, karena ditemukan bulan Desember 2015, Nolas karena dipungut November 2015.

Untuk biaya makanan dari puluhan anjing dan kucing yang dipelihara, selain mengandalkan dari dana pribadi, ia juga banyak dibantu teman dan dan warga yang peduli dengan gerakan dilakukan.


Kini ditengah kesibukan mengajar sebagai guru di salah satu SMP Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat (Lobar), Nyoman banyak menghabiskan waktu merawat dan memeliharara anjing dan kucing pliharaannya bersama kedua orang tuanya.

Mimpi Mendirikan Yayasan Khusus Binatang

Semakin bertambahnya jumlah anjing dan kucing pliharaan membuat Nyoman memiliki mimpi dan keinginan bisa mendirikan sebuah yayasan khusus binatang yang di dalamnya terdapat lapangan luas tempat merawat dan memelihara anjing peliharaan maupun yang terlantar dijalanan.

Sekarang ini saja, dari 33 anjing pliharaan, hanya 10 yang bisa ditampung di rumah pribadi, sementara 20 di antaranya dititip di salah satu lahan milik warga untuk sementara waktu bisa memiliki lahan penampungan.

"Bisa memiliki dan mendirikan yayasan khusus binatang merupakan salah satu mimpi sejak lama yang saya wujudkan, tapi sampai sekarang belum bisa terwujudkan" ungkapnya.

Berbagai upaya dan pendekatan terus dilakukan kepada dinas dan instansi terkait, supaya bisa difasilitasi dan mendapatkan izin bisa mendirikan khusus Yayasan penampungan binatang anjing dan kucing dan kalau itu bisa terwujud tentu akan semakin banyak binatang terlantar yang bisa diselamatkan.
(Turmuzi)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: