JUMAT, 5 AGUSTUS 2016

LAMPUNG --- Balai Karantina Pertanian (BKP) Kelas I Bandarlampung wilayah kerja Pelabuhan Bakauheni, Lampung melakukan tindakan pelepasliaran ratusan ekor burung berkicau yang dikirim tanpa disertai dokumen karantina. Ratusan ekor burung hutan tersebut rencananya akan dilalulintaskan menggunakan kapal laut di Pelabuhan Bakauheni.


Penyidik BKP Pertanian Bakauheni, Buyung Hadiyanto mendampingi Penanggung jawab kantor kepala karantina pertanian wilayah kerja Bakauheni, Drh. Azhar mengungkapkan, pengamanan dilakukan karena pengirim tidak bisa menunjukkan dokumen yang sah terkait pengiriman satwa tersebut. Jenis burung berkicau yang diamankan tersebut diantaranya jenis Ciblek, Pleci, Prenjak serta jenis burung lain yang tidak dilindungi. Berdasarkan data, sebanyak 6 keranjang buah berisi masing masing 100 ekor burung tersebut diperkirakan mencapai 600 ekor.

"Kronologis pengamanan ratusan burung tanpa dokumen dilakukan bekerjasama dengan anggota kepolisian yang bertugas di Seaport Interdiction Pelabuhan Bakauheni, diserahkan ke pihak karantina setelah diperiksa terhadap bus Damri yang akan menyeberang melalui kapal laut,"ungkap Buyung Hadiyanto saat dikonfirmasi Cendana News, Jumat (5/8/2016).

Meski diamankan dari bus Damri, namun burung asal Kabupaten Pringsewu tersebut tidak diketahui nama pengirim dan tujuan ratusan burung tersebut. Akibatnya petugas kepolisian dari Seaport Interdiction Pelabuhan Bakauheni langsung menyerahkan ratusan ekor burung berkicau tersebut ke BKP Bakauheni.

Ia mengungkapkan, burung burung tersebut terpaksa dilepasliarkan karena tidak disertai dokumen izin pengepul dari Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) tempat asal burung tersebut ditangkap, Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) serta dokumen yang dipersyaratkan oleh karantina.

Upaya pengamanan sekaligus pelepasliaran ratusan ekor burung tersebut mengacu pada Undang Undang No 16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan. Selain menyalahi undang undang, tindakan pelepasliaran dilakukan untuk menghindari banyaknya burung yang mati selama dalam perjalanan akibat penanganan pengiriman yang tidak semestinya. Beberapa ekor burung bahkan dalam kondisi sudah mati sebelum beberapa ratus ekor diantaranya dilepasliarkan di alam terbuka di sekitar kantor BKP Bakauheni.

Beberapa bulan sebelumnya BKP Wilker Bakauheni juga mengamankan dan melepasliarkan sebanyak 13 keranjang buah yang rata rata berisi 100 ekor burung berbagai jenis dengan jumlah total mencapai 1.300 ekor. Ribuan ekor burung yang diamankan tersebut merupakan burung liar tak dilindungi diantaranya pleci, kutilang, ciblek, kutilang emas, perkutut serta jenis burung lainnya.



Penanggungjawab kepala kantor BKP Bakauheni, Drh.Azhar mengakui upaya pelalulintasan satwa tanpa dokumen terus dilakukan oleh pihak pihak yang tak bertanggungjawab. Namun pihak karantina terus melakukan pengawasan dengan menyiagakan petugas karantina di pos jalan lintas Timur Sumatera, Jalan Lintas Sumatera serta di pintu masuk Pelabuhan Bakauheni.
[Henk Widi]
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: