SENIN, 22 AGUSTUS 2016

BANDUNG --- Institut Teknologi Bandung (ITB) adalah salah satu perguruan tinggi yang getol meneliti dan mengembangkan kendaran listrik. Dalam kurun waktu dua tahun, sejak 2014 hingga 2016, ITB berhasil menciptakan Motor Brush-Less Direct Current (BLDC), yaitu mesin motor listrik yang diyakini andal dijadikan penggerak kendaraan.


Asisten Peneliti Mobil Listrik ITB, Umar Solahudin mengklaim BLDC ini lebih unggul daripada motor listrik lainnya.

"Keunggulan dari motor lainnya adalah rasio torka berat dan rasio torka watt yang tinggi, juga lebih efesien," ujar Umar di Kampus ITB, Jalan Ganeca, Kota Bandung, Senin (22/8/2016).

Dari segi desain dan material, pihaknya sudah mempehatikan betul agar karya yang dihasilkan bisa tahan lama. Ia menjamin pada BLDC garapannya ini tidak akan ada terjadi erosi di komutator alias konverter mekanik. Karena kinerjanya justru mengeliminasi bunga api dari komutator tersebut.

"Kebisingannya rendah, dan umurnya juga relatif lebih panjang," ujarnya.

Dikatakan, internal motornya otomatis terlindungi karena lilitan disangga dengan penutup yang disebut housing. Demikian, tak akan ada kotoran atau benda asing yang akan menganggu kinerja motor.

"Pendinginannya dengan proses konduksi dan tidak memerlukan aliran udara di dalam motor," ujarnya.

Saat ini pihaknya sedang mengajukan hak paten, sebab BLDC merupakan karya intelektual yang mesti dilindungi. Pada proses pembuatan BLDC sendiri pihaknya mendapat sokongan dari berbagai pihak. Salah satunya dengan salah satu perusahaan maufaktur PT. Pindad (Persero)

"Proses pemeliharaannya juga rendah, karena kita sudah memikirkan soal itu," katanya.
[Rianto Nudiansyah]
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: