JUMAT, 5 AGUSTUS 2016

SEKITAR KITA --- Keinginan seperti anak-anak lainnya aktivitas kesehariannya dengan menghabiskan waktu untuk bermain dengan hati yang riang dan menuntut ilmu di bangku sekolah, namun Risal, Rendi, dan Farhan terpaksa berjalan kaki dengan menawarkan jajanan di setiap rumah dan tempat keramaian Kota Kendari Sulawesi Tenggara.


Risal yang baru berumur 12 tahun, Rendi 14 tahun dan Farhan 16 tahun mengatakan kepada Cendana News mereka berjualan sate kerang pokea dan gogos sejak satu tahun lalu, anak-anak ini berasal dari Kab. Konawe Kec. Soropia, jarak rumah ke Kota Kendari sejauh 3 Kilometer.

Harga sate kerang pokea satu tusuk biasa di jual dengan harga 1.000 Rupiah, harga Gogos 2.000 Rupiah, jajanan yang di tawarkan berasal dari buatan orang tua bahkan yang sengaja di jualkan dengan prinsip bagi penghasilan, dalam sehari bisa mendapatkan pembagian hasil sampai 40.000 Rupiah.


Sementara itu, Risal sebagai penjual sate kerang pokea yang masih duduk dibangku Sekolah Menengah Pertama (SMP), merasa tidak pernah malu dengan pekerjaanya, menurutnya selama ini dia memanfaatkan waktunya dari hari Jumat sampai Minggu untuk menjualkan jajanannya, sedangkan hari-hari sebelumya dia masuk sekolah seperti siswa lainya.

Sebab, mereka melakukan ini semua karna tuntutan hidup demi membantu orang tuanya yang bekerja sebagai buruh bangunan karena masih banyak saudaranya yang harus dibiayai, dan mereka juga merasa sudah biasa dengan pekerjaannya.


Sementara ungkap Rendi dan Farhan tidak lagi mengenyam namanya pendidikan formal, mereka terpaksa berhenti karena orang tuanya tidak mampu lagi membiayai sekolahnya.

Mereka berharap adanya perhatian pemerintah maupun bantuan agar orang tuanya mendapatkan pekerjaan yang layak, bahkan mereka menginginkan bisa mendapatkan pendidikan formal seperti sebelumnya tanpa harus berjualan.(Siddiq Muharam)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: