JUMAT, 5 AGUSTUS 2016

JAKARTA --- Badan Pusat Statistik (BPS) Pusat baru saja merilis data statistik perkembangan terbaru terkait dengan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia pada Triwulan II tahun 2016 tercatat sebesar 5,18 %. Pertumbuhan Ekonomi Indonesia tersebut meningkat apabila dibandingkan dengan Year on Year (YoY) pada Triwulan II tahun 2015 sebelumnya.

Drs. Suryamin, Kepala BPS Pusat saat jumpa pers di kantornya
Perinciannya sebagai berikut, pada Triwulan II tahun 2015 AHDK sebesar 2.237,4 triliun Rupiah, sedangkan AHDB sebesar 2.868,9 triliun Rupiah. Kemudian pada Triwulan I tahun 2016 AHDK sebesar 2.263,3 triliun Rupiah, sedangkan AHDB sebesar 2.942.0 triliun Rupiah. Kemudian pada Triwulan II tahun 2016 AHDK sebesar 2.353,2 triliun Rupiah, sedangkan AHDB sebesar 3.086,6 triliun Rupiah.

Sementara itu, Pertumbuhan Ekonomi Indonesia pada Triwulan II tahun 2016  banyak dipengaruhi beberapa perkembangan perekonomian sepanjang Triwulan II tahun 2016. Ada beberapa faktor penyebabnya, antara lain harga berbagai komoditi di pasar dunia internasional pada Triwulan II tahun 2016 secara umum cenderung mengalami peningkatan.

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Triwulan II tahun 2016
Kemudian harga minyak mentah Indonesia atau Indonesia Crude Petroleum (ICP) mengalami kenaikan dari 30,20 United States Dolar (USD) per barel pada Triwulan 1 tahun 2016 menjadi 42,13 USD per barel pada Triwulan II tahun 2016, mengalami kenaikan harga sebesar 39,49 Quartal to Quartal (Q to Q).

Sedangkan besaran inflasi sekitar 0,44 % secara Q to Q, namun jika dibandingkan dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) bulan Juni tahun 2015 tercatat 120,14 maka terjadi inflasi sebesar 3,45 % secara YoY. Kemudian Bank Indonesia Rate (BI Rate) diturunkan dari 6,75 % pada bulan Maret tahun 2016 menjadi 6,50 % pada bulan Juni tahun 2016.

Drs. Suryamin, Kepala BPS Pusat mengatakan "Pertumbuhan Ekonomi Indonesia pada Triwulan II tahun 2016 tercatat sebesar 5,18 % atau mengalami peningkatan yang signifikan jika dibandingkan dengan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia yang terjadi selama Triwulan I tahun 2016, selain cenderung juga mengalami peningkatan apabila dibandingkan dengan Triwulan II tahun 2015 sebelumnya atau Year on Year (YoY)" katanya saat jumpa pers di Kantor BPS Pusat Jakarta, Jumat pagi (5/8/2016).(Eko Sulestyono)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: