SELASA, 23 AGUSTUS 2016

JAKARTA --- Ada salah satu buku tentang fakta dan bukti kekejaman dan kekejian Partai Komunis Indonesia (PKI) dalam kurun waktu yang panjang, yaitu mulai dari tahun 1926, 1945, 1946, 1948, 1965 hingga tahun 1968.


Dalam buku "Ayat-Ayat yang Disembelih" tersebut, penulis melakukan serangkaian wawancara secara langsung antara dirinya dengan 35 saksi-saksi hidup, terdiri dari korban, kerabat dan keluarga yang merupakan korban dari keganasan PKI mulai dari kota Jakarta, Solo, Ngawi, Madiun, Magetan, Ponorogo, Kediri, Blitar dan Surabaya.

Penulis, Thowaf Zuharron dalam sambutannya mengatakan bahwa kebanyakan orang-orang yang selama ini pernah menjadi korban dari aksi-aksi kekejaman dan kebiadaban PKI rata-rata ingatan mereka bisa dikatakan takkan pernah bisa terhapuskan.

"Mereka selama ini ternyata telah mengalami trauma demi trauma yang mungkin tidak pernah dialami oleh siapapun sebelumnya" katanya saat acara diskusi dan bedah buku di Kantor Redaksi Harian Amanah, Warung Buncit, Jakarta Selatan, Selasa sore (23/8/2016).


Disebutkan, dengan berbagai pendekatan, akhirnya mereka percaya dan mau berbicara serta menceritakan semua kejadian yang mereka alami selama ini di masa lalu terkait seputar kekejaman dan kebiadaban PKI.

"Hasil wawancara dan investigasi tersebut kemudian saya tuangkan menjadi sebuah buku yang berjudul Ayat-Ayat yang Disembelih, dimana dalam setiap acara bedah buku dan diskusi  selalu menarik perhatian untuk disimak lebih mendalam," demikian dikatakan Thowaf Zuharron di Jakarta.
[Eko Sulestyono]
Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: