MINGGU, 21 AGUSTUS 2016

MAUMERE – Kebutuhan air bersih bagi 4.272 jiwa penduduk desa Pemana kecamatan Alok kabupaten Sikka dapat terpenuhi bila ada kerjasama dan kerelaan dari warga Gunung Sari.


Air bersih yang pernah dirasakan warga desa Pemana sekitar tahun 2006 dan 2007 setelah ada proyek pemerintah hanya bertahan setahun saja. Buruknya manjemen pengelolaan air membuat air kembali tidak mengalir.

Demikian disampaikan Pjs. kepala desa Pemana Aloysius G.N Parera kepada Cendana News, Sabtu (20/8/2016) sore. 

Dikatakan Aloy sapaannya, sebelum dirinya menjadi pejabat  kepala desa, ada proyek jaringan air bersih dari Ngolo ke Pemana.

“Kebutuhan air bagi warga Pemana belum bisa dipenuhi warga Gunung Sari. Namun, jika ada jaringan pipa, oknum yang menjual air tidak mendapat pemasukan,” ujarnya.

Jaringan pipa air bersih sempat berfungsi, namun karena persoalan manajemen pengelolaannya belum baik sehingga akhirnya terlantar. Banyak pipa air dirusaki oleh warga.

Sebenarnya persoalan air sebutnya, bisa saja diatasi kalau desa Gunung Sari dan desa Pemana saling menyadari bahwa air merupakan kebutuhan pokok, saling memahami dan membantu.

“Ini kan persoalan kepentingan saja, kalau ada pemahaman Pemana dan Gunung Sari merupakan satu kesatuan maka persoalan ini bisa teratasi,” tuturnya.

Bila air ditarik ke Pemana terang mantan lurah Madawat ini, warga pengelola air di Gunung Sari tidak mendapatkan uang. Mereka memiliki prinsip, lebih baik air dijual saja ke warga Pemana.

Tahun 2006 sampai 2007 warga desa Pemana kata Aloy, tidak kekurangan air karena pipa air dari Ngolo tidak bermasalah. Memang ada pemikiran dan usulan dari warga Pemana agar menarik air dari pulau Kambing ke Pemana melewati laut namun belum bisa terlaksana.

“Ini akan membutuhkan dana besar, apalagi sumber air di pulau Kambing hanya air sumur. Tentu harus memakai pompa dahulu dan ini membutuhkan biaya besar,” tegasnya.

Memang ucap Aloy, ada rencana untuk memperbaiki  bak-bak penampung dan jaringan pipa air yang dari Ngolo. Namun ini masih sebatas wacana dan belum ditindaklanjuti.


Jika nanti sudah ada kepala desa definitif  mudah-mudahan hal ini sambungnya, bisa cepat diatasi. Memajukan sektor pariwisata tak lepas dari persoalan air bersih,ini menjadi pekerjaan rumah semua pihak.

“Perlu ada kerja sama dari berbagai pihak agar persoalan ini bisa diatasi. Kalau listrik kami tidak ada persoalan sebab kebutuhan daya yang terpakai saat ini masih setengah dari kapasitas terpasang generator PLN yang ada di Pemana,”pungkasnya.
[Ebed De Rosary]
Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: