SENIN, 15 AGUSTUS 2016

MANGGARAI --- Perayaan hari ulang tahun (HUT) lembaga pendidikan Sekolah Menengah Pertama Katolik (SMPK) Santo Stefanus Ketang dihiasi oleh berbagai mata kegiatan. Lembaga pendidikan formal yang terletak di wilayah Kecamatan Lelak, Kabupaten Manggarai tersebut menggelar pertunjukan tarian Caci, sebuah tarian khas budaya Manggarai. 


Koordinator acara Caci, Nikolaus Tarung menyebutkan, tarian Caci sengaja dijadikan sebagai salah mata acara unggulan untuk membangkitkan kecintaan anak-anak terhadap aset budaya lokal. 

“Ini supaya anak-anak kita memiliki rasa cinta terhadap budaya sendiri. Supaya anak mengenal lebih dini antara lain tarian Caci. Makanya kita tampilkan para pemainnya anak-anak,” ungkap Nikolaus usai acara, Senin (15/8/2016)..

Caci merupakan tarian yang dimainkan oleh kaum pria secara satu-lawan-satu dengan busana setengah telanjang (tanpa baju atau penutup tubuh bagian atas). Secara bergiliran para pemain dalam tarian ini tampak saling bercambukkan dengan menggunakan cambuk dari irisan kulit kerbau yang dikeringkan. Sementara itu, untuk melindungi diri dari cambukan, seorang pemain menggunakan perisai bundar yang juga terbuat dari kulit kerbau yang dikeringkan.

Sebelumnya, seluruh rangkaian acara telah dibuka dengan acara bergengsi bertajuk Seminar Nasional. Seminar bertemakan ‘Politik Pendidikan’ tersebut menghadirkan tiga pembicara kawakan tingkat nasional dan lokal, Dr. Benny Kabur Harman, Pius Rengka, SH, MH, dan Drs. Frans Kape serta moderator, Rm. Edi Djelahu, Pr.

Kepala SMPK Santo Stefanus Ketang, Rm. Tarsi Syukur mengungkapkan, seluruh rangkaian acara dibuat untuk memeriahkan perayaan hari jadi lembaga kelolaannya yang ke-30 tahun sejak pertama kali berdiri pada tanggal 16 Agustus 1986 silam. 


Sementara itu, Dr. Benny Kabur Harman yang didaulat oleh moderator sebagai pembicara pertama berbicara tentang peningkatan peran guru dalam meningkatkan mutu pendidikan dasar dan menengah. Anggota DPR RI dari Partai Demokrat tersebut mengatakan, pencerdasan kehidupan bangsa merupakan hal utama yang ditekankan pendiri bangsa ini dalam UUD 1945. 

“Sebagaimana kita maklumi bersama, UUD 1945 menyatakan bahwa salah satu tujuan kita bernegara ialah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa selain untuk memajukan kesejahteraan umum dan ikut menciptakan ketertiban dan perdamaian dunia,” ucap Benny.

Para pendiri Negara, demikian Benny, yakin bahwa hanya dengan kecerdasanlah suatu bangsa dan suatu Negara dapat menjadi bangsa atau Negara yang mampu berdiri sejajar dengan bangsa-bangsa lainnya di dunia. 

“Hanya dengan memajukan pendidikan suatu Negara mampu bersaing dengan Negara-negara lain,” beber Benny dalam makalah.

Turut hadir dalam Seminar ini adalah jajaran DPRD Manggarai, jajaran pastoralia pendidikan Keuskupan Ruteng, puluhan guru se-UPTD Kecamatan Lelak dan beberapa guru dari luar. Juga hadir peserta dari OSIS SMAN1 Lelak dan SMPN 5 Ruteng-Gelong, imam dan biarawan-biarawati, serta ratusan orangtua siswa.
[Fonsi Econg]
Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: