SELASA, 23 AGUSTUS 2016

JAKARTA --- Pemerintah tengah menggodok Undang-Undang (UU Pemilu) yang salah satunya mengatur tentang keikutsertaan kalangan artis di pemilu legislatif. Sebab, selama ini kalangan Artis dianggap hanya sebagai pemanis dan vote getter.


Menanggapi hal ini, Politisi Golkar yang Juga Berasal dari kalangan Artis, Tontowi Yahya memprotes keras wacana perubahan Undang-Undang (UU) Pemilu tersebut.

"Saya rasa tidak perlu juga diatur seperti itu. Itu kan urusan masing-masing parpol, jadi rencana pengaturan seperti itu seperti merendahkan kecakapan dan kemampuan caleg dari artis" Tegas Tantowi di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Selasa (23/8/2016).

Dikatakan, Aturan itu seolah-olah mengistimewakan calon selain artis. Padahal, calon yang bukan artis belum tentu juga mereka punya kapasitas dan kualitas. Faktanya lihat saja setelah mereka jadi anggota dewan.

Meski begitu, Tantowi menyampaikan Partai Golkar selama ini tak pernah menjadikan artis sebagai pendulang suara, namun setelah diterima (Artis) mereka akan diikutkan dalam program-program pelatihan dan kepartaian secara aktif.

"Artis sama sekali tidak diistimewakan di Golkar. Bahwa ada yang menonjol baik di DPR maupun di partai, itu murni karena kinerja mereka yang baik dalam internal Golkar," tutupnya
(Adista Pattisahusiwa)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: