JUMAT, 19 AGUSTUS 2016

BALIKPAPAN --- Puluhan warga RT 25 dan 24 Kelurahan Graha Indah Kecamatan Balikpapan Utara kota Balikpapan antusias datang ke Posyandu, untuk ikut sertakan anaknya pada imunisasi campak, pemberian vitamin A dan obat cacing, hari ini (19/8/2016). Sebelum pemberian imunisasi tim medis dari Puskesmas memberikan penyuluhan mengenai manfaat imunisasi campak dan lainnya.


Salah seorang pengurus Posyandu, Deia mengatakan, posyandu pada bulan ini peserta lebih banyak karena banyak orangtua yang datang untuk mengikutkan anaknya dalam pemberian campak, vitamin A, dan obat cacing.

"Tim medis yang datang ada dua orang, kemudian nanti dibantu pengurus posyandu tiga orang. Posyandu ini tiap bulan dari timbang berat badan, pengukuran tinggi badan dan kesehatan anak," terangnya disela aktivitas di Posyandu RT 24 kota Balikpapan, Jumat (19/8/2016).

Pada kesempatan itu, salah seorang warga Ayu menyambut baik keberadaan posyandu di lingkungannya. Karena dengan adanya posyandu, berat badan dan kesehatan bayi dan balita di lingkungan sekitar sehat.

"Adanya imunisasi ini juga bagus agar anak-anak kita jauh dari sakit karena miliki kekebalan tubuh," imbuhnya.

Sementara itu, penderita campak di Kota Balikpapan cukup tinggi. Pasalnya, data Dinas Kesehatan Kota Balikpapan hingga Juli 2016 mencapai 78 kasus. Sementara tahun lalu ada 294 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Balerina menjelaskan, tingginya kasus campak, salah satunya karena Balikpapan merupakan pintu gerbang masuk keluarnya pendatang di Kalimantan Timur.

Sehingga kata dia, berbagai macam penularan penyakit mudah terjadi. Campak merupakan penyakit yang bisa saja terjadi karena asupan makanan yang diperoleh balita sangat kurang.

“Karena ada jenis penyakit karena disebabkan asupan makanan sehingga gizi anaknya yang kurang sehingga bisa berimbas pada anaknya sehingga mudah terserang penyakit,” katanya.


Menurutnya, selama ini jika menemukan anak yang kemungkinan terjangkit campak akan langsung dilakukan pemeriksaan untuk memastikan positif atau tidak terjangkit.

"Tapi kalau kita menemukan anak yang terjangkit penyakit campak, kita langsung aksi ke lapangan untuk ditangani," tutup Balerina.
[Ferry Cahyanti]
Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: