KAMIS, 25 AGUSTUS 2016

SUMENEP --- Dalam rangka mencegah masuknya peredaran narkoba di kalangan mahasiswa. Universitas Wiraraja Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mendeklarasikan kampus anti narkoba pada Kamis (25/8/2016). Ribuan mahasiswa beserta segenap jajaran kampus tersebut bersama-sama akan mencegah masuknya peredaran barang haram yang dapat merusak generasi penerus bangsa ini.

Suasana deklarasi kampus anti narkoba di Universitas Wiraraja, Kabupaten Sumenep.
Maraknya peredaran narkoba memang perlu menjadi perhatian semua pihak, supaya kedepan penyalahgunaan narkoba tidak semakin merajalela. Maka dengan adanya deklarasi kampus bebas narkoba tersebut, pihak universitas akan selalu melakukan pengawasan terhadap mahasiswa maupun karyawan kampus untuk tidak mendekati barang haram tersebut, namun apabila nanti sampai ketahuan menggunakan narkoba, maka akan diberi sanksi sesuai aturan kampus.

”Ini merupakan sebuah tugas bagi perguruan tinggi untuk memberantas narkoba, karena di wilayah Madura yang merupakan daerah religius sudah mulai banyak juga menjadi sasaran empuk peredaran narkoba. Sehingga kami kedepan akan melakukan pencegahan terutama dari kalangan mahasiswa,” kata Alwiyah, Rektor Universitas Wiraraja, Kabupaten Sumenep, Kamis (25/8/2016).


Disebutkan, bahwa deklarasi kampus anti narkoba ini tidak hanya cukup sampai disini saja, tetapi kedepan akan terus melakukan berbagai upaya nyata untuk ikut serta mencegah masuknya peredaran narkoba di daerah ujung timur Pulau Madura. Sehingga dengan itu pihaknya akan selalu melakukan kordinasi dengan pihaknya terkait yang menangani narkoba, baik dari tingkat daerah hingga pusat.

“Jadi kita akan sering memberikan banyak materi, pengetahuan serta pengalaman mengenai bahaya narkoba. Sehingga para mahasiswa maupun masyarakat nantinya paham betul bahaya narkoba yang dapat merusak masa depannya,” jelasnya saat deklarasi kampus anti narkoba.


Dengan deklarasi kampus anti narkoba ini, kedepan pihaknya akan selalu melakukann tes urine secara berkala terhadap mahasiswa, karyawan dan dosen. Namun dalam test urine tersebut jadwalnya tidak akan diketahui oleh siapapun, sehingga pelaksanaan tes tersebut dilakukan  secara mendadak. 

“Sewaktu-waktu nanti akan ada tes urine terhadap mahasiswa, karyawan dan dosen,” pungkasnya. (M. Fahrul)    
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: