RABU, 31 AGUSTUS 2016

SUMENEP --- Membaiknya kondisi cuaca di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur membuat rasa khawatir petani tembakau daerah setempat mulai berkurang. Dalam beberapa minggu terakhir daerah ini tidak lagi diguyur hujan, sehingga tanaman tembakau akan tumbuh dengan sempurna. Begitu juga pada saat masa panen, harga tembakau diharapkan juga ikut stabil, agar para petani tidak mengalami kerugian.


Tahun-tahun sebelumnya, meskipun kondisi cuaca dalam kondisi normal namun saat masa panen banyak petani mengeluh dengan rendahnya harga tembakau yang menyebabkan kerugian yang cukup besar.

“Kalau sekarang kondisi cuaca sudah membaik, karena sekitar tiga minggu sudah tidak lagi turun hujan, sehingga petani tembakau sangat optimis tanaman garapannya itu akan tumbuh normal. Namun yang kami khawatir meski cuaca membaik, tetapi harga tembakau nanti tidak stabil, jadinya petani juga akan mengalami kerugian,” kata Wardi (50), salah seorang petani di Kabupaten Sumenep, Rabu (31/8/2016).


Disebutkan, pada musim kali ini sejak awal memang kondisi cuaca sangat tidak memungkinkan, karena pada saat petani sedang menanam tembakau ternyata hujan masih seringkali terjadi. Banyak tanaman tembakau yang mati sehingga terpaksa menanam ulang sampai tiga kali.

“Jadi ketika nanti harga tembakau anjlok seperti tahun-tahun sebelumnya, maka petani yang menanam tembakau pada musim kali ini dipastikan mengalami kerugian cukup besar. Karena modal yang dikeluarkan lebih besar dibandingkan dengan tahun lalu, sebab kebanyakan mereka sampai tanam tiga kali, akibatnya modal membengkak lebih dari 50 persen,” jelasnya.
[M. Fahrul]
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: