SELASA, 9 AGUSTUS 2016

LAMPUNG --- Potensi perkebunan kakao atau dikenal dengan sebutan kopi coklat di Kabupaten Lampung Selatan yang cukup tinggi di beberapa kecamatan mendorong mahasiswa Polteknik Negeri Lampung (Polinela) melakukan Praktek Kerja Nyata (PKN) di salah satu kecamatan di ujung Selatan Pulau Sumatera tersebut. Sebanyak 29 mahasiswa Polinela yang akan melaksanakan KKN secara khusus akan berbagi ilmu dan melakukan pendampingan petani dan tekhnik budidaya di Kecamatan Merbau Mataram.


Pj Sekretaris Kabupaten Lampung Selatan Ir. Erlan Murdiantono kepada seluruh mahasiswa PKN dari Polinela berharap para mahasiswa bisa menerapkan ilmu yang telah didapat selama menimba ilmu di Polinela khususnya di bidang perkebunan. Sehingga, bisa membantu para petani yang menerapkan tekhnik perkebunan rakyat yang berada di wilayah Kecmatan Merbau Mataram sebagai salah satu sentra kakao di Lampung Selatan.

“Saya berharap agar para mahasiswa yang memiliki pengetahuan secara teori di bangku kuliah bisa menularkan ilmunya kepada para petani kakao agar mereka bisa sukses dalam mengelola perkebunannya dengan ilmu-ilmu yang kalian berikan,”ujar Erlan Murdiantoro yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Lampung Selatan saat memberikan pesan kepada mahasiswa Polinela, Selasa (9/8/2016).

Menurutnya, sektor pertanian dinilai sangat penting di negara ini sebab, Indonesia merupakan salah satu negara yang bisa lebih maju dengan mengembangkan sektor pertanian. Ia juga menegaskan saat ini sektor pertanian bisa menyelamatkan pembangunan di sebagian wilayah Indonesia. Maka, berangkat dari pendampingan mahasiswa maka petani dan para pemuda yang masih belum menjadi harus bangga menjadi petani. Sebab, dunia pertanian cukup menjanjikan. Asalkan pelaku ekonomi bidang pertanian bisa sabar dalam menjalankan mata pencaharian tersebut.

Pengelolaan tanaman kakao, lanjutnya, merupakan salah satu komoditas pertanian dan perkebunan yang bisa membawa petani menuju kesuksesan secara ekonomi. Sebab, kakao merupakan salah satu tanaman yang memiliki masa panen yang cukup panjang. Selain bisa digunakan sebagai penyokong ekonomi setiap petani tanaman kakao bisa digunakan sebagai lahan untuk investasi hijau.

Erlan yang telah lama berkecimpung dalam upaya memajukan sektor perkebunan di Lampung Selatan salah satunya pengembangan kelapa puan itu berpesan kepada mahasiswa agar memberikan pelatihan dan tekhnik atau cara pembudidayaannya dengan baik dan benar sehingga petani bisa mendapatkan hasil maksimal dari budidaya tanaman kakao. Ia mengungkapkan setiap hari petani di Lampung Selatan bisa memanen buah kakao dan bisa dijadikan sebagai sumber penghasilan yang cukup baik bagi petani.

Sementara itu, Pembantu Direktur II Polinela Ir. Nurman Abdul Hakim menjelaskan, mahasiswa PKN ini akan melakukan pendampingan terhadap sebanyak empat kelompok tani kakao di Kecamatan Merbau Mataram dengan didampingi oleh empat dosen pembimbing.

“Kami menilai di Lampung tanaman kakao masih kurang berkembang. Padahal, jika ditangani dengan serius bisa menjadi sumber penghasilan yang cukup baik. Sebab, kebutuhan kakao di dunia ini cukup tinggi,”ungkap Nurman.

PKN yang dilakukan mahasiswa Polinela, lanjutnya, untuk menggembleng dan membina mahasiswa di dalam kehidupan nyata. Sehingga, mereka bisa melakukan sosialisasi dan menangkap permasalahan yg terjadi di kalangan petani khususnya budidaya tanaman kakao.

Ia mengaku sangat mengharapkan arahan dan bimbingan serta pelajaran baik dari pemerintah daerah maupaun jajarannya. Sehingga mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan bisa mengikuti PKN dengan sebaik-baiknya sampai dengan batas waktu yang telah ditetapkan.


Pemilihan Kecamatan Merbau Mataram yang dipilih sebagai lokasi PKN mahasiswa Polinela diantaranya kecamatan tersebut memiliki wilayah perbukitan yang sebagian besar masyarakatnya berprofesi sebagai petani pekebun. Sebelumnya beberapa mahasiswa dan pendamping lingkungan juga telah melakukan pendampingan tata kelola perkebunan dan kehutanan untuk peningkatan ekonomi warga, salah satunya dengan pengembangan pohon damar mata kucing dan budidaya lebah lanceng yang memproduksi madu.

Salah satu petani kakao di Merbau Mataram, Suyud mengaku selama ini petani mengelola tanaman kakao dengan tekhnik tradisional. Ia berharap dengan adanya puluhan mahasiswa yang melaksanakan PKN di wilayah tersebut bisa menularkan ilmu budidaya kakao dari mulai masa tanam hingga paska panen agar ekonomi petani kakao membaik.

“Semoga selama kegiatan mahasiswa PKN kami bisa menimba ilmu terutama dalam tekhnik budidaya kakao yang menjadi sumber utama penghasilan kami,”ungkap Suyud.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Provinsi Lampung yang bersumber dari Dinas Perkebunan Provinsi Lampung, Kabupaten Lampung Selatan memasuki urutan nomor tiga dalam produksi tanaman kakao. Produksi tanaman kakao kabupaten Lampung Selatan mencapai 3.265 ton per tahun lebih sedikit dibanding Kabupaten Tanggamus yang mencapai 6.371 ton per tahun dan Kabupaten Lampung Timur yang mencapai 5.561 ton per tahun.

Sementara luasan areal tanaman kakao di Lampung Selatan hanya mencapai 7.006 hektar jauh tertinggal dari Kabupaten Tanggamus yang mencapai 14.875 hektar dan Kabupaten Pesawaran yang mencapai 13.667 hektar lahan.
[Henk Widi]
Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: