KAMIS, 11 AGUSTUS 2016

JAKARTA --- Jika TNI mempunyai program khusus “Serbuan Teritorial“ yang bertujuan untuk membangun kehidupan berbangsa dan bernegara, justru ada kelompok tertentu yang ingin menghancurkan sendi-sendi kehidupan bangsa kita, yaitu para bandar narkoba dengan melakukan “Serbuan Narkoba”.


Peredaran narkoba sudah melanda di semua lini, Peredaran narkoba bahkan cenderung sistematis. Untuk itu kita bangsa Indonesia harus bersama-sama menghadapinya.

Di Korps Marinir, anggota Marinir tidak boleh terlibat jaringan narkoba. Sanksinya jelas PTDH (Pemberhentian Tidak Dengan Hormat). Dipecat dulu baru direhabilitasi,” demikian disampaikan Komandan Korps Marinir Mayjen TNI (Mar) R.M. Trusono, S.Mn., kepada prajurit Mako Kormar di Lapangan Apel Mako Kormar, Kamis (11/8/2016).


Menyikapi semaraknya kasus narkoba Komandan Korps Marinir memerintahkan para komandan satuan, provost, intelejen untuk terus mengawasi kegiatan prajuritnya. Untuk pencegahan diadakan kegiatan penyuluhan, ceramah agama dan pembinaan mental serta tes urine mendadak.  

“Narkoba itu hanya membawa kesengsaraan tidak ada untungnya, jangan pernah coba-coba,” tegas Dankormar dihadapan ratusan prajurit dan PNS Marinir dalam apel pagi khusus yang dihadiri Kas Kormar Brigjen TNI (Mar) Kasirun Situmorang dan pejabat utama Mako Kormar.


Setelah apel pagi selesai, langsung diadakan pengambilan sampel urine yang diikuti seluruh personel Mako Kormar baik level perwira, bintara, tamtama dan PNS. Pengambilan urine dilaksanakan di Graha Marinir Mako Kormar oleh Personel Kesehatan dari Diskes Kormar dan pengambilan sampel urine diawasi langsung oleh Komadan Denma Mako Kormar Letkol Marinir Agus Taruna. (SUMBER BERITA : DISPEN KORPS MARINIR)





Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: