SELASA, 23 AGUSTUS 2016

BALIKPAPAN --- Belum cairnya dana bagi hasil Kota Balikpapan membuat pemerintah mencari cara untuk menghemat biaya operasional dan kegiatan. Tak hanya itu, Pemkot Balikpapan juga terpaksa melakukan penundaan pembayaran pada beberapa proyek.


Menurut Sekretaris Daerah Kota Sayid MN Fadli, defisitnya anggaran ini masih dikaji dengan melihat pembahasan APBD perubahan tahun ini. Karena itu, pihaknya belum bisa memastikan proyek mana saja yang akan ditunda.

"Tahun lalu DBH kita yang tidak cair Rp 283 miliar, kemudian awal tahun 2016 kita kelebihan penganggaran Rp 174 miliar, padahal itu sudah ada perencanaan semua. Itu saja kalau kita hitung-hitung sekitar Rp 400 miliar kita defisit," ungkapnya Selasa, (23/8/2016).

Ia menuturkan hingga kini tim masih menghitung terkait dedisitnya anggaran daerah tersebut. Dan upaya-upaya untuk penghematan akan dilakukan dengan berbagai simulasi perkiraan.

"Angka pastinya baru diketahui Bulan September mendatang. Sekarang masih presiksi dan coba simulasi anggaran yang ada," ujarnya.

Ketika disinggung proyek mana saja yang akan ditunda pembayarannya, Sayid belum dapat menyebutkan karena masih tergantung pada defisit anggarannya nanti.

"Kalau defisitnya lebih besar ya pasti kita mencari yang lebih besar juga. Mungkin lebih mudah kita menginventarisasi kegiatan-kegiatan yang harus ditunda pembayarannya. Insya Allah di Triwulan pertama 2017," tutupnya. 
(Ferry Cahyanti)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: