SABTU, 6 AGUSTUS 2016

LAMPUNG --- Upaya pemberdayaan masyarakat pedesaan terus dilakukan oleh perangkat desa di Kabupaten Lampung Selatan dengan membentuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang bersumber dari alokasi Anggaran Dana Desa (ADD). Pembentukan warung desa merupakan salah satu potensi di desa dalam menyediakan kebutuhan masyarakat pedesaan yang berada jauh dari lokasi pasar tradisional serta pasar swalayan. 


Kepala Desa Klaten, Joniansah mengungkapkan, kebutuhan pokok masyarakat dipenuhi dalam warung desa yang lokasinya berada dekat dengan kantor kepala desa. Uniknya selain dekat dengan kantor kepala desa, warung desa Klaten berada dekat dengan sekolah tingkat Taman Kanak Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) sehingga warung desa didirikan dengan dominan menjual keperluan sekolah.

Warung desa yang berada dekat dengan beberapa sekolah tersebut salah satunya menyediakan kebutuhan siswa sekolah berupa mesin foto copy, mesin printer, mesin scanner serta buku tulis, pensil dan peralatan lain. Meski menyediakan keperluan bagi siswa sekolah warung desa sesuai dengan peruntukkannya juga tetap menyediakan kebutuhan masyarakat pedesaan yang berada dekat dengan warung desa tersebut.

“Selama ini siswa sekolah untuk memenuhi kebutuhan akan alat tulis dan mesin foto copy harus pergi jauh dengan jarak sekitar satu kilometer, akhirnya kami buat warung desa yang sekaligus mengakomodir kebutuhan anak anak sekolah,”ungkap Joniansah Kepala Desa Klaten, Sabtu (6/8/2016).

Joniansah mengungkapkan, sebagai warung desa yang disokong oleh anggaran dana desa, harga harga di warung desa diupayakan memiliki harga yang lebih rendah dibandingkan dengan toko atau warung lain yang memenuhi kebutuhan masyarakat. Sebagai perbandingan setiap harga barang kebutuhan pokok yang dijual di warung desa lebih rendah sebesar Rp1000-Rp500. Harga yang lebih rendah dibandingkan dengan barang yang dijual warung dan toko lain diharapkan mampu membantu masyarakat yang kurang mampu.

Selain mengembangkan sektor usaha warung desa, pemberdayaan di desa Klaten juga dilakukan dengan mengembangkan sektor usaha kerajinan kecil masyarakat yang menekuni usaha pembuatan makanan. Tercatat di wilayah Desa Klaten beberapa usaha sektor usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang terus berjalan diantaranya usaha pembuatan kerupuk kemplang, usaha pembuatan keripik pisang serta beberapa usaha kecil lain di sektor peternakan dan pertanian.

Badan usaha milik desa berupa koperasi simpan pinjam digalakkan untuk memberi pinjaman bergulir kepada beberapa UMKM dengan proses mudah dan cara pengembalian yang lebih fleksibel. Pola tersebut dilakukan untuk memberikan permodalan usaha bagi beberapa usaha kecil yang menghidupkan perekonomian di desa.

“Selama ini kendala permodalan jadi penyebab usaha kecil kurang berkembang sehingga kita usahakan ada semacam koperasi simpan pinjam yang bisa dimanfaatkan pelaku ekonomi pedesaan,”ungkap Joniansah.


Pengelola warung desa Klaten yang sehari hari berada di warung desa tersebut, Anisa mengungkapkan, dengan adanya fasilitas keperluan anak sekolah saat ini anak sekolah lebih mudah untuk memenuhi kebutuhan akan foto copy serta membeli peralatan sekolah dibanding harus pergi ke kota kecamatan. 

Meski demikian ia berharap pihak desa bisa menyediakan beberapa fasilitas lain yang bisa dimanfaatkan oleh para siswa diantaranya warung internet (warnet) membantu siswa dalam mengerjakan tugas sekolah.

“Saat ini siswa di sini harus mengerjakan tugas di sekolah dan mengirimkannya menggunakan email dan internet sehingga seharusnya ada fasilitas warung internet juga di tempat ini,”ujar Anisa.

Warung desa yang sudah cukup lengkap dengan menyediakan berbagai keperluan masyarakat tersebut menurut Anisa terus akan dikembangkan dengan menggandeng beberapa pemilik peternakan dan juga sektor lain yang bisa menjual kebutuhan dengan harga di bawah standar. Sebab kebutuhan akan telur, gula, terigu serta kebutuhan beras akan lebih baik jika bekerjasama dengan pihak lain sehingga kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi.

Sebelumnya Bupati Lampung Selatan, Zainudin Hasan mengatakan, akan mendorong Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Warung Desa untuk memberdayakan masyarakat desa. Ia melihat selama ini kurang berkembangnya usaha kreatif dan usaha kecil menengah karena masih kurangnya jiwa wirausaha di kalangan anak muda. Selain kurangnya jiwa wirausaha di kalangan anak muda di Lampung Selatan kecenderungan anak muda untuk merantau dan pergi ke Banten untuk bekerja di sektor pabrik.
[Henk Widi]
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: