SELASA, 9 AGUSTUS 2016

LAMPUNG --- Masyarakat Lampung Selatan memiliki cara tersendiri dalam memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) kemerdekaan RI ke-71 dengan menghias jalan jalan, gapura serta berbagai pernak pernik memeriahkan ulang tahun kemerdekaan yang dirayakan setiap tanggal 17 Agustus. Salah satu kegiatan yang dilakukan Desa Tajimalela Kecamatan Kalianda Lampung Selatan diantaranya dengan mewajibkan setiap rumah menghias gerbang dengan kreasi masing masing dan secara seragam menghias jalan kampung dengan umbul umbul, bendera serta gapura dominan warna merah putih.


Menurut salah satu anggota karang taruna desa setempat, Aji (20) beberapa hari menjelang HUT RI ke-70 organisasi pemuda di desa tersebut telah melakukan pengumpulan barang barang bekas untuk dijadikan dekorasi sepanjang jalan dengan corak warna merah putih. Barang bekas yang dimanfaatkan salah satunya berupa gelas air minum bekas yang dicat dengan warna bendera Indonesia,merah putih.

“Dua pekan sebelum puncak kemeriahan HUT RI kami telah mengumpulkan barang barang bekas berupa gelas air minum untuk dicat lalu dipasang di sepanjang jalan menggunakan tali” ungkap Aji saat berbincang dengan media Cendana News, Selasa (9/8/2016)

Cara tersebut menurut Aji dilakukan memiliki tujuan membersihkan lingkungan dengan memanfaatkan barang bekas dan memeriahkan ulang tahun kemerdekaan RI dengan cara yang unik. Pengerjaan pembuatan bendera yang dipasang di sepanjang jalan desa dilakukan oleh seluruh anggota karang taruna memanfaatkan waktu luang dan saat senggang. Selain pembuatan bendera yang dipasang disepanjang jalan masyarakat desa juga melakukan pembuatan gapura dan umbul umbul yang dipasang di setiap gang serta gapura rumah.


Pembuatan gapura hias semarak kemerdekaan menurut Aji sekaligus akan digabungkan dengan berbagai lomba lain diantaranya dengan lomba sepeda hias, lomba catur, lomba panjat pinang, makan kerupuk, mewarnai serta perlombaan lain yang akan dilakukan puncaknya pada tanggal 17 Agustus dengan kegiatan kesenian kuda kepang.

Khusus lomba dekor gapura,sejalan dengan upaya karang taruna dalam memanfaatkan barang barang bekas,pembuatan gapura dilakukan dengan cara memanfaatkan barang bekas berupa kardus serta barang barang bekas lainnya untuk dipasang pada gapura di setiap rumah.

Aji mengaku antusiasme warga untuk terlibat dalam memeriahkan HUT RI ke-71 terlihat dengan keikutsertaan warga yang mulai menghias gapura dan memasang umbul umbul dan bendera di depan rumah masing masing. Selain berinisiatif membuat gapura dengan barang bekas sebagian warga juga menyumbangkan botol mineral bekas untuk dipergunakan sebagai dekorasi di sepanjang jalan. Selain gelas plastik sebagian warga juga memanfaatkan plastik kresek yang digunakan sebagai hiasan di samping bendera merah putih.

Ide memanfaatkan barang bekas menurut Aji dilakukan berdasarkan konsep menekan laju peningkatan sampah plastik yang selama ini banyak dibuang dan tidak dimanfaatkan oleh warga. Ia berharap dengan pemanfaatan barang bekas tersebut memberi kesadaran masyarakat bahwa barang bekas masih bisa dimanfaatkan untuk bahan dekorasi terutama untuk memeriahkan HUT RI ke-71. Sebagian warga menggunakan kertas koran bekas dan kardus sebagai bahan penghias gapura dengan biaya murah meriah.


Salah satu warga, Sumanto, pernak pernik yang digunakan jelang HUT RI ke-71 memanfaatkan kantong plastik kresek berwarna sebagai penambah kemeriahan. Pemanfaatan kantong plastik kresek dilakukan karena biaya untuk membeli kantong kresek murah meriah namun juga sebagai ajang kreatifitas warga.

Ia mengaku cara memasang hiasan kantong kresek warna warni dilakukan dengan mengikatkan kantong kresek berjejer warna warni pada benang klos atau benang jagung lalu dipasang di atas menyilang antara rumah satu dengan rumah lain.

“Meski memanfaatkan barang bekas namun ini akan semakin memeriahkan perayaan HUT Kemerdekaan terutama di desa kami” ungkapnya.

Ia mengaku pemanfaatan barang bekas seperti wadah plastik minuman gelas disulap menjadi motif bunga dan kantong plastik yang diisi air bermacam warna dari celupan kertas krep juga dipasang sebagai aksesoris kemeriahan HUT RI.

“Semestinya pemanfaatan barang bekas menjadi contoh bagi masyarakat lain bahwa kemeriahan tidak sepenuhnya harus merogoh kocek lebih dalam” ungkapnya.

Ia mengaku pemanfaatan barang bekas oleh masyarakat tersebut dilakukan untuk membuat masyarakat gembira dalam menyongsong hari kemerdekaan. Selain itu upaya memanfaatkan barang bekas dilakukan untuk melibatkan seluruh masyarakat desa setempat dalam memeriahkan HUT kemerdekaan RI ke -70.(Henk Widi)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: