MINGGU, 21 AGUSTUS 2016

YOGYAKARTA --- Generasi muda, terutama para pelajar, perlu dididik dan diberi pemahaman agar bisa menghargai dan bahkan bangga dengan berbagai produk dalam negeri. Selama ini masih banyak generasi muda Indonesia lebih bangga dan memilih produk­ merk luar negeri, meski acapkali produk yang diyakini impor itu sebenarnya produk lokal yang berlisensi luar negeri.


Kebanggaan menggunakan produk apa pun dengan merk impor seringkali tak berdasar pertimbangan yang tepat, dan bahkan hanya termakan iklan, sehingga tak mempedulikan lagi kualitas produk yang diyakini impor itu merupakan barang asli atau palsu. Bahkan, banyak generasi muda saat ini kurang memahami jika banyak pabrik yang menggunakan merk luar negeri itu sebenarnya bertetangga dengan pabrik produk lokal, dan pabrik dengan merk dagang luar negeri itu sebenarnya hanya produk dalam negeri dengan lisensi.

Demikian diungkapkan pemilik pabrik sepatu lokal di Sleman, Yogyakarta, Haryamto, dalam acara penyerahan hadiah lomba foto selfie dengan sepatu produk lokal buatannya yang diberi nama merk desle, Minggu (21/8/2016).

Haryamto mengatakan, karena sering tidak tepatnya cara masyarakat memahami sebuah merk dari suatu produk, pun telah membuatnya salah mengartikan jika merk sepatunya yang terkesan berbahasa asing itu sebagai merk luar negeri. 

"Padahal, kata desle itu berarti Depok Sleman, karena pabriknya ada di Kecamatan Depok Kabupaten Sleman," jelasnya.

Karena itu, lanjut Haryamto, generasi muda sangat perlu diberikan pendidikan mengenai kecintaan produk dalam negeri, baik di lingkungan sekolah maupun keluarga. Salah satu upaya itu, katanya, bisa dilakukan melalui berbagai kegiatan positif dan menyenangkan, agar generasi muda mau memahami jika banyak produk lokal yang sebenarnya tidak kalah kualitasnya dengan produk luar.

Desle sendiri sebagai pabrik sepatu lokal yang asli didirikan oleh warga Sleman, sangat intens melakukan berbagai upaya penyadaran kepada generasi muda agar bisa mencintai dan bangga terhadap produk lokal. 

"Bukan sekedar untuk promosi sepatu, namun gerakan cinta produk dalam negeri itu membutuhkan aksi nyata," jelasnya.

Untuk itu, pun secara berkala pabrik sepatu desle mengadakan berbagai acara sosial dalam rangka mengkampanyekan produk dalam negeri. Baik di lingkungan sekolah maupun kepada masyarakat luas melalui berbagai kegiatan dan perlombaan, seperti halnya lomba foto selfie dengan sepatu merk desle bagi siswa sekolah menengah atas yang telah digelar sejak Januari-Juli 2016.

Tak tanggung-tanggung, dalam lomba foto selfie dengan mengenakan sepatu desle itu, pihak pabrik memberikan hadiah uang tunai sebesar Rp. 50 Juta yang langsung diberikan kepada siswa pemenang lomba. Hal demikian, menurut Haryamto, dilakukan juga sebagai salah satu bentuk komitmennya dalam memajukan generasi bangsa. Namun dalam penilaian lomba foto selfie tersebut, katanya, kreatifitas dan inovasi sekolah peserta juga menjadi pertimbangan.

Haryamto menegaskan, rasa cinta terhadap produk dalam negeri senantiasa perlu digelorakan, karena juga mampu membangun jiwa nasionalisme generasi muda. Di sisi lain, lanjutnya, pabrik produk lokal pun juga harus mampu memberikan jaminan kualitas.

Diakui Haryamto, selama ini masyarakat selalu menganggap jika sepatu buatan lokal cepat rusak dan modelnya tidak sesuai zaman. Karena itu, pihaknya sebagai produsen sepatu lokal memberikan jaminan kualitas termasuk model yang menarik, dan bahkan garansi penggantian sepatu rusak. 

"Dengan berbagai upaya ini, kami berharap generasi muda akan lebih mencinta produk dalam negeri," pungkasnya. 
[Koko Triarko] 
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: