SABTU, 6 AGUSTUS 2016

BREBES --- Sebuah perusahaan galian C yang selama ini berproduksi dengan alat berat menuai protes dari sejumlah warga di Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes. Ribuan warga melakukan  aksi damai turun kejalan menyoal keberadaan Galian C berikut alat beratnya.


Berdasarkan hasil pantauan jurnalis Cendana News pada Jumat (5/8/2016), Wasri (60) Warga desa Kaliwungu Kecamatan Bantarkawung mengatakan bahwa sejumlah warga tersebut mempermasalahkan ijin dimana keberadaan tambang tersebut yang berada di wilayah Kecamatan Bantarkawung hanya saja ijin tersebut tidak tidak sesuai dengan keberadaan lokasi pertambangan. Selain itu juga penggunaan alat berat yang berakibat pada kerusakan lingkungan disisi lain warga sekitar khususnya tidak dilibatkan sebagai tenaga pekerja.

Hal tersebut dibenarkan oleh Tarjo (55) Warga desa Kaliwungu Kecamatan Bantarkawung yang menyaksikan aksi demo tersebut. Selama ini mereka menggunakan tenaga diluar warga Kecamatan Bantarkawung, sedangkan yang merasakan dampak dari kerusakan penambangan tersebut secara otomatis adalah warga Bantarkawung.

"Dalam aksi tersebut sebanyak ratusan anggota Polisi dari Polres Brebes serta puluhan anggota TNI telah siap mengamankan aksi damai itu. Aksi yang digelar diruas jalan provinsi ruas Bumiayu-Salem ini, berlangsung tertib dan simpatik tidak menimbulkan kerusuhan,"tambah Tarjo.


Dalam tuntutannya ribuan warga tersebut meminta kepada pihak perusahaan untuk jangka waktu 2x24 jam alat berat harus keluar dari daerah aliran sungai pemali. Lalu mencabut izin kalimasyada karena merusak lingkungan dan cacat hukum (melanggar Undang-undang).

Setelah melakukan orasi selanjutnya mereka melakukan pemasangan spanduk dan penandatangan diatas kain putih yang kemudian diserahkan kepada Abdul Ghofir sebagai wakil rakyat di DPRD Kabupaten Brebes.
[Yusfi Wawan Sepriyadi]
Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: