JUMAT, 12 AGUSTUS 2016

BALI --- Perawakannya kecil. Wajahnya tak menyeringaikan kegarangan. Tutur katanya lembut dan bersahaja. Kendati begitu, ketegasan terasa kental jika ia tengah berbicara. Dia adalah Direktur Narkoba Polda Bali, Kombes Pol Frangky Hariyanto Prapat. Saban hari, Frangky selalu memantau setiap pergerakan Kasat Narkoba di tiap-tiap Polres se-Bali.


Tak hanya sekadar memantau, Frangky bahkan memberikan warning kepada masing-masing Kasat agar bekerja optimal memberantas narkoba di wilayah kesatuannya masing-masing. Tiap hari, harus ada laporan penangkapan bandar narkoba kepada dirinya. 

"Saya pantau pergerakan kasat-kasat. Bahkan saya warning mereka agar bekerja sungguh-sungguh dalam memberantas narkoba," kata Frangky, di Mapolda Bali, Jumat 12 Agustus 2016.

Bukan tanpa alasan tindakan tegas itu diambil. Sebabnya, menurut dia, peredaran narkoba kini telah merambah kabupaten. Bahkan, barang haram tersebut telah masuk ke kecamatan hingga ke desa-desa hampir di seluruh Bali. Indikatornya sederhana, jika dulu Polres di kabupaten hanya menangkap narkoba dengan barang bukti nol koma sekian gram, kini tangkapan mereka bahkan bisa dalam hitungan kilogram. 

"Itu indikasi kuat bahwa mereka sekarang menyasar wilayah-wilayah, karena bandar-bandar itu tahu di kota mereka sudah terkepung," paparnya.

Menurutnya, pemberantasan narkoba memang menjadi komitmennya sejak ia menjabat. Frangky mengaku tak mau main-main dengan barang haram tersebut. Demi masa depan anak bangsa, ia rela menghabiskan waktu lebih untuk memberantas peredaran gelap narkoba.

"Ini komitmen kita bersama. Ini semua demi masa depan bangsa. Kalau bukan kita, siapa lagi. Kalau tidak sekarang, kapan lagi," tegas Frangky.

Sikap tegas Frangky terbukti ampuh. Tiap hari ada saja bandar maupun pengguna narkoba yang tertangkap. Polres-polres di wilayah pun semakin gencar melakukan razia narkoba. Maklum, mereka ditarget setiap hari untuk mendapatkan tangkapan. "Jika tidak, hati-hati turun TR (Telegram Rahasia) dari Mabes (Polri)," katanya berkelakar.(Bobby Andalan)

Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: