RABU, 3 AGUSTUS 2016

SUMENEP --- Memasuki musim tanam tembakau di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, jutaan bibit tembakau di sediakan secara gratis oleh pemerintah kepada para petani yang ada di daerah ini. Sehingga mereka tidak lagi kerepotan membeli bibit tembakau untuk memulai cocok tanam, agar kebutuhan bibit tembakau dapat terpenuhi.

Penangkaran bibit tembakau milik petani di Kabupaten Sumenep.
Bibit temabakau yang disediakan secara gratis bagi petani disebar di 25 titik dari berbagai kecamatan, dimana setiap kecamatan dipastikan ada penangkar benih yang dibantu oleh pemerintah. Pasalnya dari 18 kecamatan daerah ujung timur Pulau Madura ini merupakan penghasil tembakau, sehingga setiap penangkar benih yang dibantu tersebut ditargetkan bisa menyediakan benih sebanyak 2,5 hingga 3 juta benih tembakau.

"Jadi pada musim kali ini kami menyediakan jutaan bibit tembakau gratis bagi petani yang ada di daerah ini, agar mereka tidak kebingungan untuk mendapatkan bibit tersebut. Apalagi ia tidak harus mengeluarkan biaya sama sekali, itu langsung diberi cuma-cuma," kata Joko Suwarno, Kepala Bidang Perkebunan, Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kabupaten Sumenep, Rabu (3/8/2016).

Disebutkan, bahwa dengan adanya bantuan bibit secara gratis itu benar-benar di manfaatkan oleh petani tembakau, agar dalam melakukan cocok tanaman yang sudah menjadi primadona tersebut tidak begitu mengeluarkan banyak biaya. Karena pemerintah telah menyediakan anggaran sebesar Rp. 700.000.000 untuk biaya penangkaran benih yang akan diberikan terhadap petani, maka dari itu jangan sampai disia-siakan kesempatan mendapatkan bibit gratis.

"Jadi penangkaran benih itu semuanya dibiayai oleh pemerintah, sehingga penangkar hanya menyalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan. Apabila ada bantuan seperti itu beban biaya untuk bercocok tanam tembakau agak terasa ringan, sebab petani tidak harus beli bibit tembakau," jelasnya.

Sedangkan dari 25 penangkar benih yang ada disebar di 18 kecamatan penghasil tembakau, diantaranya, Kecamatan Pragaan, Bluto, Pasongsongan, Saronggi, Batuan, Ambunten, Rubaru, Guluk-Guluk, Ganding, Dasuk, Manding, Batuputih, Lenteng, Batang-batang, Gapura, Talango, Raas dan Arjasa. Sehingga semua daerah penangkar benih tersebut diharapkan bisa memberikan kepada para petani bahwa menyediakan bibit secara gratis. (M. Fahrul)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: