JUMAT, 26 AGUSTUS 2016

LAMPUNG --- Laporan masyarakat di beberapa wilayah di Kabupaten Lampung Utara terkait pencarian dan penangkapan ikan menggunakan cara-cara merusak lingkungan dengan memakai bahan kimia, penyetruman membuat pemerintah Kabupaten Lampung Utara melakukan tindakan tegas.


Pemerintah Kabupaten Lampung Utara Melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) gerah dengan masyarakat setempat yang melakukan penangkapan ikan di sungai yang dengan cara mengunakan bahan kimia, biologis (racun) penyeteruman dan sebagainya.

Salah satu warga di aliran Sungai Berantas, Andika (30) mengungkapkan upaya mencegah penangkapan ikan menggunakan racun dilakukan dengan memasang plang himbauan larangan serta ancaman hukuman di sekitar sungai tersebut.

“Saya kebetulan ikut memasang beberapa spanduk peringatan pelarangan penangkapan ikan dengan disetrum karena sedang marak dan dikeluhkan oleh warga di sini” ungkap Andika saat dikonfirmasi media Cendana News, Jumat (26/8/2016)

Ia mengungkapkan dalam beberapa spanduk dan plang pengumuman menuliskan adanya aturan Dinas Kelautan dan Perikanan melarang masyarakat dengan acuan Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 perubahan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004, tentang perikanan diancam kurungan 6 (enam) tahun penjara  dengan denda 1,2 Miliar.


Penangkapan ikan dengan cara membahayakan kelestarian sumberdaya ikan dan perairan yang ada di wilayah Lampung Utara. Papan himbauan ini tampak pada sungai sungai yang melintas Kotabumi seperti Sungai Berantas Candimas Abung Selatan dan Kali Umban Sribasuki Kecamatan Kotabumi.

Upaya pelarangan dan tindakan tegas tersebut didukung oleh masyarakat di aliran sungai tersebut salah satunya oleh Sudin yang merupakan ketua RT 03 di Abung Selatan yang mengaku sudah gerah dengan ulah para pencari ikan menggunakan cara cara yang merusak.

“Kami sudah selalu menghimbau namun para pencari ikan tidak mengindahkan karena hanya dilarang oleh masyarakat tapi dengan adanya larangan dari pemerintah semoga bisa berkurang atau tidak ada lagi pencari ikan dengan cara menyetrum atau memakai zat kimia” ungkap Sudin.

Sudin mengungkapkan dampak dari oknum tak bertanggungjawab mencari ikan dengan zat kimia berakibat ikan ikan kecil yang diracun ikut mati dan merusak kelangsungan hidup ikan yang ada di perairan Lampung Utara. Terkait pelarangan tersebut pihak Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lampung Utara belum bisa dikonfirmasi.

Beberapa perairan di wilayah Lampung Utara diantaranya Kali Umban selama ini digunakan warga untuk pengairan lahan sawah dan sebagai lokasi memelihara ikan dengan sistem keramba sehingga penggunaan zat kimia dinilai membahayakan budidaya keramba.
(Henk Widi)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: