JUMAT, 19 AGUSTUS 2016

BALIKPAPAN --- DPRD Balikpapan akan mengajukan dua rancangan peraturan daerah (Raperda) di tahun 2017 mendatang. Dua Raperda itu yaitu perlindungan pengawasan organisasi masyarakat dan pengawasan orang asing, tenaga kerja asing serta yayasan orang asing.


Ketua Komisi I DPRD Balikpapan, Syukri Wahid menyebutkan, alasan dibuatnya dua Raperda itu untuk melindungi warga lokal. Bahkan ancaman imigran gelap menjadi tantangan kota Balikpapan, mengingat daerah tersebut menjadi pintu gerbang di Kalimantan Timur.

"Orang asing yang tidak memiliki identitas atau izin yang jelas, sering ditemukan. Dan menggerakkan kami untuk membuat Raperda pengawasan," terangnya saat ditemui, Jumat (19/8/2016).

Syukri mengatakan, dengan perda itu nantinya peranan kota akan ada, seperti ketika pertama kali mereka masuk di wilayah administrasi. Apalagi ini diberlakukan MEA, dengan regulasi akan melindungi kota ini.

"Seharusnya memang peraturan pemerintah menetapkan orang asing ataupun tenaga kerja orang asing harus memiliki Izin Tenaga Asing. Namun dikhawatirkan bagi mereka yang tidak memiliki izin resmi sehingga tidak terkawal  pengawasan kegiatan dan keberadaannya," ujarnya.

Syukri menambahkan, kedua Raperda itu lagi digodok legislatif dan harapannya 2017 sudah dapat diajukan.
[Ferry Cahyanti]
Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: