KAMIS, 25 AGUSTUS 2016

YOGYAKARTA --- Diduga melakukan penipuan berkedok investasi percetakan periklanan atau advertising, lelaki berinisial AA (40), warga Kampung Suryomentaram Kidul, Kraton, dan kekasihnya, EYS (38), warga Desa Sanggrahan, Kalasan, Sleman, diamankan jajaran petugas Kepolisian Resort Sleman.

Kika : AKBP Yuliyanto, AKP Sepuh Siregar

AA dan EYS, sepasang kekasih yang sudah berumur itu terpaksa meringkuk di ruang tahanan Polres Sleman. Keduanya diduga telah melakukan penipuan terhadap 24 orang warga dari berbagai daerah seperti dari Sleman dan Bantul. Dengan janji manis bisa memberi bagian keuntungan sebesar 9-10 Persen, AA dan EYS berhasil meraup dana dari para korbannya sebesar Rp. 8 Milyar. Namun, sejauh ini, petugas polisi baru menemukan bukti uangnya sebesar Rp. 6,2 Milyar.

Kepala Kepolisian Resort Sleman, Ajun Komisaris Besar Polisi Yuliyanto, dalam gelar perkara pada Kamis (25/8/2016), mengungkapkan, kedua tersangka ditangkap setelah salah satu korbannya melapor pada 16 Agustus 2016. Korban melapor karena sejak setahun terakhir ini kedua tersangka sudah tak lagi memberikan bagian keuntungan seperti yang dijanjikan. Sementara keduanya juga sulit dihubungi dan ketika hendak ditemui tak pernah berada di tempatnya. 

"Warga pun kemudian melapor" ujar Yuliyanto.

Berdasar laporan korban, petugas kemudian melakukan penyelidikan hingga berhasil menangkap keduanya di rumah tersangka EYS pada 23 Agustus 2016, bersama sejumlah barang bukti 11 buku tabungan dari berbagai Bank dan beberapa telepon seluler yang digunakan tersangka menjalankan operasinya. 

Sementara itu, kerugian korban bervariasi. Ada yang telah menyetor uang sekitar Rp 30 Juta, bahkan ada pula yang menyetor sebanyak Rp. 400-an Juta. Dalam menjalankan aksinya, kedua tersangka saling berbagi tugas.

Kepala Satuan Resere Kriminal Polres Sleman, Ajun Komisaris Polisi Sepuh Siregar mengatakan, tersangka AA berperan mencari korban karena memiliki banyak teman dan supel. Sedangkan, EYS berperan sebagai eksekutor. 

"Atas perbuatannya itu, kedua tersangka terancam hukuman 4 tahun penjara sesuai KUHP Pasal 378 tentang penipuan" pungkas Sepuh. 
(koko)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: